Logo BeritaSatu

6,3 juta Rakyat Sri Lanka Didera Kekurangan Makanan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:00 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Sekitar 6,3 juta dari 22 juta jiwa rakyat Sri Lanka didera kekurangan makanan sejak krisis ekonomi. Dalam beberapa bulan terakhir, ada antrean panjang yang menunggu untuk masuk di lusinan dapur komunitas yang telah didirikan di Sri Lanka oleh lembaga nonprofit dan badan amal.

“Bahkan hari ini, kami harus memulangkan beberapa orang setelah menyajikan lebih dari 300 makanan,” kata Moses Akash, direktur nasional di Voice for Voiceless Foundation di Kolombo, yang membuka 12 dapur umum pada bulan Juni karena inflasi yang tak terkendali membuat makanan tidak terjangkau bagi jutaan orang, seperti dilaporkan VOA, Jumat (5/8/2022).

Inisiatif semacam ini mengurangi kesulitan bagi banyak orang saat Sri Lanka bergulat dengan krisis ekonomi yang menghancurkan. Akash mengatakan dapur mereka memberi makan sekitar 1.800 orang setiap hari.

“Orang-orang putus asa. Misalnya, satu keluarga mendorong ibu mereka di kursi roda sejauh 5 kilometer yang akan datang. Ada yang bertahan hidup hanya dengan sekali makan,” katanya.

Upaya itu, bagaimanapun, hampir tidak dapat memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan besar di negara di mana lebih dari seperempat dari 22 juta penduduknya tidak memiliki akses ke makanan yang memadai, menurut Program Pangan Dunia (WFP).

“Sekitar 6,3 juta orang di Sri Lanka rawan pangan. Itu berarti mereka tidak dapat mengakses makanan bergizi secara teratur, tempat sekitar 5,3 juta orang mengurangi makan atau melewatkan makan,” kata Abdur Rahim Siddiqui, Direktur WFP Sri Lanka.

Rekor cadangan devisa yang rendah membuat impor pangan dan bahan bakar di negara yang mengandalkan pengiriman banyak komoditas penting dari luar negeri itu sulit dilakukan.

Harga melonjak, dan inflasi makanan mencapai 90% bulan lalu. Harga bahan pokok seperti beras dan sayuran naik dua kali lipat. Tabung gas memasak mahal dan persediaannya terbatas, sehingga sulit bagi banyak orang untuk menjaga api dapur tetap menyala.

“Kami mulai menyajikan makanan yang dimasak ketika kami menyadari bahwa banyak orang tidak dapat menggunakan jatah kering yang telah kami bagikan,” kata Akash.

Ada kendala lain yakni kekurangan bahan bakar yang parah telah membatasi transportasi umum, sehingga sulit bagi sukarelawan untuk datang.

Keluarga miskin perkotaan dan pedesaan, yang sudah lama menghadapi kekurangan gizi, adalah yang paling terpukul.

Siddiqui mengatakan 70% anak-anak Sri Lanka mengalami stunting bahkan sebelum pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi meletus.

“Artinya tinggi badan mereka lebih rendah dari usia mereka dan sekitar 15% terbuang, itu berarti mereka terlalu kurus untuk tinggi badan mereka. Dengan krisis ini, pemahaman saya adalah bahwa situasi gizi akan semakin memburuk dalam beberapa hari mendatang,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 25 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 25 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 25 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 25 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 25 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 25 September 2022 sesuai denan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 25 September 2022

Berikut ini data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 25 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 25 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 25 September 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

NEWS | 3 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings