Status Gunung Slamet Ditingkatkan Jadi Waspada

Status Gunung Slamet Ditingkatkan Jadi Waspada
Gunung Slamet ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Adi Marsiela / CAH Jumat, 9 Agustus 2019 | 10:51 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Badan Geologi, Kasbani menyatakan status Gunung Slamet 3.432 mdpl (meter di atas permukaan laut) ditingkatkan dari Normal (level I) jadi Waspada (level II) mulai Jumat (9/8/2019) pukul 9.00 pagi.

"Ini seiring peningkatan aktivitas magmatik di sana," kata Kasbani di Bandung.

Secara administratif Gunung Slamet masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

Kasbani mengungkapkan tingkat aktivitas Gunung Slamet adalah Level I (Normal) sejak tanggal 9 September 2015. Peningkatan aktivitas vulkanik terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014, berupa kenaikkan aktivitas diikuti erupsi menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (Type strombolian).

Berdasarkan pengamatan visual sejak 1 Juni-8 Agustus 2019, ungkap Kasbani, terpantau asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati dengan maksimum ketinggian 300 meter dari atas puncak. Sementara rekaman kegempaan dalam periode yang sama didominasi oleh gempa hembusan dan tektonik. Tercatat ada 51.511 gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 gempa tektonik jauh.

Data ini memperlihatkan adanya akumulasi energi magmatik dari dalam tubuh gunung. "Energi itu meningkat secara gradual makanya kami tingkatkan statusnya," ujar Kasbani.

Peningkatan status ini berdampak pada potensi ancaman bahaya Gunung Slamet. Kasbani menyatakan potensi bahaya itu berupa erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar dalam radius dua kilometer dari puncak. "Ada juga potensi erupsi freatik (uap air dan gas) serta hujan abu tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas," terangnya.

Makanya, Kasbani mengimbau para pendaki dan mereka yang berniat menggelar upacara 17 Agustus di Gunung Slamet untuk memerhatikan rekomendasi dari PVMBG. "Ini berlaku sebenarnya untuk seluruh gunung api. Saat ini ada 22 gunung api statusnya di atas normal. Dari jumlah itu, 18 gunung api statusnya waspada dan 4 gunung api statusnya siaga (level III)," ujar Kasbani.



Sumber: Suara Pembaruan