Logo BeritaSatu

Ini Beda Ganja Sebagai Pengobatan Medis dengan Tanaman

Minggu, 3 Juli 2022 | 23:08 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ganja yang digunakan sebagai sarana pengobatan atau ganja medis memiliki perbedaan dengan ganja tanaman. Diketahui wacana usulan ganja sebagai media pengobatan memicu rasa ingin tahu dari masyarakat terkait tanaman ganja. Diketahui selama ini tanaman ganja masuk ke dalam narkotika Golongan I.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), M Adib Khumaidi mengatakan pada prinsipnya ganja sebagai obat berasal dari tanaman yang sama yaitu tanaman ganja. Namun, tanaman ganja yang ada saat ini berbahaya sehingga tidak serta merta dapat dijadikan obat, harus melalui tahap kajian ilmiah.

“Tanaman sama, prinsip sama, apakah dosis berapa, siapa mempunyai kewenangan memberikan, siapa yang memperhatikan efek samping akan bisa terjadi. Apakah benar ini bisa untuk terapi A,B,dan C. Ini proses masih butuh riset lebih banyak,” kata Adib usai acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Oleh karena itu, Adib menegaskan ganja sebagai bagian dari pengobatan medis tentu harus melalui suatu proses yang tidak mudah, yakni melalui clinical trails, referensi ilmiah, hingga kajian pendukung sebelum menjadi bagian dari terapis atau pengobatan medis.

Dikatakan Adib, setiap tahap sangat penting dilakukan untuk menjamin aspek keamanan pasien. Selain aspek keamanan, Adib menambahkan efek samping dari pengobatan menggunakan ganja. Hal tersebut perlu diperhitungan, sehingga IDI sedang berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders kesehatan lainnya untuk mencari referensi ilmiah.

“Jadi kita di dalam menentukan ini pasti ada suatu proses riset dan ini sebagai usulan dari organisasi profesi. Kami Ikatan Dokter Indonesia mendorong ini (ganja medis) menjadi satu bagian riset terlebih dahulu. Baru kita melangkah pada suatu bagian dari pada standar pelayanan,” ucapnya.

Saat ini IDI tengah mencari referensi ilmiah mengenai penggunaan ganja untuk keperluan pengobatan medis. Pasalnya, rekomendasi atau saran medis harus berbasis pada riset atau penelitian ilmiah.

Suatu perkembangan baru karena ada teknologi maupun temuan, harus berdasarkan penelitian ilmiah, sehingga pelaksanaanya berbasis riset. Oleh karena itu, usulan ganja untuk pengobatan medis ini, IDI tengah melakukan pengumpulan sejumlah referensi ilmiah.

“Kita sedang mengumpulkan referensi-referensi ilmiah untuk menjadi suatu dasar sebagai usulan. Tetapi tentunya sekali lagi poin utama yang harus diberi pemahaman bahwa kita harus melihat dari aspek keamanan,” ujar Adib.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penjilat Kue HUT TNI Dikurung dalam Rutan Polda Papua Barat

Dua anggota polantas penjilat kue HUT TNI telah dikurung dalam rumah tahanan (rutan) Polda Papua Barat.

NEWS | 6 Oktober 2022

2 Polisi Jilat Kue HUT TNI, Dirlantas Polda Papua Barat Minta Maaf

Dua anggota polantas menjilat kue HUT TNI. Video perbuatan tak terpuji itu menjadi viral di media sosial.

NEWS | 6 Oktober 2022

Iwan Setiawan Minta Camat Antisipasi Geng Motor di Bogor

Iwan Setiawan meminta camat memperketat keamanan wilayah untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dari geng motor di Bogor.

NEWS | 6 Oktober 2022

KBRI Sofia Promosi Wisata Indonesia di Halte Bus Bulgaria

KBRI Sofia promosi wisata Indonesia di Bulgaria melalui tampilan gambar-gambar di halte bus Kota Sofia.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kuota Perempuan Minim, Pendaftaran Panwascam Kota Bekasi Diperpanjang

Pendaftaran panwascam Kota Bekasi diperpanjang, karena kuota keterwakilan perempuan masih minim.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tiongkok Keluarkan Peringatan Waspada Gelombang Dingin

Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok (NMC) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap gelombang dingin di berbagai wilayah negara tersebut.

NEWS | 6 Oktober 2022

Pengguna Layanan MySiloam dan Homecare SILO Semakin Meningkat

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat ada peningkatan yang signifikan dalam adopsi platform digital MySiloam selama pandemi Covid-19.

NEWS | 6 Oktober 2022

Istri Lukas Enembe Mangkir, KPK Sampaikan Wanti-wanti

Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda dan anaknya, Astract Bona Timoramo Enembe mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 6 Oktober 2022

Kasus Lukas Enembe, KPK Ingatkan Jangan Ada yang Pengaruhi Saksi

KPK mengingatkan agar jangan ada pihak yang memengaruhi saksi untuk tidak menghadiri agenda pemeriksaan terkait kasus Lukas Enembe

NEWS | 6 Oktober 2022

Fauci: Varian Baru Covid-19 Mungkin Muncul di Musim Dingin

Anthony Fauci baru-baru ini memperingatkan, bahwa "masyarakat tidak perlu terkejut" jika varian baru Covid-19 muncul di musim dingin.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
259 Saham Naik, IHSG Menguat 11 Poin ke 7.086 di Sesi Siang

259 Saham Naik, IHSG Menguat 11 Poin ke 7.086 di Sesi Siang

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings