Bravo-5 Tegaskan Komitmen Kembangkan SDM Indonesia

Bravo-5 Tegaskan Komitmen Kembangkan SDM Indonesia
Pendiri dan pembina Ormas Bravo 5, Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum Bravo 5 Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi, Penasihat Bravo 5 Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio, Ketua Dewan Penasihat Pemuda Bravo 5 Benny Ridwan, Ketua Umum Pemuda Bravo 5 Ali Fanser Marasabessy, para pengurus Pemuda Bravo 5 di Discovery Ancol Jakarta Utara, Minggu (25/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Carlos Roy Fajarta / FER Minggu, 25 Agustus 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri dan Pembina Bravo-5, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan, bangsa Indonesia harus bergerak cepat agar tak dilibas negara lain dalam pergerakan teknologi yang begitu cepat.

Luhut yang juga Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman mencontohkan, Tiongkok saat ini sudah mulai mengembangkan jaringan 5G, sehingga jaringan teknologi semakin kencang.

"Teknologi Tiongkok ini dampaknya sudah luar biasa. Processing datanya begitu cepat. Kalau kita tak ikut, bagaimana mau bersaing? Enggak boleh main-main," jelas Luhut dalam deklarasi organisasi masyarakat (Ormas) Bravo-5 sekaligus penandatanganan pengesahan Deklarasi Ormas Bravo Lima di Discovery Hotel, Ancol, Minggu (25/8/2019).

Luhut mengatakan, Indonesia harus terus menguatkan sumber daya manusia (SDM) agar bisa bersaing dengan negara-negara lain. Ia pun mendorong agar Bravo-5 menjaring anak-anak muda untuk dididik secara serius.

"Saya titip kalau ada anak-anak yang pintar, ayo kita dorong. Biar Bravo-5 cari, dari daerah mana saja. Kita ada sekitar Rp 65 triliun dana LPDP," kata Luhut.

Luhut juga mengajak masyarakat Indonesia agar jangan selalu berburuk sangka, apalagi menganggap Indonesia sebagai antek Tiongkok. Sebab, harus diakui bahwa Tiongkok berkembang sangat pesat sehingga Indonesia harus bisa mengambil manfaat dari perkembangan itu. "Kita jangan marah terus. Buruk sangka terus. Kapan mau maju kalau gitu?" kata Luhut.

Sementara itu, Ketua Umum Ormas Bravo-5, Jenderal (Purn) Fahrul Razi, mengatakan, Bravo 5 siap melawan segala ancaman terhadap Pancasila, NKRI, dan Kebhinekaan.

"Ancaman itu masih eksis ya, dan di beberapa tempat malah menguat. Maka kewajiban kita bersamalah untuk melawan," jelas Fahrul Razi.

Bravo-5 sendiri, lanjut Fahrul Razi, telah menguatkan jaringan di 34 Provinsi bahkan di luar negeri untuk menyatukan visi sekaligus memaksimalkan segala potensi yang ada agar bisa dikembangkan. "Kita tak boleh diam. Setiap ada peluang kita ambil, kita harus mengaum," tegasnya.

Fahrul Razi menambahkan, Bravo-5 komitmen mendukung program NawaCita II Jokowi-KH Ma'ruf Amin, termasuk dengan mendidik generasi muda agar melek teknologi, serta memanfaatkan segala peluang yang ada dengan baik.

"Kita menyiapkan generasi muda ke depan agar siap mengambil peran. Banyak peluang yang harus kita ambil. Bahkan Pak Luhut tadi sudah katakan, beliau siap menyekolahkan sampai ke luar negeri bagi anak-anak yang punya potensi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Pemuda Bravo-5, Benny Ridwan mengatakan, pidato dan arahan Luhut Binsar Pandjaitan menunjukkan, Bravo-5 sangat berkomitmen dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam pengembangan SDM. "Jadi sudah ditegaskan, penguatan SDM adalah kunci kemajuan bangsa. Agar kita bisa bersaing dengan negara lain," jelasnya.

Benny juga mengingatkan, pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin juga sudah mencanangkan fokus program Infrastruktur dan SDM dalam lima tahun kedepan.

"Intinya kita sudah menguatkan komitmen mendukung progran Nawa Cita II pak Jokowi-Kiai Maruf Amin. Kita yakin pemerintahan lima tahun kedepan akan semakin sukses," tegas Benny Ridwan.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan