Polres Purwakarta Selidiki Dugaan Kelalaian Aktivitas Pertambangan

Polres Purwakarta Selidiki Dugaan Kelalaian Aktivitas Pertambangan
Petugas Kepolisian Resor Purwakarta tengah meninjau kerusakan bangunan akibat aktivitas pertambangan di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Rabu (8/10/2019). ( Foto: dok )
Vento Saudale / WBP Kamis, 10 Oktober 2019 | 09:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian Resor Purwakarta masih menyelidiki dugaan kelalaian dalam proses peledakan yang dilakukan PT MSS. Aktivitas pertambangan di Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru itu dituding menyebabkan longsoran bebatuan besar hingga merusak bangunan warga.

Kepala Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius masih mengumpulkan keterangan dari para saksi sambil mengumpulkan bukti di lokasi kejadian. "Kami sudah membentuk tim tipiter (tindak pidana tertentu) untuk turun," kata Matrius mengkonfirmasi, Kamis (10/10/2019).

Ia mengatakan, tim bentukannya nanti akan fokus menyelidiki keterkaitan antara peledakan yang dilakukan pihak perusahaan dengan kejadian longsor bebatuan tersebut.

"Apakah ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) berkenaan dengan pertambangan ini atau ada unsur kelalaian lain, kita sedang selidiki lebih dalam. Kalau terbukti bersalah, tentu kita proses hukum lebih lanjut," tutur Matrius.

Mengenai penutupan pertambangan, pihak kepolisian menyerahkan hal itu kepada institusi pemerintah terkait. Pertimbangan untuk mencabut izin perusahaan diakui merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Namun, aktivitas pertambangan di kawasan yang dikuasai PT MSS dipastikan berhenti untuk sementara waktu. Penghentian itu dilakukan hingga proses pemeriksaan oleh polisi maupun pemerintah selesai. Ditambah dengan pelaksanaan ganti rugi dari perusahaan kepada warga.

Hingga saat ini sudah 10 orang dimintai keterangan terkait kejadian. Terdiri dari tujuh orang warga dan tiga pegawai perusahaan. "Ketiganya adalah juru ledak, bawahannya dan seorang bagian operasional. Sampai saat ini dugaan kami tidak menggunakan SOP peledakan blasting. Tapi kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar tambah Kapolres.

Sebelumnya, enam rumah dan satu sekolah rusak akibat tertimpa batuan berukuran besar di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Selasa, (8/10/2019). Kejadian itu diduga akibat aktivitas pertambangan.

Masyarakat menuding aktivitas tambang di dekat permukiman mereka menggunakan bahan peledak.



Sumber: BeritaSatu.com