Logo BeritaSatu

AS Akan Cegah Taliban Mengakses Miliaran Dolar Dana Afghanistan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:18 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washinigton, Beritasatu.com- Miliaran dolar yang ditahan Amerika Serikat (AS) tidak akan ditransfer ke Afghanistan sehingga tidak bisa diakses Taliban. Seperti dilaporkan Arab News, Rabu (17/8/2022), kebijakan itu dibuat terkait pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahiri yang tewas di Kabul pada 31 Juli.

Kehadiran Al-Zawahiri di Afghanistan berarti Washington tidak memiliki “keyakinan” bahwa bank sentral negara itu “memiliki perlindungan dan pemantauan untuk mengelola aset secara bertanggung jawab,” kata Tom West, perwakilan khusus AS untuk Afghanistan.

“Tak perlu dikatakan, perlindungan Taliban terhadap pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahiri memperkuat kekhawatiran mendalam yang kami miliki mengenai pengalihan dana ke kelompok teroris,” ujar West.

AS telah menahan sekitar US$3,5 miliar (Rp 52,3 triliun) yang ditujukan untuk Afghanistan sejak Taliban mengambil alih negara itu tahun lalu.

Ekonomi Afghanistan telah berjuang sejak penarikan pasukan koalisi pada Agustus 2021, dengan para pejabat bernegosiasi dengan perwakilan AS untuk mencari cara meringankan situasi.

Tetapi West mengatakan AS tidak melihat pengembalian dana ke negara itu sebagai "opsi jangka pendek" karena Taliban tidak dapat memberikan jaminan bahwa uang itu tidak akan digunakan untuk mendanai terorisme.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, bagaimanapun, mengatakan Washington akan menemukan alternatif, penggunaan kemanusiaan untuk dana tersebut untuk membantu meringankan penderitaan rakyat Afghanistan biasa.

“Gagasan bahwa kami telah memutuskan untuk tidak menggunakan dana ini untuk kepentingan rakyat Afghanistan adalah salah. Itu tidak benar,” tambahnya.

“Saat ini kami sedang melihat mekanisme yang dapat diterapkan untuk memastikan bahwa aset yang diawetkan senilai $3,5 miliar ini berhasil secara efisien dan efektif bagi rakyat Afghanistan dengan cara yang tidak membuat mereka siap untuk dialihkan ke kelompok teroris atau di tempat lain,” paparnya.

Presiden AS Joe Biden pada bulan Februari memerintahkan agar US$7 miliar yang ditahan oleh AS untuk Afghanistan dibagi antara bantuan kemanusiaan untuk negara itu, dan para korban 9/11 dan keluarga mereka.

Al Zawahiri, penerus Osama bin Laden, yang mengatur serangan 9/11, tewas bulan lalu dalam serangan pesawat tak berawak saat berdiri di balkon satu rumah di mana dia tinggal di pusat Kabul.

“Kehadiran Zawahiri di Afghanistan merupakan “pelanggaran berat” terhadap kesepakatan yang dibuat dengan Washington agar Taliban tidak mengizinkan organisasi teroris beroperasi di negara itu,” kata AS.

Satu laporan Dewan Keamanan PBB awal tahun ini mengatakan pengambilalihan Taliban telah memungkinkan “kebebasan yang lebih besar” bagi para pejuang asing untuk tinggal dan beroperasi di negara itu.

Koordinator kemanusiaan PBB dan wakil perwakilan khusus untuk Afghanistan, Ramiz Alakbarov, mengatakan negara itu menghadapi "bencana murni" karena keadaan ekonomi yang genting, dengan 6,6 juta orang terancam kelaparan musim dingin ini dan 24 juta jiwa membutuhkan bantuan kemanusiaan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fahri Hamzah Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengapresiasi pembangunan infrastruktur era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

NEWS | 28 November 2022

Soal Pemimpin Berambut Putih, Begini Kata Fahri Hamzah

Fahri Hamzah menilai, pesan sesungguhnya yang hendak disampaikan Jokowi adalah bahwa orang yang banyak berpikir maka rambutnya cepat memutih.

NEWS | 28 November 2022

Relawan Ganjar Perkuat Jaringan Politik di Sulsel

Relawan Ganjar Pranowo terus memperkuat jaringan politiknya dengan menggelar berbagai kegiatan positif untuk meraih simpati masyarakat Sulsel.

NEWS | 28 November 2022

Bharada E, Kuat Maruf, dan Bripka RR Kompak Minta Maaf di Persidangan

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, yakni Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan Bripka RR kompak meminta maaf di persidangan. 

NEWS | 28 November 2022

Awasi Pemilu 2024, Bawaslu Bangun Komunitas Digital Pengawas Partisipatif

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI akan membuat komunitas digital pengawas partisipatif.

NEWS | 28 November 2022

Hendra Kurniawan Sempat Mengaku Tertipu oleh Skenario Ferdy Sambo

Agus Nur Patria mengungkapkan, Hendra Kurniawan sempat mengaku tertipu oleh skenario Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir J. 

NEWS | 28 November 2022

Korban Gempa Cianjur Akan Direlokasi ke 3 Wilayah Ini

BNPB menyebutkan terdapat tiga wilayah yang menjadi bakal calon lokasi untuk memindahkan rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat.

NEWS | 28 November 2022

Komisi III DPR Puji Langkah Kejagung Sita Aset Benny Tjokro

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Kejagung menyita aset Benny Tjokro yang menjadi terpidana perkara korupsi Jiwasraya dan Asabri.

NEWS | 28 November 2022

Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto Dicopot

Pemprov DKI Jakarta selaku pemegang saham utama PT Jakpro memutuskan merombak direksi Jakpro. Dirut Jakpro, Widi Amanasto dicopot dari jabatannya. 

NEWS | 28 November 2022

Rotasi Matra Jadi Pertimbangan Jokowi Pilih Kasal Yudo Margono

Mensesneg Pratikno mengungkapkan salah satu alasan Presiden Jokowi mengusulkan Kasal Laksamana Yudo Margono sebagai calon panglima TNI karena rotasi matra.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini 28 Pemain yang Dipanggil ke Pemusatan Latihan Piala AFF

Ini 28 Pemain yang Dipanggil ke Pemusatan Latihan Piala AFF

BOLA | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE