Hilang di Selat Lombok, Dua Nelayan Ditemukan Selamat

Hilang di Selat Lombok, Dua Nelayan Ditemukan Selamat
Ilustrasi Nelayan ( Foto: berita satu / IST )
I Nyoman Mardika / FER Kamis, 18 Juli 2019 | 22:10 WIB

Amlapura, Beritasatu.com - Dua nelayan kakak beradik asal Karangasem yang dikabarkan hilang saat hendak pulang dari Lombok, yakni I Made Wardika (35) dan I Nyoman Sunarti (40), akhirnya ditemukan, Kamis (18/7/2019). Keduanya mendarat di Pantau Bundut Panggang, Desa Kaliasem, Singaraja, Buleleng.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka mengungkapkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, keduanya balik dari Lombok sekitar pukul 20.00 Wita menuju ke Seraya Timur. Sekitar pukul 22.00 Wita, keluarga masih sempat berkomunikasi dan mendapat kepastian keduanya masih berada di tengah selat Lombok.

"Biasanya keduanya tiba pukul 24.00 Wita, namun sampai pagi tak kunjung sampai di Seraya. Karena kondisi itulah, keluarga korban melaporkan kejadian ini kepada kami sekitar pukul 06.30 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung turun ke Pantai Bugbub untuk melakukan pencarian bersama Satpolair Polres Karangasem, Bakamla dan Balawista dengan menyisir laut selat Bali-Lombok," kata Eka.

Dalam penyisiran, lanjut Eka, tim gabungan yang diperkuat lima personel kurang lebih sekitar enam jam tidak menemukan apa-apa. Setelah itu, pihaknya mendapatkan informasi dari pihak keluarga korban dan petugas bahwa keduanya sudah ditemukan dalam kondisi selamat.

"Mereka mendarat di Pantai Bundut Panggang, Desa Kaliasem, Singaraja. Kini keduanya dijembut pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumahnya di Seraya Timur," jelas Eka.

Salah satu keluarga korban yang ditemui di Pantai Bugbung, I Nengah Wini, menuturkan, keduanya merupakan kakak adik. Mereka ke Lombok untuk menjual ikan hasil tangkapan saat melaut sebanyak 400 ekor. Ikan dijual ke Lombok karena harga di sana mahal.

"Usai menjual ikan keduanya rencananya menginap di rumah teman yang ada di Lombok, tapi kemudian memutuskan kembali ke Bali,” ujar Wini.



Sumber: Suara Pembaruan