Logo BeritaSatu

Rumor Kudeta Tiongkok, Xi Jinping Disebut Jadi Tahanan Rumah

Minggu, 25 September 2022 | 05:41 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beijing, Beritasatu.com- Rumor kudeta Tiongkok dan Xi Jinping sebagai tahanan rumah menjjadi salah satu topik trending teratas di Twitter. Seperti dilaporkan Newsweeks, Sabtu (24/9/2022), rumor itu beredar di tengah laporan yang tidak berdasar bahwa Xi Jinping berada di bawah tahanan rumah dan bahwa Tiongkok berada di tengah kudeta militer.

Xi dan frasa #ChinaCoup menjadi tren di media sosial setelah puluhan ribu pengguna menyebarkan desas-desus yang belum dikonfirmasi bahwa presiden ditahan dan digulingkan dipandu oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA).

Spekulasi Xi Jinping dikudeta ini, yang belum dibahas oleh sumber yang memiliki reputasi baik, muncul karena hampir tidak ada penerbangan komersial yang terbang di atas ibu kota Beijing pada Sabtu. Ada juga laporan yang belum diverifikasi mengklaim semua kereta api dan bus juga dibatalkan dari Beijing.

Situs internet Bandara Ibukota Beijing memang menunjukkan bahwa beberapa penerbangan keluar dari ibu kota Tiongkok telah dibatalkan. Namun banyak juga yang masih terjadwal atau sudah mendarat. Ada juga laporan bahwa kudeta itu dibatalkan di tengah rencana latihan militer.

Satu video yang dibagikan secara luas yang diposting di Twitter juga dilaporkan menunjukkan barisan kendaraan militer sepanjang 80 kilometer menuju Beijing di tengah laporan kudeta militer pada 22 September.

Namun, video tersebut berdurasi kurang dari satu menit sehingga tidak terlihat jika antrean kendaraan militer membentang sejauh 80 km. Tidak dikonfirmasi kapan atau di mana itu difilmkan, atau bahwa konvoi menuju ke Beijing sebagai bagian dari kudeta militer.

Desas-desus itu juga dipicu oleh politisi India Subramanian Swamy, yang mencuit ke 10 juta pengikutnya pada hari Sabtu: "Rumor baru yang harus diperiksa: Apakah Xi Jingping [sic] di bawah tahanan rumah di Beijing? Ketika Xi berada di Samarkand baru-baru ini, para pemimpin dari Partai Komunis Tiongkok seharusnya telah mencopot Xi dari penanggung jawab Angkatan Darat Partai. Kemudian tahanan rumah menyusul. Jadi rumornya begitu."

Dalam serangkaian cuitan Twitter, Drew Thompson, mantan pejabat Departemen Pertahanan untuk Tiongkok, Taiwan dan Mongolia, menggambarkan desas-desus itu sebagai "kebohongan total."

"Rumor bahwa Xi Jinping telah ditangkap memiliki alasan karena ini adalah momen politik yang sensitif di Tiongkok, dan pengadilan (dan vonis) baru-baru ini dari pejabat senior yang menjabat lama menciptakan suasana rumah kaca," tulis Thompson.

"Diskusi terbuka tentang oposisi terhadap Xi membuat desas-desus itu masuk akal. Meskipun kurangnya bukti bahwa Xi menghadapi oposisi internal, spekulasi tetap ada. Ini meningkatkan masuk akal dari rumor, atau harapan bagi sebagian orang, bahwa Xi akan ditangkap."

Frida Ghitis, kolumnis urusan dunia dan mantan koresponden CNN, juga menepis "rumor liar" yang keluar dari Tiongkok. "Media sosial ramai dengan klaim bahwa telah terjadi kudeta di Tiongkok, bahwa Xi Jinping berada di bawah tahanan rumah. Tetapi tidak ada bukti bahwa ini benar."

Presiden Xi baru-baru ini menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan. Di sana, ia mengadakan pembicaraan dengan presiden Rusia Vladimir Putin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

ASO Jabar dan Jateng hingga Tenda Sakinah Terpopuler di Beritasatu.com

Analog switch off (ASO) di Jawa Barat dan Jawa Tengah dan "Tenda Sakinah" gempa Cianjur terpopuler di Beritasatu.com.

NEWS | 2 Desember 2022

Hari Ini Laksamana Yudo Margono Jalani Fit and Proper Test

Laksamana TNI Yudo Margono akan menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon panglima TNI.

NEWS | 2 Desember 2022

Dasco Tegaskan Kebebasan adalah Pilar Utama Demokrasi

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan jaminan dan perlindungan terhadap hak dan kebebasan warga negara merupakan pilar utama demokrasi.

NEWS | 2 Desember 2022

Peluang Menang Pemilu 2024 Besar, 3 Ketua Umum KIB Semakin Solid

Tiga ketua umum (ketum) dan para elite partai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terus menunjukkan soliditas.

NEWS | 2 Desember 2022

Komisi II DPR Minta KPU Jalani Putusan MK soal Syarat Eks Koruptor Nyaleg

Komisi II DPR meminta KPU mematuhi dan menjalankan putusan MK yang melarang koruptor setelah 5 tahun keluar dari penjara untuk maju caleg.

NEWS | 2 Desember 2022

DPR Optimistis Jokowi Setuju dengan Data Desa Presisi

DPR optimistis Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal setuju dengan usulan menghadirkan data desa presisi atau DDP.

NEWS | 2 Desember 2022

Heru Budi Minta Jakpro Mediasi Warga Kampung Bayam yang Belum Tempati Rusun

Heru Budi meminta PT Jakpro memediasi warga Kampung Bayam. Hal itu karena hingga saat ini warga Kampung Bayam belum dapat menempati rusun.

NEWS | 2 Desember 2022

Gempa Cianjur, Dana Ganti Rumah Rusak Diharapkan Cair Pekan Depan

Bupati Herman mengaku sudah menandatangani SK penggantian rumah rusak akibat gempa Cianjur untuk diusulkan kepada BNPB yang akan diteruskan ke Kemenkeu.

NEWS | 2 Desember 2022

Mardiono Ajak GMPI Berjuang Angkat Suara PPP

Mardiono mengajak Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) untuk berjuang mengangkat suara PPP pada Pemilu 2024.

NEWS | 2 Desember 2022

Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita, Panglima TNI: Sudah Diproses

Perwira Paspampres berinisial Mayor Infanteri BF diduga memerkosa prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Nantikan Data Tenaga Kerja

Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Nantikan Data Tenaga Kerja

EKONOMI | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE