Dua Napi Lapas Baubau Menyerahkan Diri

Dua Napi Lapas Baubau Menyerahkan Diri
Ilustrasi tahanan kabur ( Foto: Ist )
/ WBP Minggu, 25 Agustus 2019 | 12:04 WIB

Baubau, Beritasatu.com - Dua orang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, Sulawesi Tenggara yang sempat kabur, menyerahkan diri di Kota Kendari, Jumat (23/8//2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kepala Lapas Kelas IIA Baubau, Wahyu Prasetyo, mengatakan, kedua napi itu adalah Ahmad Kamaruddin (30) dan Abdul Aziz (29). "Mereka kabur dari lapas pada Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 02.30 WITA," kata di Baubau, Minggu (25/8/2019).

Menurut Wahyu, keduanya secara sukarela menyerahkan diri dengan syarat di Kendari dan minta dijemput di salah satu tempat di sana.

Setelah kedua narapidana diamankan, kata dia, pihaknya langsung memindahkan ke Lapas Kendari.

Ia mengatakan, warga binaan Ahmad Kamaruddin alias Aco terpidana penipuan yang divonis tiga tahun sudah menjalani hukuman sekitar setahun lebih dan sekitar empat bulan ke depan sudah bisa mendapat pembebasan bersyarat.

Sedangkan Abdul Aziz terpidana penggelapan bila mau bersabar, maka sekitar dua bulan lagi sudah bisa mendapat program cuti bersyarat.

"Karena melarikan diri merupakan suatu pelanggaran tata tertib tingkat berat jadi ada sanksinya. Yang jelas akan masuk ke register pelanggaran tata tertib, kemudian juga akan dicabut hak-haknya," tandas Wahyu Prasetyo.

Alasan kedua napi melarikan diri, menurut dia, karena persoalan utang dengan sesama narapidana sehingga kemungkinan ada ketakutan.

Wahyu menjelaskan, kedua napi tersebut kabur dengan cara memanjat pos 1 menggunakan bantuan kabel penangkal petir, lalu turun menggunakan kain selimut. "Posnya sudah sangat rendah. Makanya sangat mudah," kata Wahyu Prasetyo.

Setelah berhasil keluar, tambah dia, keduanya hendak kabur dari Baubau menyeberang ke Tolandona Buton Tengah, selanjutnya ke Muna Barat hingga menyeberang ke Kendari.

Dikatakannya, meskipun kedua napi sudah kembali diamankan, tapi tetap akan ada sanksi terhadap petugas karena ada unsur kelalaian.

"Kami akan periksa dan tentu akan menjadi bahan evaluasi sistem pengamanan Lapas Baubau," kata Wahyu Prasetyo.



Sumber: ANTARA