Logo BeritaSatu

FKUI dan Konimex Luncurkan Alat Deteksi Cepat Demam Berdarah Dengue

Selasa, 6 September 2022 | 19:43 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan PT Konimex meluncurkan alat KODC Dengue dapat mendeteksi cepat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Alat ini diklaim dapat menemukan gejala klinis yang tidak spesifik pada pasien ketika terinfeksi dengue.

KODC Dengue adalah alat diagnostik yang dapat mendeteksi infeksi dengue di awal infeksi dengan waktu yang singkat, tanpa memerlukan fasilitas laboratorium berteknologi canggih dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Penatalaksanaan infeksi dengue di awal infeksi, sebelum masuk fase kritis, dapat menurunkan angka kematian.

Peneliti dari Departemen Mikrobiologi FKUI dan IMERI FKUI bersama PT Konimex melakukan pengembangan dan produksi kit yaitu KODC Dengue. Alat ini sanggup mendeteksi protein NS-1 yang dapat memberikan hasil cepat sebagai alat diagnostik dini infeksi dengue.

Virus dengue (DENV) memiliki protein non-struktural (NS) yaitu protein NS-1 yang lestari (conserve) dan disekresikan dalam darah pada awal infeksi ketika menginfeksi manusia sehingga deteksi protein NS-1 dapat dijadikan penanda infeksi dengue yang sangat baik.

Alat dengan lisensi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menggunakan prinsip Lateral Flow Immunochromatographic Assays (LFIAs) untuk mendeteksi antigen dengue yaitu protein NS-1 yang ada didalam darah pasien, baik dalam darah utuh, plasma, maupun serum.

Ada enam keunggulan alat deteksi dengue ini. Pertama, cepat karena hanya memerlukan waktu 15 menit dalam menentukan ada tidaknya infeksi dengue. Kedua, sensitif karena berbasis strain DENV yang beredar di Indonesia. Ketiga, spesifik karena dikembangkan berdasarkan epitope DENV yang tidak cross reaksi dengan virus lain.

Keempat, relatif murah karena produksi dalam negeri, dan juga dapat mendeteksi infeksi DENV dengan berbagai macam tipe spesimen yaitu plasma, serum, dan whole blood. Kelima, dapat disimpan di suhu kamar sehingga tidak memerlukan cool chain dalam pengiriman dan penyimpanan. Keenam, dapat mendeteksi NS-1 dari sampel darah utuh.

FKUI dan Konimex Luncurkan Alat Deteksi Cepat Demam Berdarah Dengue
Departemen Mikrobiologi FKUI dan IMERI FKUI bersama PT Konimex melakukan pengembangan dan produksi kit yaitu KODC Dengue untuk mendeteksi dini infeksi dengue atau demam berdarah.

Tim peneliti yang terlibat dalam pengembangan KODC Dengue adalah Beti Ernawati Dewi; Mirawati Sudiro; Fithriyah; Evy Suryani, dan Hidayati Desti dari Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI-RSCM/Infectious Disease and Immunology Cluster IMERI FKUI, Andriansjah dari Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI-RSCM, dan Leonard Nainggolan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM/ Infectious Disease and Immunology Cluster IMERI FKUI.

"Saya ucapkan selamat kepada Beti Ernawati Dewi dan tim atas inovasinya yang luar biasa. Penemuan ini berhasil melengkapi rangkaian inovasi dan terobosan peneliti Indonesia, khususnya para peneliti FKUI, di bidang deteksi dini demam berdarah sebelumnya. Indonesia sebagai negara endemis DBD tentu saja sangat terbantu dengan adanya inovasi ini,” sambut Dekan FKUI, Ari Fahrial Syam.

Ari berharap diagnosis DBD berjalan lebih cepat dan akurat sehingga penanganan optimal dapat segera diberikan. Pencapaian ini mampu menarik antusiasme peneliti sekaligus industri dalam negeri untuk terus berkolaborasi dan berinovasi dalam mengembangkan kemandirian bangsa di bidang penyediaan alat kesehatan."

KODC DENGUE berpotensi digunakan oleh seluruh penduduk di daerah tropis yang berisiko terinfeksi dengue. Bentuknya yang praktis dan cara kerjanya yang mudah memungkinkan produk ini dapat diaplikasikan di rumah sakit, klinik, maupun laboratorium yang memiliki fasilitas pengambilan darah dari pasien. Nilai sensitivitas dan spesifisitas KODC Dengue adalah 100% dan 99,08% secara berurutan.

KODC Dengue merupakan kit produksi dalam negeri dapat sehingga dapat menunjang kemandirian bangsa dalam penyediaan alat kesehatan. Selain itu dapat menekan biaya sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia yang berisiko terinfeksi DENV dengan harga yang relatif lebih murah.

Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Saleh Husin yang juga mantan Menteri Perindustrian mengatakan produksi kit KODC Dengue dalam skala industri merupakan wujud nyata atas pemanfaatan dan pendayagunaan hasil penelitian perguruan tinggi untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sehingga dapat menekan angka kematian karena infeksi dengue.

“Saya sangat apresiasi kepada teman teman peneliti FK UI bersama Konimex yang telah bekerja keras menghasilkan kit diteksi dini ini sehingga dapat membantu masyarakat mengetahui secara cepat dan murah penyakit demam berdarah dengue dan sekaligus meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri," ujar Saleh Husin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gempa Garut, BMKG: Aktivitas dalam Lempeng Indo-Australia

Gempa bumi yang terjadi di Garut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut 6,4 M, Warga Cianjur Dibuat Panik Tak Keruan

Warga Cianjur yang masih trauma akibat gempa kembali berhamburan keluar dari dalam rumah dan perkantoran menuju lapangan terbuka, Sabtu (3/12/2022).

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut M 6,4 Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Garut terjadi pada Sabtu pukul 16.49 WIB dan dirasakan getarannya di wilayah Garut, Ciamis, Kalapanunggal, Sumur, Tasikmalaya dan Pamoyanan.

NEWS | 3 Desember 2022

Paspampres Perkosa Prajurit, Moeldoko: Tak Ada Toleransi

Moeldoko menilai tidak boleh ada toleransi dalam kasus dugaan perkosaan oleh perwira Paspampres terhadap seorang prajurit wanita.

NEWS | 3 Desember 2022

Pertamina Teken Kontrak Kerja Sama dengan Nippon Yusen Kaisha Senilai Rp 7,7 M

Pertamina International Shipping (PIS) menjalin kerja sama dengan Nippon Yusen Kaisha (NYK) di Tokyo dengan nilai sekitar Rp 7,7 miliar.

NEWS | 3 Desember 2022

Getaran Gempa Garut Buat Panik Warga Sukabumi

Getaran gempa Garut hampir dirasakan oleh seluruh warga Sukabumi, namun belum ada laporan kerusakan.

NEWS | 3 Desember 2022

Masyarakat Padati Tempat Tes PCR Covid-19 di Beijing

Kerumunan orang memadati tempat-tempat tes PCR Covid-19 di Beijing hingga menyebabkan antrean panjang di Ibu Kota China itu.

NEWS | 3 Desember 2022

Hari Guru Nasional, Ini Pesan PGRI untuk Pemerintah

PGRI menitipkan pesan dari para guru kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah saat ini dan akan datang untuk tetap berpihak kepada para guru.

NEWS | 3 Desember 2022

IDI: Tetap Waspada, Cegah Kelonjakan Kasus Covid-19 Jelang Nataru

Salah bentuk kewaspadaan terhadap Covid-19 tersebut adalah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin terutama memakai masker.

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa 6,4 M Guncang Kabupaten Garut

Gempa berkekuatan 6,4 M mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022) pada pukul 16.49 WIB.

NEWS | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dua Pemain Brasil Jesus dan Telles Akhiri Piala Dunia 2022 Lebih Cepat

Dua Pemain Brasil Jesus dan Telles Akhiri Piala Dunia 2022 Lebih Cepat

SEMESTA BOLA 2022 | 16 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE