Banjir Bandang di Kulawi, Rumah Hilang dan Rusak Bertambah

Banjir Bandang di Kulawi, Rumah Hilang dan Rusak Bertambah
Banjir Bandang yang terjadi di Kulawi, Sigi, Sulawsi Tengah. ( Foto: istimewa )
John Lorry / CAH Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:41 WIB

Palu, Beritasatu.com - Kerusakan rumah akibat banjir bandang yang menerjang Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (12/8/2019) bertambah. Dilaporkan, ada tujuh rumah hanyut dibawa banjir, puluhan rumah rusak berat dan akses jalan terputus total.

“Setelah didata jumlah rumah hilang dan rusak bertambah, tapi tidak ada korban jiwa,” kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Gayus Sampe, Rabu (14/8/2019) petang.

Dia mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kulawi Raya, yang terdiri atas empat kecamatan, yakni Kecamatan Kulawi, Kullawi Selatan, Pipikoro dan Lindu.

Pemerintah Kabupaten Sigi lanjutnya, telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan dan air bersih di wilayah terdampak banjir.

Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri menyatakan banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa jam.

“Curah hujan tinggi juga mengakibatkan longsor dan jalan putus di poros Palu – Kulawi, Dusun Sadaunta Desa Namo,” katanya.

Kepala Dusun 4 Desa Namo, Rosbin mengatakan, banjir pada aliran Sungai Sadaunta sangat cepat. Tumpukan kayu dan batu-batu besar dari gunung menghantam rumah warga sehingga tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan.

Sementara, seorang korban mengaku mendengar suara gemuruh dari arah gunung, namun warga tetap berdiam diri di rumah karena hujan yang cukup deras.

“Huja deras sejak sore, tiba-tiba ada suara gemuruh batu dari Gunung Sadaunta diikuti banjir dan lumpur. Nanti ada orang teriak baru kami lari keluar rumah,” kata Rustam (50), warga Dusun Sadaunta, Desa Namo.

Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala mengatakan Kabupaten Sigi merupakan daerah yang paling tinggi terjadinya bencana alam banjir dan longsor.

“Sigi memang termasuk daerah yang cukup rawan bencana alam. Selama beberapa bulan terakhir ini, Kabupaten Sigi dilanda banjir bandang. Terbesar terjadi di Kecamatan Dolo Selatan dan Gumbasa yang mengakibatkan ratusan rumah warga rusak berat tertimbun material pasir dan limbah kayu serta sempat memutuskan akses jalan provinsi antara Desa Saluki dan Desa Tuva,” paparnya.



Sumber: Suara Pembaruan