Arianne Juarai Tunggal Pelti Indonesia W15

Arianne Juarai Tunggal Pelti Indonesia W15
Petenis Belanda, Arianne Hartono, 23 tahun (kiri) bersama wakil Indonesia, (kanan) Rifanty Kahfiani (21) yang menjuarai tunggal Pelti Indonesia W15 Jakarta yang merupakan turnamen seri ITF World Tennis Tour. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Hendro D Situmorang / JAS Senin, 1 Juli 2019 | 07:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petenis Belanda, Arianne Hartono (23 tahun) akhirnya keluar sebagai juara tunggal Pelti Indonesia W15 Jakarta, Minggu (30/6/2019). Di final turnamen seri ITF World Tennis Tour itu, unggulan kedelapan itu berhasil mengandaskan harapan tuan rumah, Rifanty Kahfiani (21). Arianne unggul dua set langsung 6-2, 6-3.

“Meski terlihat mudah, namun Rifanty adalah lawan yang sulit karena memiliki banyak variasi pukulan yang membuat saya berada di luar zona nyaman untuk melakukan serangan dalam laga final ini,” tutur Arianne usai laga berdurasi satu jam 13 menit di lapangan tenis Elite Club Epicentrum Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Gelar juara tunggal ini melengkapi trofi ganda berpasangan dengan sepupunya, Nadia Ravita di ajang berhadiah total 15.000 dolar AS atau sekitar Rp 210 juta ini. Raihan ini mengulang prestasinya pada ajang selevel di Jakarta, tahun silam.

Arianne yang merupakan keponakan mantan petenis nasional Deddy dan Lucky Tedjamukti itu tak menampik bahwa tampil di Indonesia memberinya tambahan energi dalam melakoni turnamen.

“Seperti sedang berlibur dan menjadi motivasi untuk dapat meraih prestasi di hadapan keluarga yang berada di Indonesia,” tutur Arianne yang bergegas pulang ke Belanda untuk mengikuti kejuaraan W25 Den Haag mulai pekan depan.

Kendati kalah, Rifanty Kahfiani mengaku tak terlalu kecewa. Bahkan, mojang Bandung ini merasa bersyukur bahwa gelar runner-up ini membuka peluangnya untuk membela tim Merah Putih pada pesta akbar multicabang olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

“Saya masih konsultasi dengan pelatih tim kampus di AS, karena jadwal SEA Games, Desember 2019 ini bentrok dengan jadwal ujian kuliah,” ucap Rifa yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Oregon (AS) ini.



Sumber: Suara Pembaruan