Logo BeritaSatu

AS Akan Cairkan Dana Rp 52 Triliun Afghanistan yang Dibekukan

Jumat, 16 September 2022 | 09:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) akan mencairkan US$3,5 miliar (Rp 52 miliar) dana Afghanistan yang dibekukan. Seperti dilaporkan RT, Rabu (14/9/2022), Washington akan mentransfer sebagian dari cadangan bank sentral negara itu ke dana di Swiss

AS sedang bersiap untuk melepaskan setengah dari US$7 miliar (Rp 104 triliun) dana bank sentral Afghanistan yang disita dan mentransfernya ke bank di Swiss untuk pencairan lebih lanjut. Taliban, sementara itu, menuntut agar uang itu diberikan kepada pemerintah Afghanistan.

Langkah itu diumumkan pada hari Rabu oleh Departemen Keuangan AS, yang menyatakan bahwa US$3,5 miliar akan ditempatkan dalam apa yang disebut Dana Afghanistan yang dibuka di Bank untuk Penyelesaian Internasional Swiss.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan stabilitas makroekonomi Afghanistan dengan membayar hal-hal seperti impor listrik dan menutupi tunggakan di lembaga keuangan internasional.

Menurut Bloomberg dan outlet media lainnya, dua perwakilan dari Departemen Keuangan, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim, menjelaskan bahwa tujuan utama dari langkah tersebut adalah untuk mencegah rezim Taliban mendapatkan akses ke uang, yang disita setelah Penarikan AS dari Afghanistan tahun lalu.

“Kami tidak setuju dengan transfer uang ke rekening yang ditunjukkan, tetapi [kami berharap itu] ditransfer ke Da Afghanistan Bank (DAB, bank sentral negara itu),” kata seorang pejabat DAB Taliban kepada outlet berita TRT World seraya menambahkan bahwa pemerintah Afghanistan tidak akan keberatan dengan sistem pemantauan pihak ketiga untuk memastikan dana tersebut dibelanjakan dengan benar.

Pada Februari, Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif untuk menyisihkan setengah dari dana Afghanistan yang disita yang dipegang oleh lembaga-lembaga AS untuk kepentingan rakyat Afghanistan. Sementara separuh dana lainnya telah ditahan dalam kasus pengadilan federal yang melibatkan para korban serangan 9/11.

Namun, masyarakat internasional mengecam pemerintah Biden karena menahan dana Afghanistan. Banyak pihak yang berpendapat langkah itu merupakan pukulan bagi warga Afghanistan biasa yang sudah terhuyung-huyung di bawah kelaparan dan kemiskinan yang meluas.

AS telah mengabaikan kritik karena bertanggung jawab atas krisis ekonomi di Afghanistan dan bersikeras bahwa negara-negara lain seperti Rusia tidak berbuat cukup untuk membantu memulihkan ekonomi Afghanistan, yang mengalami keruntuhan setelah Washington dan sekutunya tiba-tiba menarik pasukan mereka musim panas lalu.

“Kami diminta untuk mengeluarkan dompet kami untuk membangun kembali negara yang ekonominya hampir hancur oleh pendudukan 20 tahun oleh AS dan NATO,” kata Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia pada bulan lalu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Longsor di Ischia Tewaskan 7 Orang, Italia Umumkan Keadaan Darurat

Italia mengumumkan keadaan darurat di pulau selatan Ischia pada Minggu (27/11/2022) setelah tanah longsor menewaskan sedikitnya tujuh orang.

NEWS | 28 November 2022

Top 5 News: Pencopotan Label Gereja di Cianjur hingga Laga Jerman-Spanyol

Pencopotan label gereja di posko pengungsian gempa Cianjur dan susunan pemain Jerman-Spanyol merupakan dua dari lima berita terpopuler (top 5 news).

NEWS | 28 November 2022

Kementerian PPPA Harap Pemda Perkuat Regulasi Ramah Perempuan

Selain memperkuat regulasi, Kementerian PPPA minta pemangku kebijakan memberikan porsi yang besar terhadap partisipasi perempuan.

NEWS | 28 November 2022

Ini Sejarah Lokananta, Perusahaan Musik Tertua di Indonesia

Lokananta, adalah harta karun yang nyaris terlupakan. Titik nol industri musik Indonesia ini sempat mengalami jatuh bangun sejak didirikan pada 1956.

NEWS | 28 November 2022

Said Aqil: Utamakan Keutuhan Bangsa di Tahun Politik

Said Aqil Siroj meminta seluruh bangsa Indonesia tidak terpecah belah karena kondisi itu justru dimanfaatkan oleh kepentingan politik identita.

NEWS | 28 November 2022

Menkominfo: GPR Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Menkominfo), Johnny G. Plate mengatakan Humas Pemerintah (GPR) memiliki peran sentral dalam diseminasi informasi bagi masyarakat.

NEWS | 28 November 2022

Pasca-Gempa Cianjur, BNPB Ajak Warga yang Rumah Masih Layak Huni Kembali

BNPB melaporkan hingga hari ini, Minggu (27/11/2022), telah terdaftar 62.628 rumah yang rusak akibat gempa Cianjur.

NEWS | 28 November 2022

Ini Cara Cegah Nyeri Sendi Semakin Parah

Seiring bertambahnya usia, kekuatan tulang dan sendi juga ikut berkurang dan menjadi penyebab osteoartritis atau radang sendi.

NEWS | 27 November 2022

Persoalan Papua Harus Jadi Prioritas Panglima TNI Baru

Salah satu skala prioritas dari Panglima TNI baru adalah persoalan pengamanan di Papua

NEWS | 27 November 2022

Panglima TNI Baru Harus Pastikan Anak Buah Selalu Bersama Rakyat

Panglima TNI baru yang nantinya akan menggantikan Jenderal Andika Perkasa harus bisa memastikan anak buah selalu dekat dan berada bersama rakyat.

NEWS | 27 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Longsor di Ischia Tewaskan 7 Orang, Italia Umumkan Keadaan Darurat

Longsor di Ischia Tewaskan 7 Orang, Italia Umumkan Keadaan Darurat

NEWS | 22 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE