Logo BeritaSatu

Dunia Butuh Pemimpin Bernyali

Kamis, 30 Juni 2022 | 11:18 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menempuh perjalanan kereta api satu malam memasuki negara yang sedang berperang untuk menemui Presiden Volodymyr Zelensky, Rabu (29/6/2022) kemarin.

Jokowi menjadi pemimpin Asia pertama yang berani melakukan kunjungan berisiko ke Ukraina sejak negara itu diinvasi oleh militer Rusia pada 24 Februari lalu.

Advertisement

Kunjungannya akan sangat penting bagi konstelasi geopolitik global jika berhasil meyakinkan dua negara yang sedang bertikai untuk mengakhiri konflik.

Di sini, Jokowi punya daya tawar dan posisi yang cukup unik. Setelah pertemuan dengan Zelensky, Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Moskwa menemui Presiden Rusia Vladimir Putin.

Karena itu dari sudut pandang Zelensky, Jokowi adalah tamu yang sangat penting karena bisa menjadi duta untuk menyampaikan pesan-pesan yang ingin dia sampaikan ke Putin.

Daya Tawar Jokowi
Tidak seperti kunjungan para kepala negara lain yang hadir untuk menegaskan dukungan atau bantuan logistik dan senjata agar Ukraina bisa bertahan menghadapi gempuran Rusia, Jokowi datang untuk mengakhiri perang.

Kekuatan lain Jokowi adalah representasinya atas negara yang netral dalam konflik ini.

Daya tawar yang dia miliki berbeda dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang juga sudah menemui Putin dan Zelensky sekaligus bahkan sebelum perang dimulai.

Zelensky tidak bisa berharap Macron bisa meyakinkan Rusia untuk menghentikan aksi militernya, karena di mata Putin Prancis adalah salah satu kekuatan utama NATO dan Eropa Barat yang dalam konteks ini menjadi “musuh” Rusia.

Indonesia, yang posisinya sangat jauh dari wilayah konflik dan penggagas Gerakan Non-Blok dengan kebijakan politik luar negeri yang bebas dan aktif, adalah penengah yang adil.

Namun, kenapa Putin harus mendengarkan suara dari Indonesia?

Saat ini Indonesia memegang kursi kepresidenan kelompok G-20, di mana Rusia adalah anggota yang penting. Anggota-anggota yang lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat mengancam boikot KTT G-20 di Indonesia jika Putin hadir.

Putin dan Jokowi memang harus bertemu untuk membahas masalah ini.

Kepastian rencana pertemuan Jokowi dan Putin sempat memicu kontroversi karena Rusia saat ini tengah dikucilkan sebagian besar negara di dunia dan diperlakukan sebagai agresor yang jahat.

Punya Nyali
Yang tidak banyak diketahui waktu itu adalah Jokowi juga berniat menemui Zelensky sebelum ke Moskwa. Dan tahapan paling penting itu sudah terlaksana kemarin.

Di sinilah Jokowi menunjukkkan kebijakan dan karakter sebagai pemimpin yang bisa diandalkan dunia internasional.

Selain itu dia juga menunjukkan keberanian di atas semua protokoler keamanan untuk mendatangi wilayah perang, bahkan meskipun harus menempuh perjalanan darat selama 12 jam di negara yang nun jauh di sana.

Jokowi hendak menunjukkan bahwa demi perdamaian dunia, semua risiko yang ada memang layak ditempuh.

Sejumlah kepala negara yang lain yang pernah berkunjung hanya sampai di Polandia atau ke perbatasan Polandia-Ukraina karena risiko keamanan.

Tamu Penting Putin
Setelah perjalanan pertama yang sangat penting ini, misi perdamaian yang diusung Jokowi akan masuk Istana Kremlin.

Jokowi sudah mendengar langsung pesan dari Zelensky, dan bersedia menyampaikannya ke Putin.

Jokowi juga sudah mendengar langsung pendapat dari para kepala negara G-7 di mana terdapat negara-negara kekuatan utama dunia seperti AS, Prancis, Inggris, Jerman, dan Jepang tentang situasi terkini di Ukraina.

Hal itu membuat Jokowi sebagai tamu yang sangat penting bagi Putin, sebagai mediator yang harus didengar dan disimak ucapannya.

Jika Jokowi bisa meyakinkan Putin untuk menghentikan aksi militer di Rusia secepatnya, itu akan menjadi kontribusi luar biasa dari Indonesia untuk perdamaian dunia.

Indonesia di era Presiden Sukarno pernah menginisiasi Gerakan Non-Blok melalui Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.

Gerakan ini sangat relevan ketika itu karena dunia terbelah dalam konflik Perang Dingin antara Barat dan Timur yang menyeret banyak negara dalam perseteruan politik dan militer dan menghalangi kerja sama global.

Gerakan Non-Blok sempat memiliki 120 anggota, hanya kalah jumlahnya dari keanggotaan PBB, dengan misi utama melawan kolonialisme, neo-kolonialisme, imperialism, dan rasialisme. Nafas gerakan ini masih relevan dalam konteks geopolitik global hingga sekarang setelah meletusnya perang Rusia-Ukraina.

Rusia khawatir bahwa Ukraina akan bergabung ke Blok Barat dengan menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan mengambil cara militer untuk mencegah hal itu terjadi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mahfud MD Optimistis Polri Tuntaskan Kasus Brigadir J

Mahfud MD optimistis kasus tewasnya Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dapat dituntaskan oleh Polri.

NEWS | 9 Agustus 2022

Ke Bareskrim, LPSK Koordinasi soal Justice Collaborator Bharada E

LPSK akan ke Bareskrim Polri pada Selasa (9/8/2022), untuk menemui Bharada E dalam rangka koordinasi terkait dengan justice collaborator (JC).

NEWS | 9 Agustus 2022

Sore Ini, Polri Umumkan Tersangka Baru Kasus Brigadir J

Polri bakal mengumumkan tersangka baru kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Mabes Polri pada Selasa (9/8/2022) sore.

NEWS | 9 Agustus 2022

Cuaca Jakarta: Sebagian Wilayah Bakal Diguyur Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Selasa (9/8/2022), sebagian wilayah bakal diguyur hujan ringan.

NEWS | 9 Agustus 2022

Enesis Gelar Edukasi Pencegahan DBD di Kota Malang

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Baschin Dardak menilai edukasi Enesis ini penting bagi kader jumantik dalam pencegahan DBD.

NEWS | 9 Agustus 2022

Ke Kalimantan Barat, Ini yang Akan Diresmikan Jokowi

Jokowi akan meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

NEWS | 9 Agustus 2022

Ukraina Gagalkan Upaya Pembunuhan Pejabat Tinggi Negara

Ukraina menangkap dua orang yang bekerja untuk badan intelijen Rusia yang berencana membunuh sejumlah pejabat tinggi negara.

NEWS | 9 Agustus 2022

Agustus, Upacara Bendera di Tugu Kujang Bogor Tiap Hari

Agustus 2022 ini, tiap hari, Bogor menyelenggarakan upacara bendera di Tugu Kujang sebagai peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 RI.

NEWS | 9 Agustus 2022

Pengamat Yakin Kepemimpinan Firli Dkk di KPK Berujung Manis

Pengamat dan praktisi hukum Masriadi Pasaribu meyakini kepemimpinan Firli Bahuri dan pimpinan KPK jilid V lainnya dalam memberantas korupsi akan berujung manis.

NEWS | 8 Agustus 2022

KPU Anggarkan Santunan Rp 36 Juta bagi Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia

KPU menganggarkan santunan sebesar Rp 36 juta bagi petugas pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya pada Pilkada dan Pemilu 2024.

NEWS | 8 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mahfud MD Optimistis Polri Tuntaskan Kasus Brigadir J

Mahfud MD Optimistis Polri Tuntaskan Kasus Brigadir J

NEWS | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings