Logo BeritaSatu

Alibi Surat Polisi Minta Pertandingan Mundur, Pengamat Nilai Prematur

Jumat, 7 Oktober 2022 | 13:27 WIB
Oleh : Vento Saudale / WIR

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai prematur alibi permintaan surat mundur waktu pertandingan Arema dengan Persebaya dari malam ke sore, terkait Tragedi Kanjuruhan.

Sebelumnya, polisi telah merekomendasikan agar laga digelar sore dan bukan malam. Polisi sudah mengirim surat rekomendasi terkait pemindahan jam kick off Arema FC vs Persebaya.

Namun, rekomendasi tersebut ternyata diabaikan oleh Panpel Arema FC dan regulator PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Kepada Beritasatu.com, Kamis (6/10/2022), Fahmi menilai Polisi mempunyai kewenangan untuk tetap memaksa panitia pelaksana (Panpel) pertandingan sore pukul 15.30 WIB bukan pukul 20.00 WIB, sesuai keinginan Panpel dan regulator PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Surat Kapolres kemarin, tak bisa jadi alibi. Benar bahwa Polri telah memberi saran. Namun jika diabaikan, Kapolda punya hak veto. Dia bisa tidak mengizinkan pertandingan digelar dengan alasan keamanan. Kenapa tidak dilakukan?," kata Fahmi.

Karena pertandingan tetap diizinkan sesuai rencana awal, seharusnya yang dilakukan polisi adalah menyesuaikan rencana pengamanannya.

"Ini tidak sulit, apalagi sebelumnya polisi sudah punya perkiraan kerawanan (merujuk surat kapolres) yang perlu diantisipasi," paparnya.

Jumlah penonton yang melonjak, juga bukan hal yang tidak bisa diantisipasi. Kondisi lapangan bukan sesuatu yang statis. Massa di stadion sangat dinamis dan pihak aparat mengerti betul karena bisa belajar dari aksi pengendalian massa pendemo.

Fahmi pun menilai penggunaan gas air mata yang dilarang FIFA membuktikan para aparat keamanan dalam melakukan pengamanan tidak sesuai dengan standar operasional presedur atau SOP.

"Menurut saya, tragedi ini secara faktual ya karena masalah keamanan dan kegagalan pengamanan. Ketika situasi di lapangan memburuk dan krisis terjadi, polisi gagal melakukan analisis situasi secara cepat untuk menentukan cara bertindak yang tepat," katanya.

Kata dia, penghalauan dengan gas air mata dianggap pilihan termudah, gak perlu pikir panjang. Namun langkah itu tak terkoordinasi dengan baik, hingga menimbulkan kepanikan dan kefatalan.

"Lontaran gas tidak hanya mengarah ke lapangan, namun juga ke tribun yang masih dipadati penonton. Bisa jadi karena dilakukan secara asal. Sementara itu, pintu keluar tak segera dibuka, sedangkan di luar aparat juga melakukan penghadangan," katanya.

Fahmi menegaskan, tragedi Kanjuruhan di Malang menyebabkan 131 orang meninggal dan 420 orang luka murni kelalaian dan kebodohan.

"Lakukan investigasi menyeluruh! Mereka sudah bikin negara repot, malu, dan seluruh dunia bersedih. Jika hasil investigasi menemukan kesalahan dan pelanggaran, ya tindak lanjuti dengan proses hukum," tambah Fahmi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sura dan Suru Jadi Maskot Pemilu 2024

Maskot pemilu 2024 bernama "Sura" dan "Suru" merupakan karya Stephanie, mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pradita Tangerang, Banten.

NEWS | 3 Desember 2022

Banjir di Jateng, Ganjar Pranowo Siapkan Anggaran Darurat Rp 15 M

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran darurat Rp 15 miliar untuk penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah.

NEWS | 3 Desember 2022

Ganjar Serahkan Keputusan Pencapresan ke Ketua Umum Partai

Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai pencapresan untuk Pilpres 2024 kepada para ketua umum partai.

NEWS | 3 Desember 2022

Rumah Contoh Tahan Gempa Dibangun di Cianjur

Rumah contoh tahan gempa dibangun di Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur Kota.

NEWS | 2 Desember 2022

Gempa Cianjur: BMKG Ungkap 4 Penyebab Kerusakan Bangunan

BMKG memaparkan empat faktor utama penyebab kerusakan bangunan akibat guncangan gempa Cianjur, Jawa Barat.

NEWS | 2 Desember 2022

Wapres Harap Yudo Margono Teruskan Kebijakan Keamanan Papua

Wapres berharap Laksamana TNI Yudo Margono, sebagai calon panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa, dapat melanjutkan kebijakan keamanan di Papua.

NEWS | 2 Desember 2022

Kematian Covid-19 Jadi Proporsional, Pakar: Percepat Booster

Dicky Budiman menyatakan bahwa pemerintah harus segera mempercepat vaksinasi Covid-19 booster pertama dan kedua karena kasus kematian jadi proporsional.

NEWS | 2 Desember 2022

Jusuf Kalla Kenang Ferry Mursyidan Baldan Sebagai Sosok Humoris

Jusuf Kalla (JK) mengenang mantan menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan sebagai sosok humoris.

NEWS | 2 Desember 2022

Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka Almarhum Ferry Mursyidan Baldan

Presiden Jokowi melayat ke rumah duka almarhum Ferry Mursyidan Baldan di daerah Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat (2/12/2022).

NEWS | 2 Desember 2022

Yudo Margono Bakal Perhatikan Kesejahteraan Prajurit

Peningkatan kesejahteraan prajurit TNI menjadi salah satu hal yang diperhatikan Laksamana Yudo Margono.

NEWS | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Top 5 News: Percepatan Vaksin Booster, Visi Yudo Margono hingga Tembok CIMB Finance Roboh

Top 5 News: Percepatan Vaksin Booster, Visi Yudo Margono hingga Tembok CIMB Finance Roboh

NEWS | 18 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE