Kebakaran Gambut di Jambi Masih Terus Meluas

Kebakaran Gambut di Jambi Masih Terus Meluas
Warga beraktivitas di Sungai Kumpeh yang diselimuti kabut asap di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Rabu, 11 September 2019. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / CAH Kamis, 12 September 2019 | 08:36 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut di Provinsi Jambi masih terus meluas dan menyebarkan asap tebal. Karhutla gambut tersebut terjadi di Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Muarojambi dan Sarolangun. Pemadaman yang dilakukan melalui jalur darat dan udara tidak berhasil memadamkan kebakaran gambut tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, Indra mengatakan, sedikitnya 225 hektare (ha) lahan gambut di daerah itu masih terbakar. Lokasi kebakaran gambut paling luas di Tanjabtim terdapat di Kecamatan Dendang dan Sadu.

“Pasukan gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan kewalahan memadamkan kebakaran lahan gambut karena api berada di bawah tanah. Kemudian sumber air di sekitar lokasi kebakaran juga sulit. Pemadaman melalui udara melalui water bombing (bom air) melalui udara juga tak berhasil memadamkan kebakaran gambut di daerah itu,” katanya di Muarasabak, Tanjabtim, Jambi, Rabu (11/9/2019).

Secara terpisah Kabid Kedaruratan BPBD Sarolangun, Yen Aswadi mengatakan, kebakaran lahan gambut di Desa Sungaiabang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun sudah tiga hari tidak bisa dipadamkan. Areal gambut yang terbakar di Kecamatan Sarolangun tersebut sudah mencapai 25 hektare.

“Pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Sungaiabang, Sarolangun masih terus dilakukan pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan gabungan dari BPBD, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran dan masyarakat. Namun karena lahan gambut kering, api cepat merambat di bawah gambut. Kemudian sumber air di lokasi kebakaran gambut juga sulit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi, Kolonel TNI (Arh) Elphis Rudi pada rapat penanggulangan karhutla di kantor Bupati Muarojambi, Rabu (11/9) mengatakan, meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Jambi banyak dipengaruhi sumber air yang sulit dan lokasi kebakaran berada di kawasan gambut. Kemudian pemadaman kebakaran hutan dan lahan di daerah itu juga kurang mendapat dukungan dari perusahaan – perusahaan yang lahannya turut terbakar.

“Pantauan kami di lapangan, beberapa perusahaan yang lahannya terbakar dan kebakaran berada di sekitar lahan mereka kurang mendukung pemadaman kebakaran. Hal tersebut terbukti dari temuan kami di lahan perusahaan. Peralatan pemadam kebakaran milik perusahaan teronggok di sekitar lokasi kebakaran. Namun personil pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan perusahaan tidak ada di lapangan,” katanya.

Elphis Rudi memperingatkan agar perusahaan kehutanan dan perkebunan kelapa sawit di Jambi tidak setengah hati membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Keseriusan pengusaha penting membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan karena kondisi kebakaran hutan dan lahan di Jambi semakin parah dan asap pun masih terus menyebar.

Dijelaskan, kebakaran hutan dan lahan di Jambi hingga Rabu (11/9) masih cukup luas. Hal tersebut terbukti dari jumlah titik api yang terpantau di daerah itu. Total titik api yang masih menyala di Jambi hingga Rabu (11/9) mencapai 231 titik. Titi api paling banyakditemukan di Kabupaten Muarojami, yakni sekitar 127 titik, Tanjabtim (70 titik), Tanjungjabung arat (15 titik), Sarolangun (15 titik) dan Tebo (empat titik).

Menurut Elphis Rudi, jumlah titik api tersebut masih terus bertambah karena kebakaran hutan dan lahan di daerah itu masih terus meluas. Kebakaran hutan dan lahan di daerah itu bakal bisa padam jika hujan lebat turun beberapa hari.

Kembali Sekolah

Sementara itu kendati asap tebal masih menyelimuti Kota Jambi hingga Kamis (12/9/2019) pagi, seluruh siswa di kota itu, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sedarajat harus kembali sekolah Kamis (12/9/2019). Seluruh siswa di Kota Jambi kembali sekolah karena libur sekolah akibat asap di kota itu yang dimulai Senin (9/9/2019) sudah berakhir Rabu (11/9/2019).

“Libur sekolah terkait asap yang ditetapkan Wali Kota Jambi sudah berakhir Rabu. Jadi seluruh sekolah harus kembali melakukan kegiatan belajar mengajar Kamis. Namun jika sewaktu-waktu kondisi udara memburuk, seluruh sekolah diminta segera mengambil langkah-langkah dengan memberikan masker kepada siswa serta menghindari aktivitas belajar siswa di luar ruangan,”kata

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Abubakar di Jambi, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan, kadar Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi, Rabu (11/9) masih mencapai 200 partikel per million (ppm) atau kategori tidak sehat. Namun ISPU tersebt sudah menurun drastis dibandingkan kondisi Selasa (10/9) yang mencapai 700 ppm atau kategori berbahaya.

Melihat kondisi ISPU yang belum sehat, lanjut Abubakar, para guru dan orangtua sisiwa diminta tetap mengawasi anak-anak agar tidak banyak melakukan kegiatan di luar rumah dan sekolah. Para siswa juga diharapkan memakai masker hingga di ruang kelas jika kualitas udara semakin memburuk.



Sumber: Suara Pembaruan