Pebulutangkis Muda Indonesia Siap Unjuk Gigi di Indonesia Masters 2019

Pebulutangkis Muda Indonesia Siap Unjuk Gigi di Indonesia Masters 2019
Para petinggi PB PBSI berfoto bersama pada jumpa pers menjelang turnamen bulutangkis Yuzu Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Rabu (11/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 12 September 2019 | 11:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 302 pebulutangkis dari 15 negara siap mengikuti ajang Yuzu Indonesia Masters 2019 yang berlangsung di Gelangang Olahraga (GOR) Ken Arok, Malang, Jawa Timur, 1-6 Oktober 2019. Turnamen ini masuk  rangkaian BWF World Tour Super 100 serta menjadi kejuaraan terbesar ketiga dunia yang diselenggarakan Indonesia sepanjang 2019, setelah Daihatsu Indonesia Masters dan Blibli Indonesia Open.

Ketua Panitia Pelaksana Yuzu Indonesia Masters 2019 Achmad Budiharto, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/9/2019) mengatakan, turnamen ini menjadi momen penting bagi para pebulutangkis untuk meraih gelar juara. Ajang ini juga berguna untuk mengasah dan meningkatkan jam terbang pebulutangkis muda di kancah internasional.

“Kami berharap ajang ini bisa berlangsung sukses karena turnamen ini akan digunakan sebagai salah satu turnamen untuk mengumpulkan poin menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dan tentunya turnamen ini akan menjadi kompetisi antarpebulutangkis muda dari berbagai negara. Mereka bisa menimba pengalaman bertanding di sini,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum PP PBSI, Wiranto menyebutkan, meskipun berada di level super 100, Yuzu Indonesia Master 2019 merupakan salah satu turnamen yang poinnya masuk ke dalam rangkaian HSBC BWF World Tour. Dengan demikian, poin yang diraih pebulutangkis dalam Indonesia Masters ini akan diperhitungkan ke dalam rangkaian HSBC BWF World Tour Final yang akan berlangsung di Shanghai bulan Desember mendatang.

“Ini adalah kesempatan terbaik bagi para atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami berharap para atlet bisa tampil maksimal, mempunyai daya juang yang tinggi dan dapat meraih prestasi yang maksimal di kejuaaran ini. Terima kasih kepada kota Malang yang sudah menjadi tuan rumah kejuaraan Yuzu Indonesia Masters 2019 ini. Semoga dari kota Malang, dapat lahir juara-juara dunia bulutangkis baru,” pesan Wiranto.

Pada kejuaraan ini, pebulutangkis ganda putra nomor tiga Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto diandalkan menjadi penyumbang gelar. Pasalnya, mereka menjadi unggulan pertama. Selain mereka, masih ada pasangan Hardianto dan Berry Anggriawan yang ditempatkan pada unggulan kedua.

Di sektor ganda putri, pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berada di unggulan keempat dan di sektor ganda campuran, pasangan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menempati unggulan kelima dan keenam. Kita tentu saja berharap penampilan pasangan muda ganda campuran Indonesia bisa maksimal di turnamen ini.

Namun, mereka harus bertarung dengan para pebulutangkis dari negara lain yang pasti akan bertarung habis-habisan karena berupaya mengumpulkan poin untuk lolos ke Tokyo tahun depan.

Wali Kota Malang H.Sutiaji mengatakan, mereka sudah siap menggelar turnamen berhadiah total USD 75.000 tersebut. "Selamat datang di Kota kebanggaan kami, Kota Malang, kami ucapkan kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial dari berbagai negara. Kami sudah mempersiapkan sebaik-baiknya, semoga selama enam hari nanti para atlet dapat bertanding dengan sportif dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Khususnya bagi para atlet-atlet Indonesia, terus berjuang mati-matian demi nama bangsa. Pantang menyerah dan tetap semangat,” katanya.

Sementara itu, Head of Marketing YUZU, yang menjadi sponsor utama dalam turnamen ini, Ricky Tjitrahardja  berharap, ajang ini bisa meningkatkan kemampuan para pebulutangkis muda, sebelum nantinya berlaga di level senior.

“Kami menyemangati para atlet muda untuk pantang menyerah dalam memperjuangkan nama bangsa di dunia bulutangkis sampai kancah internasional. Mari meraih prestasi bersama YUZU Isotonic,” ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan