Logo BeritaSatu

Surya Darmadi Mengaku Setengah Gila soal Dakwaan Jaksa

Kamis, 8 September 2022 | 13:25 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng menegaskan, dirinya menolak tudingan jaksa terkait kerugian negara pada kasus dugaan korupsi yang diperbuatnya. Jaksa diketahui mendakwa Apeng telah merugikan negara triliunan rupiah.

"Saya tolak. Kebun saya cuma Rp 4 triliun, didenda Rp 78 (triliun) terus Rp 104 (triliun), kemudian tadi dakwaan Rp 73,9 (triliun). Saya lihat angkanya saya setengah gila," ujar Apeng usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Dia mengaku tidak mengerti terkait kerugian negara di kasusnya yang berganti-ganti. Dia juga menegaskan, dirinya tidak melakukan korupsi seperti yang didakwakan pihak jaksa.

Apeng meminta keadilan terkait kasus yang tengah menjeratnya kali ini. Dia menegaskan, lahannya sudah memiliki hak guna usaha (HGU), sehingga sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Saya enggak korupsi! Saya tidak korupsi, saya dituduh korupsi. Lahan saya sudah ada HGU, ada izin," tegasnya.

Baca selanjutnya
Dalam kasus ini, Apeng didakwa melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian perekonomian ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gawat, Indonesia Masuk di 25 Negara Paling Mematikan untuk Wisatawan

The Swiftest baru saja mengeluarkan daftar 50 negara paling mematikan untuk wisatawan, di mana Indonesia termasuk dalam 25 negara teratas.

NEWS | 6 Desember 2022

MUI Jabar Buat Surat Edaran Tegaskan Bencana Bukan Azab

MUI Jabar membuat surat edaran yang berisi penegasan bahwa musibah atau bencana alam bukanlah azab dari Tuhan Yang Maha Esa.

NEWS | 6 Desember 2022

Menkumham: RKUHP yang Disahkan Efektif Berlaku Setelah 3 Tahun

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengungkapkan, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP)

NEWS | 6 Desember 2022

Ismail Bolong Jalani Pemeriksaan Kasus Tambang Ilegal Kaltim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah memeriksa Ismail Bolong terkait kasus tambang ilegal Kalimantan Timur (Kaltim)

NEWS | 6 Desember 2022

Dituduh Hancurkan Barang Bukti Tragedi Itaewon, 2 Mantan Polisi Ditangkap

Dua mantan polisi Korea Selatan ditangkap pada hari Senin (5/12/2022), dengan tuduhan menghancurkan barang bukti dari tragedi Itaewon.

NEWS | 6 Desember 2022

Hendra Sebut Kapolri Minta Kasus Brigadir J Ditangani secara Profesional

Hendra Kurniawan menyebutkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar kasus Brigadir J ditangani secara profesional.

NEWS | 6 Desember 2022

Cerita Kaesang Pangarep Ajak Menikah Erina: Der Ketemu, Terus Jadian...

Kaesang Pangarep kini tengah menghitung hari untuk menikahi kekasihnya Erina Gudono yang akan digelar Sabtu (10/12/2022).

NEWS | 6 Desember 2022

Malaysia Bakal Impor Telur untuk Atasi Kekurangan Pasokan

Malaysia akan impor telur sebagai tindakan jangka pendek untuk mengatasi kekurangan pasokan lokal.

NEWS | 6 Desember 2022

Sidang Sambo, Agus Nurpatria Tepis Berita Negatif tentang Hendra Kurniawan

Agus Nurpatria, dalam sidang Sambo, menepis berita negatif Karopaminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan.

NEWS | 6 Desember 2022

Anwar Ibrahim Ingatkan Muhyiddin Tak Menantangnya untuk Ungkap Pelanggaran

Anwar Ibrahim meminta pemimpin sebelumnya Muhyiddin Yassin agar tidak menantangnya untuk mengungkapkan dugaan pelanggaran.

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ke Papua, Sri Mulyani Minta Freeport Tingkatkan Produktivitas

Ke Papua, Sri Mulyani Minta Freeport Tingkatkan Produktivitas

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE