Logo BeritaSatu

SBY-AHY Dinilai Mulai Terapkan Strategi Playing Victim Jelang 2024

Minggu, 25 September 2022 | 19:37 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah mulai menerapkan strategi playing victim demi meraup keuntungan elektoral pada Pemilu 2024. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Forum Relawan Demokrasi (Foreder) Aidil Fitri.

Aidil mengecam keras strategi tersebut, karena tidak didukung dengan bukti dan data yang memadai. “Seharusnya mereka (SBY dan AHY) tidak menuduh tanpa didasari bukti yang kuat mulai dari soal tuduhan pemerintah saat ini hanya gunting pita sampai tudingan kecurangan 2024, hanya membuat suasana gaduh saja,” ujar Aidil kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Aidil mengatakan tuduhan pemilu curang yang disampaikan SBY sebenarnya mau menggiring opini masyarakat bahwa jika terjadi hanya dua pasangan calon (paslon) pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, berarti sudah ada skenario dari pemerintah untuk menggagalkan kandidat tertentu, termasuk AHY sebagai anaknya. Padahal, kata Aidil, jumlah pasangan capres-cawapres sangat tergantung lobi-lobi antara parpol, termasuk Demokrat untuk mengusung kandidat.

“Kalaupun hanya ada dua pasangan calon, kan sah-sah saja dan itu tidak dilarang oleh konstitusi. Nah, untuk mencegah itu, makanya Partai Demokrat perlu memperkuat lobi politik dengan parpol lain supaya bisa mengusung pasangan capres-cawapres yang diinginkan. Jangan sampai tidak mampu bangun koalisi, lalu menuduh tanpa dasar kepada pemerintah,” kata Aidil.

Aidil mengatakan saat ini sudah banyak pihak dan lembaga yang mengawasi jalannya tahapan Pemilu 2024. Karena itu, kata dia, jika menemukan adanya kecurangan, sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwajib, bukan malah melempar ke publik tanpa disertai bukti yang memadai.

“Jika memang ada indikasi bakal terjadi kecurangan pemilu 2024 sebaiknya SBY melaporkannya kepada pihak berwajib agar diproses, jangan buat gaduh dengan melemparkan tuduhan ke publik tanpa bukti yang jelas,” tuturnya.

Hal yang sama, menurut Aidil, dilakukan AHY dengan menyebut era Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya menjadi rezim gunting pita dari pembangunan infrastruktur pada era SBY. Menurut Aidil, pernyatan AHY ini jauh dari kenyataan yang ada. Karenanya, banyak serangan balik ke AHY.

“Rakyat saat ini sudah cerdas dan data-data pembangunan infrastruktur setiap kepemimpinan sudah mudah didapatkan, itu perbandingan jauh berbeda antara SBY dan Jokowi. Justru pada pemerintahan SBY proyek banyak mangkrak, seperti proyek Hambalang, pembangkit listrik 10.000 megawatt yang banyak mangkrak di era SBY,” kata Aidil.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
FIFA Selidiki Insiden Bendera Kosovo di Ruang Ganti Timnas Serbia

FIFA Selidiki Insiden Bendera Kosovo di Ruang Ganti Timnas Serbia

SEMESTA BOLA 2022 | 49 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE