Moeldoko: Tidak Ada Eksploitasi Anak di Audisi Bulutangkis PB Djarum

Moeldoko: Tidak Ada Eksploitasi Anak di Audisi Bulutangkis PB Djarum
Anak-anak usia SD dan SMP menunggu tiket lolos ke putaran final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (6/9). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
/ CAH Kamis, 12 September 2019 | 13:19 WIB

Kudus, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan audisi umum bulutangkis yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bulutangkis Djarum Kudus, Jawa Tengah, tidak ada mengeksploitasi anak.

"Selain itu, tidak ada pemanfaatan dari sisi apa pun. Justru yang terjadi di PB Djarum bagaimana mengeskploitasi kemampuan mereka untuk bisa mendapatkan juara di bidang bulutangkis," kata dia selagi berkunjung PB Djarum Kudus, Kamis (12/9/2019).

Untuk memastikan hal itu, Moeldoko mengaku sengaja melihat langsung dan mengeceknya satu per satu apakah ada eksploitasi.

Hasilnya, dia menilai memang tidak ada eksploitasi anak dalam audisi bulutangkis ini sehingga dia meminta berbagai kalangan untuk membalik-balik apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Menurut dia, untuk menjadi seorang juara memang tidak bisa latihan lembek-lembek, melainkan harus latihan keras dan disiplin.

"Saya juga sudah bertanya langsung kepada sejumlah atlet PB Djarum, ternyata mereka merasa senang dan bangga karena bagian dari impiannya bisa terwujud setelah bisa bergabung dengan PB Djarum," ujarnya.

Mengenai tulisan PB Djarum di kaos peserta audisi adalah rokok, Moeldoko berpandangan bahwa itu sebuah persepsi karena kenyataan saat ini banyak program yayasan untuk tujuan sosial.

Ia menilai, semua kegiatan Djarum Foundation adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan diri membangun talenta manajemen stratagis atau telanta manajamen nasional yang saat ini disiapkan oleh KSP dan Bappenas.

"Ternyata Djarum sudah melakukan itu. Untuk itulah kami mengirim tim untuk melakukan pengukuran untuk lebih banyak belajar di sini," kata Moeldoko.

Ia menegaskan dirinya tidak membela PB Djarum, melainkan membela keinginan anak-anak menjadi juara sehingga tidak boleh dipatahkan oleh siapapun.

Oleh karena itu, kata dia, audisi umum bulu tangkis PB Djarum tetap dilanjutkan, termasuk tahun 2020 harus tetap dilanjutkan.

Mengenai protes Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebelumnya, Staf Kepresidenan juga mengundangnya untuk diajak bicara dengan baik serta meluruskan definisi eksploitasi yang benar.

"Jangan membuat sesuatu yang membingungkan banyak orang," ujarnya.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppi Rosimin menyebut kedatangan Moeldoko sebagai bentuk dukungan sangat besar untuk PB Djarum dan memiliki makna yang dalam sekali.

"PB Djarum siap melanjutkan pembinaan agar superior di bidang bulutangkis," tegas dia.

Mengenai audisi umum bulu tangkis pada 2020, Yoppi menyatakan siap.



Sumber: ANTARA