Cegah Stunting, KKP Gencar Tingkatkan Konsumsi Ikan

Cegah Stunting, KKP Gencar Tingkatkan Konsumsi Ikan
Ilustrasi ikan hasil tangkapan nelayan. ( Foto: Antara / Ampelsa )
Leonard AL Cahyoputra / FER Jumat, 9 Agustus 2019 | 15:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan sosialisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah. Hal itu karena kandungan gizi pada ikan mampu mengatasi masalah hambatan pertumbuhan (stunting) yang melanda beberapa daerah di Indonesia.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono mengatakan, saat ini baru tiga provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting.

"Mengonsumsi ikan mampu atasi gizi buruk. Makanya kami akan terus mengajak masyarakat terus makan ikan, terutama daerah yang tingkat konsumsinya masih rendah. Salah satunya di Garut ini," ujar Aryo Hanggono dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurut Aryo, di tengah jumlah penduduk yang terus meningkat, sangat penting menjaga ketahanan pangan. Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. "Oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh dari perikanan tangkap maupun hasil budidaya," tandas Aryo.

Mengingat Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum terlepas dari masalah stunting, maka kegiatan Safari Gemarikan harus terus dilaksanakan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Aryo menyebutkan, masih banyak daerah yang tingkat konsumsinya rendah.

"Makanya kami nanti kami akan hadir di sana. Salah satu kegiatan untuk menjaga ketersediaan ikan ya restocking, dengan menebar benih ikan nilam seperti yang baru saja dilakukan di Situ Bagendit ini," kata Aryo.

Angka konsumsi ikan Kabupaten Garut 2018 hanya sebesar 20,70 kilogram (kg)/kapita (setara ikan utuh segar), masih di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat 29,64 kg/kapita. Jumlah ini bahkan jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang sebesar 50,69 kg/kapita.

Di tempat yang sama, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengungkapkan, ikan menjadi bagian penting dari upaya mencerdaskan dan meningkatkan gizi anak-anak Garut yang saat ini jumlah mencapai 400.000 jiwa dari total jumlah 2,7 juta penduduk Garut.

"Bila ini (upaya peningkatan konsumsi ikan) terus dilaksanakan maka akan tercipta generasi emas pada tahun 2045 mendatang," ucap Rudy Gunawan.

Rudy mengklaim, program dan bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat telah berhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Garut turun sebesar 2 persen yaitu dari 11,27 persen di 2017 menjadi 9,27 persen di 2018.

"Kontribusi bantuan yang diberikan pusat untuk Garut sangat besar, terutama untuk penurunan angka kemiskinan," tandas Rudy Gunawan.

Sebagai informasi, pada kunjungan kerja tersebut, KKP memberikan bantuan dengan total senilai Rp44,6 miliar. Adapun rinciannya Rp 41,2 miliar untuk pengembangan perikanan tangkap, Rp777 juta di bidang perikanan budidaya, Rp1,4 miliar untuk penguatan daya saing, Rp142 juta untuk riset dan pengembangan sumber daya manusia, dan Rp 150 juta bantuan permodalan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

Bantuan KKP yang menyentuh langsung masyarakat Garut adalah pemberian bantuan kapal< 5 GT dan alat penangkapan ikan gillnet untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap dengan mengutamakan kelestarian sumber daya ikan melalui penggunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Selain itu, juga diberikan bantuan berupa sarana distribusi dan sistem rantai dingin untuk mempertahankan mutu kesegaran dalam bentuk kendaraan berpendingin, chest freezer, dan ice flake machine.



Sumber: Investor Daily