Logo BeritaSatu

Tiga Kunci supaya Langgeng Berbisnis Toko Kelontong

Kamis, 18 Agustus 2022 | 00:21 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Berbisnis toko kelontong tak semudah yang dibayangkan banyak orang. Dibutuhkan fokus, konsisten, dan komitmen untuk menjalankan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut.

Tiga kunci tersebut yang menjadi pegangan Neneng dalam menjalankan bisnis toko kelontongnya di Cilegon, Banten. Pemilik Toko SRC Kurnia ini tergabung dalam komunitas toko kelontong, Sampoerna Retail Community (SRC), yang merupakan program pembinaan UMKM oleh PT HM Sampoerna Tbk. Perjalanan panjang dilalui Neneng hingga akhirnya memilih untuk fokus pada bisnis yang ditekuninya saat ini.

Neneng menuturkan, sebelum memutuskan membantu orang tuanya mengurus toko kelontong, sekitar tahun 2007 hingga 2008, ia bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta. Saat itu, Neneng merasa menjalankan bisnis toko kelontong tak semudah yang dibayangkannya. Neneng pun hanya bertahan dua tahun dan memutuskan kembali bekerja.

Namun, sekitar tahun 2010, Neneng kembali berhenti bekerja dan fokus mengurus bisnis toko kelontongnya.

“Buka toko itu tidak semudah yang dibayangkan. Mungkin awalnya kita mikir, tinggal belanja, kemudian dijual. Ternyata tidak, butuh ilmu dan berkomunitas. Ya gabung dengan komunitas yang sama dengan usaha kita,” kata Neneng dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Setelah menyadari pentingnya berkomunitas, Neneng memutuskan bergabung dengan SRC pada 2018. Di SRC, kata dia, sesama anggota saling menguatkan saat jatuh karena pasang surut usaha. Selain itu, saling berbagi inspirasi.

“Di SRC, kami sering kali saling berkunjung, silaturahim bisnis, melihat yang sudah lebih berkembang dan berhasil. Ibaratnya, saling belajar bagaimana mengembangkan toko. Kita berdagang itu harus punya contoh, dan itu bisa didapat dari belajar bersama di komunitas,” paparnya.

Neneng mengaku awalnya memang tak terpikir bergabung di sebuah komunitas usaha. Hal ini karena Neneng saat itu belum terlalu fokus dengan bisnisnya. Saat menerima ajakan bergabung dengan SRC, Neneng menerimanya tanpa punya bayangan manfaat yang akan didapatkan bagi tokonya. Namun, setahun bergabung, Neneng merasakan kegembiraan bertemu dengan pelaku-pelaku bisnis toko kelontong saat menghadiri sebuah undangan gathering.

“Di situlah titik tolak saya jatuh cinta kepada SRC. Saya langsung merasa nyaman bertemu dengan teman-teman sesama usaha,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Neneng, awalnya ia tertarik dengan berbagai reward yang ditawarkan bagi toko yang menunjukkan perkembangan positif. Tanpa disadari, berbagai reward yang dijanjikan itu justru memacu dirinya untuk membuat tokonya menjadi lebih baik.

“Jadi, dulu itu saya memang hanya mengejar reward, dijanjikan poin kalau mau ikut pesta wirausaha nasional, tokonya harus lebih terang supaya dapat poin. Terus, harus bikin ini, itu. Kemudian, saya sadar, sebenarnya ini adalah cara untuk menggiring anggota SRC agar lebih semangat untuk maju. Manfaatnya ya ke toko dan pemasukan kita juga, karena tokonya jadi lebih baik perkembangannya,” papar Neneng.

Berbagai perubahan dilakukan Neneng terhadap Toko SRC Kurnia. Dari awalnya etalase tradisional, kini menerapkan konsep terbuka dengan rak-rak dengan penataan yang rapi. Hal ini membuat pelanggan memiliki kesempatan untuk memilih berbagai kebutuhannya. Neneng mengatakan, dengan penataan rak terbuka, justru membuat konsumen yang awalnya hanya ingin membeli satu atau dua barang, menjadi berbelanja lebih banyak.

“Berubahnya drastis. Omzet terdongkrak dan sangat signifikan,” kata Neneng.

Kini, selain toko kelontong yang menjual berbagai kebutuhan, Neneng juga melakukan diversifikasi usaha dengan melihat peluang lokasinya yang berada di jalur strategis. Lokasi Toko SRC Kurnia dekat dengan berbagai perusahaan besar dan sejumlah sekolah. Untuk itu, Neneng memutuskan menjual berbagai kebutuhan alat tulis kantor dan jasa fotokopi. Langkah itu ternyata cukup menjanjikan.

Tak hanya itu, Neneng juga membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya untuk menitipkan berbagai olahan penganan dan cemilan. Dikatakan, di sekitar tokonya, terdapat banyak perajin makanan yang membuat berbagai jenis makanan seperti keripik pisang, keripik tempe, dan lain-lain.

Neneng pun membuat pojok lokal yang juga termasuk inisiatif pembinaan bagi toko kelontong anggota SRC untuk menampung dan memasarkan berbagai produk UMKM lainnya.

“Saya garap serius pojok lokal ini. Dari awalnya hanya jual beberapa jenis makanan, sekarang terus berkembang. Karena tetangga-tetangga ini juga melihat produknya cepat laris, mereka malah berpikir untuk membuat berbagai variasi. Misalnya keripik pisang, tidak hanya yang original, tapi berbagai rasa. Jadi sekarang makin variatif,” kata Neneng.

Menurut Neneng, diversifikasi yang dilakukannya ini juga bagian dari penerapan ilmu yang didapatkannya dari SRC. Pengembangan perlu dilakukan agar menjadi bisnis berkelanjutan dan berdampak. Dengan dibukanya pojok lokal, para tetangga Neneng juga mendapatkan tempat untuk memasarkan produknya dan membuka lahan rezeki bagi mereka.

Meski sempat terdampak pandemi, bisnis toko kelontong Neneng kini mulai menuju normal karena telah aktifnya aktivitas perkantoran dan sekolah. Perkembangan bisnis hingga saat ini menyadarkan Neneng bahwa dengan fokus, menjaga konsistensi dan komitmen, membuat usahanya semakin maju dan bertahan.

Beberapa waktu lalu, Neneng dan para anggota SRC di Jakarta dan sekitarnya, mendapatkan nomor induk berusaha (NIB) secara simbolis yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi. Neneng bersyukur mendapatkan kesempatan ini karena difasilitasi oleh SRC. Para anggota SRC dibekali pengetahuan tentang cara mendapatkan SRC.

“Saat itu, Sampoerna mengajak buat NIB, ada pertemuan di Jakarta. Kemudian dijelaskan bagaimana cara membuatnya, dipandu pembuatannya. Kami saling bantu satu sama lain, ternyata mudah. Lima sampai 10 menit langsung keluar NIB-nya,” kata Neneng.

Pemerintah memang mempermudah pelaku UMKM untuk mendapatkan NIB melalui one single submission (OSS). NIB bisa digunakan untuk mempermudah akses pinjaman dari bank. Selain itu, para anggota SRC di wilayahnya ingin mengetahui cara membuat pangan industri rumah tangga (PIRT) dengan memanfaatkan NIB yang telah dimiliki.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gelar Eco Run Fest 2022, Pertamina Ajak Masyarakat Terapkan Sustainable Living

Melalui Pertamina Eco Run Fest 2022, Pertamina mengajak masyarakat menerapkan sustainable living atau gaya hidup berkelanjutan. 

NEWS | 27 November 2022

KRL Anjlok Lagi di Menteng, Penumpang Turun di Tengah Jalan

KRL dengan nomor KA 5144C yang anjlok di Kampung Bandan Jakarta Utara, anjlok lagi di perlintasan Menteng Jaya Jakarta Pusat saat akan dievakuasi ke Manggarai.

NEWS | 27 November 2022

SMRC: Ganjar Unggul Jauh dari Pesaingnya di Pilpres 2024

Survei SMRC menemukan pada kelompok pemilih yang tahu semua bakal calon presiden (capres), Ganjar Pranowo unggul jauh dari para pesaingnya di Pilpres 2024.

NEWS | 27 November 2022

Survei: Masyarakat Percaya Ada Praktik Setoran di Polri

Indikator Politik Indonesia dalam surveinya menemukan adanya pandangan publik yang percaya adanya praktik setoran dari bawahan ke atasan di Polri. 

NEWS | 27 November 2022

Kasus Teddy Minahasa, Survei: Publik Endus Persaingan Tak Sehat di Polri

Survei Indikator Politik Indonesia menemukan persepsi publik adanya persaingan tidak sehat di internal Polri usai kasus peredaran narkoba Irjen Teddy Minahasa.

NEWS | 27 November 2022

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Teratas, Prabowo dan Anies Bersaing

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Ganjar Pranowo meraih dukungan terbanyak sebagai presiden.

NEWS | 27 November 2022

Bawaslu: Ada Dugaan Pelanggaran Verifikasi Faktual di Sulbar

Bawaslu mengungkap ada dugaan pelanggaran verfikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan partai politik (parpol) di Sulawesi Barat (Sulbar).

NEWS | 27 November 2022

Gempa Cianjur, BNPB Fokus Penanganan Pengungsi dan Distribusi Logistik

BNPB memastikan masih akan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban gempa Cianjur yang hingga hari ini belum ditemukan.

NEWS | 27 November 2022

Brigade: Jokowi di Hati, Ganjar Pranowo Dinanti

Barisan Ganjar Terdepan (Brigade) memekikkan tagline perjuangan Jokowi di Hati, Ganjar Pranowo Dinanti saat deklarasi dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

NEWS | 27 November 2022

Puluhan Lansia Antusias Ikut Vaksinasi Booster Kedua

Puluhan warga lanjut usia (lansia) antusias mengikuti vaksinasi booster kedua yang diselenggarakan Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur.

NEWS | 27 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gelar Eco Run Fest 2022, Pertamina Ajak Masyarakat Terapkan <em>Sustainable Living</em>

Gelar Eco Run Fest 2022, Pertamina Ajak Masyarakat Terapkan Sustainable Living

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE