Logo BeritaSatu

AHY Sebut Ada Muatan Politik dalam Kasus Lukas Enembe

Kamis, 29 September 2022 | 12:49 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah berkomunikasi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe. Komunikasi tersebut dalam rangka menyikapi kasus hukum yang tengah dihadapi Lukas.

Usai berkomunikasi dengan Lukas, AHY dan jajaran lalu melakukan penelaahan dengan juga mengacu pada pengalaman politik sebelumnya. Hal itu untuk mencermati ada tidaknya muatan politik di kasus hukum Lukas.

"Kami melakukan penelaahan secara cermat, apakah dugaan kasus Pak Lukas ini murni soal hukum, atau ada pula muatan politiknya," kata AHY saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Mengenai muatan politik, AHY menerangkan hal itu tak lepas dari polemik dugaan intervensi dari elemen negara dalam penentuan wakil gubernur Papua. Bahkan, AHY menyebut dugaan intervensi tersebut pernah terjadi beberapa kali.

AHY menjelaskan, pada 2017 pihaknya pernah membela Lukas Enembe saat ada intervensi dari elemen negara. Intervensi itu dalam rangka memaksakan seorang sosok bakal calon untuk menjadi wakil Lukas Enembe saat Pilkada 2018. Padahal, penentuan pasangan calon ketika itu merupakan kewenangan Partai Demokrat.

"Ketika itu, Pak Lukas diancam untuk dikasuskan secara hukum, apabila permintaan pihak elemen negara tersebut, tidak dipenuhi. Alhamdulillah, atas kerja keras Partai Demokrat, intervensi yang tidak semestinya itu tidak terjadi," ucap AHY.

Hal serupa terjadi di 2021, ketika Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal wafat. Upaya intervensi berupa memaksakan calon wakil gubernur yang dihendaki kembali mencuat.

"Saat itu pun, Partai Demokrat kembali melakukan pembelaan secara politik terhadap Pak Lukas. Kami berpandangan, intervensi dan pemaksaan semacam ini tidak baik untuk kehidupan demokrasi kita," imbuh AHY.

Kini, AHY menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan hukum kepada Lukas jika dibutuhkan. AHY juga meminta agar penanganan kasus Lukas tidak dipolitisasi.

"Kami hanya bermohon agar hukum ditegakkan secara adil. Jangan ada politisasi dalam prosesnya," ujar AHY.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Elon Musk Ungkap Rekor Sepanjang Masa Pengguna Baru di Twitter

CEO Twitter Elon Musk mengatakan, pengguna baru di platform media sosial yang dimilikinya ini mencapai rekor sepanjang masa.

NEWS | 27 November 2022

Kapolda Jabar Bakal Proses Hukum Pencopot Label Gereja di Posko Gempa Cianjur

Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana memastikan akan memproses hukum pelaku pencopotan label gereja di lokasi pengungsian korban gempa Cianjur. 

NEWS | 27 November 2022

Mayoritas Publik Setuju Kapolri Larang Tilang Manual

Mayoritas publik yang setuju terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang anggotanya melakukan tilang manual.

NEWS | 27 November 2022

Kasus Teddy Minahasa Dinilai Bukti Kapolri Tak Pandang Bulu

Kasus peredaran narkoba yang diduga melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa dinilai bukti Kapolri tak memandang bulu dalam menindak anggotanya.

NEWS | 27 November 2022

Anwar Ibrahim Tak Mau Tunjuk Menteri sebagai Bentuk Penghargaan

PM Malaysia Anwar Ibrahim bakal merampingkan kabinet, dan meniadakan kebiasaan menujuk menteri sebagai bentuk penghargaan.

NEWS | 27 November 2022

Aremania Tuntut Keadilan soal Tragedi Kanjuruhan, Malang Lumpuh

Aremania menggelar aksi demonstrasi menuntut keadilan terkait tragedi Kanjuruhan dengan menutup 30 titik jalan. Akibatnya, Malang lumpuh total.

NEWS | 27 November 2022

Catat! Ini Dampak Negatif Menggunakan Earphone Terlalu Lama

Menurut Budi, durasi penggunaan earphone yang terlalu lama dan volume yang terlalu keras dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

NEWS | 27 November 2022

PDIP Serahkan Bantuan untuk Guru dan Pelajar di Kediri

PDIP memberikan bantuan kepada guru-guru dan pelajar di Kediri, Jawa Timur berupa 1.000 unit sepeda dan 2.000 pasang sepatu. 

NEWS | 27 November 2022

Ganjar Pranowo Ungkap Kedekatan Emosional dengan PPP

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkap kedekatan emosionalnya dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

NEWS | 27 November 2022

Dokter Rekomendasikan Aturan 60/60 untuk Pengguna Earphone

"Setelah penggunaan earphone selama 60 menit, disarankan melepas gawai dan memberikan jeda untuk telinga beristirahat," jelas dr Budi.

NEWS | 27 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lokananta Jadi Sentra Kreativitas Musisi, Seniman dan UMKM

Lokananta Jadi Sentra Kreativitas Musisi, Seniman dan UMKM

EKONOMI | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE