Logo BeritaSatu

Dituntut Penjara 5 Tahun, Bahar Smith Divonis 6,5 Bulan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 01:10 WIB
Oleh : DAS

Bandung, Beritasatu.com - Dituntut hukuman 5 tahun, penceramah Bahar Smith divonis penjara enam setengah bulan atau enam bulan 15 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung dalam perkara ujaran bohong atau hoax saat berceramah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Habib Bahar Smith dengan pidana penjara selama enam bulan 15 hari," kata Ketua Majelis Hakim Dodong Rusdani saat membacakan vonis di PN Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/8/2022).

Hakim menjelaskan, hal yang memberatkan bagi Bahar Smith yakni karena sebelumnya pernah dihukum akibat perkara lain. Sedangkan hal yang meringankan yakni Bahar bersikap sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

Adapun vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut Bahar untuk dihukum selama lima tahun penjara.

Bahar divonis enam bulan 15 hari hukuman penjara karena dinilai oleh hakim telah menyampaikan kabar tidak pasti yang berpotensi menimbulkan keonaran.

Bahar terseret ke meja hijau karena ujarannya, yakni Rizieq Shihab dipenjara karena menggelar Maulid Nabi dan enam Laskar FPI yang disiksa hingga tewas. Kabar bohong itu terkait ujarannya saat ceramah di Kabupaten Bandung pada Desember 2021.

Ceramah itu juga diunggah di YouTube. Bahar saat itu mengatakan Rizieq Shihab dipenjara karena menggelar Maulid Nabi dan enam laskar FPI disiksa hingga tewas.

Setelah pembacaan putusan itu, Hakim Dodong meminta kepada Bahar agar lebih bijak ketika mengisi ceramah. Menurut Dodong, putusan yang lebih ringan dari tuntutan jaksa itu merupakan peringatan kepada Bahar untuk menyaring ucapannya ketika berceramah.

<em></em>Dituntut Penjara 5 Tahun, Bahar Smith Divonis 6,5 Bulan
Kuasa hukum Bahar Smith, Ichwan Tuankotta.

"Demikian putusan itu berdasarkan kepada fakta hukum yang sebenarnya," katanya.

Dengan hukuman tersebut, kuasa hukum Bahar Smith, Ichwan Tuankotta menyebut Bahar akan bebas dari tahanan dalam waktu dekat karena telah menjalani tahanan selama enam bulan.

"Besok berarti jatuh enam bulan, jadi kita tinggal menunggu waktu saja sebenarnya, satu minggu ke depan mungkin ya, tapi kami coba hitung-hitung lagi," kata Ichwan.

Tim Kuasa Hukum Bahar Smith menghormati dan mengapresiasi putusan yang diberikan oleh Majelis Hakim PN Bandung.

Ichwan Tuankotta mengatakan, pihaknya pun sebelumnya telah yakin hakim bakal memberikan hukuman ringan kepada kliennya. Ia menyatakan pihaknya menerima hukuman tersebut.

"Jadi hari ini kami menghormati putusan majelis hakim dan mengapresiasi," kata Ichwan.

Sementara itu, Bahar Smith mengatakan, hukuman yang diputuskan oleh hakim kepadanya itu merupakan bukti bahwa keadilan masih ada di Tanah Air.

Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya agar dihukum selama lima tahun penjara. Adapun jaksa kini menyatakan pikir-pikir terhadap putusan yang disampaikan oleh hakim.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jika Tanpa PDIP, Mayoritas Pemilih Ingin Ganjar Diusung Golkar dan PKB

Mayoritas pemilih menginginkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diusung Partai Golkar dan PKB jika pada akhirnya PDIP tidak mengusung Ganjar.

NEWS | 29 November 2022

Layani Pengungsi Gempa Cianjur, PMI Kerahkan 17 Truk Air Minum

Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan 17 truk air minum dan 17 ambulans untuk melayani pengungsi korban gempa Cianjur.

NEWS | 29 November 2022

Gelar Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

Polri memberikan persyaratan ketat untuk penyelenggaraan kompetisi sepakbola Liga 1.

NEWS | 29 November 2022

Keluarga Tewas Diracun di Magelang, Anak Kedua Jadi Tersangka

Polresta Magelang menetapkan anak kedua sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dengan racun di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah.

NEWS | 29 November 2022

Unggah Tajuk Palsu CNN, Elon Musk Diingatkan Pemeriksa Fakta Twitter

CEO Twitter Elon Musk baru saja diingatkan oleh tim pemeriksa fakta dari platformnya sendiri setelah dia membagikan tajuk berita dari CNN yang ternyata palsu.

NEWS | 29 November 2022

Warga Terdampak Gempa Cianjur Mulai Beraktivitas di Ladang

Satu pekan setelah gempa Cianjur, Jawa Barat, warga mulai beraktivitas di ladang, Selasa (29/11/2022).

NEWS | 29 November 2022

Layanan RSUD dr Soewandie Lambat, Wali Kota Surabaya Ngamuk

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, marah dan ngamuk saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelayanan di RSUD dr Soewandie, Senin (28/11/2022) siang

NEWS | 29 November 2022

Buku Mantra dan Kemenyan Ditemukan di Rumah Keluarga Tewas di Kalideres

Buku mantra hingga kemenyan ditemukan polisi di rumah keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

NEWS | 29 November 2022

Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasil survei terbaru lembaga Charta Politika Indonesia menunjukkan mayoritas publik puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

NEWS | 29 November 2022

Keluarga Tewas di Kalideres Aktif Lakukan Sebuah Ritual

Salah satu korban satu keluarga tewas di Kalideres tersebut, yaitu Budiyanto aktif melakukan sebuah ritual.

NEWS | 29 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wamenkeu: Pemerintah Waspadai Dampak Kebijakan The Fed

Wamenkeu: Pemerintah Waspadai Dampak Kebijakan The Fed

EKONOMI | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE