Kesultanan Kutai Beri Gelar Pangeran Wira Ambara untuk Panglima TNI

Kesultanan Kutai Beri Gelar Pangeran Wira Ambara untuk Panglima TNI
Sultan Kutai Aji Muhammad Arifin menyampaikan tanda gelar Pangeran Wira Ambara dari Kesultanan Kutai Kartanegara kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 8 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Asni Ovier / AO Jumat, 9 Agustus 2019 | 10:32 WIB

Samarinda, Beritasatu.com - Kesultanan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan gelar kehormatan Pangeran Wira Ambara kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pemberian gelar itu dilakukan sebelum upacara penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di GOR Sempaja, Samarinda, Kaltim, Kamis (8/8/2019).

Panglima TNI mengucapkan terima kasih atas gelar kehormatan yang diberikan kepadanya itu. "Ini penghargaan yang sangat luar biasa kepada kami, baik sebagai pribadi maupun institusi TNI,” kata Panglima TNI seperti dikutip dari siaran pers Puspen TNI di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Sementara, Sultan Kutai Kartanegara XXI, Aji Muhammad Arifin mengatakan, gelar Pangeran Wira Ambara itu memiliki arti pangeran yang berjiwa ksatria dan berjaya di angkasa. Pemberian gelar itu sesuai dengan matra Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, yaitu TNI Angkatan Udara.

Menurut Sultan Aji, penganugerahan gelar tersebut juga karena jasa Panglima TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara, sehingga pembangunan dapat berlangsung lancar. "Termasuk juga secara langsung turut membangun melalui program TMMD, yang salah satunya digelar di wilayah Kodim 0901 Samarinda, Kalimantan Timur, yang dalam sejarahnya dulu termasuk wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara," ujarnya seperti dikutip Antaranews.com.

Terkait pelaksanaan TMMD 2019, Panglima TNI mengatakan, kegiatan itu pertama kali digelar pada 1980 saat Panglima TNI dijabat Jenderal Muhammad Yusuf dengan nama kegiatan ABRI Masuk Desa (AMD). Dalam kegiatan itu, yang tidak berubah hingga sekarang, prajurit bekerja sama dengan masyarakat mengerjakan berbagai kegiatan pembangunan, seperti proyek infrastruktur jalan, jembatan, rumah ibadah, memperbaiki sekolah, hingga pembinaan mental dan spiritual.

"Hasil-hasil kegiatan TMMD ke-105 ini saya harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Apa yang telah dibangun bersama ini hendaknya juga dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang,” kata Panglima.

Pada kesempatan itu juga, Panglima atas nama seluruh prajurit TNI mengucapkan terima kasih kepada para pejabat daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kementerian, dan lembaga pemerintah serta Polri atas kerja sama yang telah diberikan. “Berkat bantuan semua pihak, seluruh kegiatan terlaksana dengan baik,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto.

Di dalam program TMMD ke-105 di seluruh Indonesia telah dibangun jalan sepanjang sekitar 24,4 kilometer, pembuatan parit saluran irigasi dan siring sepanjang 3,6 kilometer, 7.418 unit jembatan, merehab 35.166 unit rumah, memasang jaringan pipa sepanjang 1,2 kilometer meter untuk air bersih, membangun 8.162 unit sarana ibadah, membangun 7.708 gedung sekolah, dan memasang jaringan listrik di 15.484 lokasi.



Sumber: BeritaSatu.com