Logo BeritaSatu

BPET MUI: Khilafah Tak Perlu Lagi Diwacanakan di Indonesia

Selasa, 28 Juni 2022 | 23:47 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.om - Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Syauqillah mengatakan, persoalan khilafah telah selesai sejak lama dan tidak perlu lagi diperdebatkan implementasinya, apalagi mewacanakan sebagai sebuah sistem pemerintahan di Indonesia.

"Ke-khilafah-an itu sudah berhenti di era Khulafaur Rasyidin, setelahnya muncul berbagai dinasti hingga era Usmani (Turki) yang selesai pada tahun 1923. Penggunaan terminologi khalifah juga sudah selesai. Usmani menggunakan kata khalifah untuk menyebut penguasa. Jadi, tidak perlu lagi diwacanakan sebagai sebuah sistem pemerintahan di Indonesia," kata Syauqillah dalam keterangan tertulis, Selasa (28/6/2022).

Usmani, lanjutnya, sejatinya menggunakan sistem pemerintahan Daulah Usmaniyah dan bukan Khilafah Usmaniyah, sehingga ia menilai di sini kelemahan literasi dari para pengusung atau simpatisan ideologi khilafah.

"Sehingga, pasca-Usmani banyak sekali wilayah yang mendeklarasikan diri sebagai negara bangsa, baik dalam bentuk kerajaan dan sebagainya, termasuk Indonesia yang memilih sebagai negara Pancasila; dan kita sudah selesai Pancasila itu," tegasnya.

Menurut dia, keterlibatan para bapak pendiri bangsa, ulama, dan tokoh telah berlangsung membentuk Indonesia sebagai negeri penuh kedamaian serta negeri kesepakatan.

Sehingga, sistem pemerintahan yang ada di Indonesia sudah selesai serta telah bersepakat dalam konteks berbangsa dan bernegara.

"Bagi yang masih mengampanyekan khilafah, perlu sadari betul bahwa para ulama terdahulu telah melakukan ijtihad dan telah bersepakat atas rumusan dalam bernegara," kata Kepala Program Studi Kajian Terorisme Universitas Indonesia (UI) itu.

Dia menjelaskan, Islam justru mengajarkan hal-hal yang mengatur tentang kehakiman, kementerian, wilayatul qadha, dan keuangan, dimana semua hal itu juga ada dalam sejarah Islam dan merupakan produk ijtihad.

"Dalam urusan berbangsa dan bernegara, tentu Islam telah mengajarkan tentang menjaga bangsa serta urusan terkait kenegaraan, seperti kehakiman, maal, hingga keuangan," katanya.

Oleh karena itu, dia menilai perlu ada upaya nyata dari berbagai pemangku kepentingan guna mewaspadai ideologi khilafah yang semakin hari semakin masif ke lini kehidupan masyarakat.

"Ini berkenaan dengan literasi masyarakat tentang bagaimana sesungguhnya sejarah dan makna khilafah itu perlu dilihat. Kalau ada berbagai macam versi dan sejarah, sebaiknya dibaca semua dan dipertimbangkan seperti apa," katanya.

Dia juga mengatakan perlu ada langkah atau kampanye berkesinambungan terkait narasi alternatif, yang juga harus sesuai dengan selera anak muda.

"Misalnya, tentang terminologi ke-khilafah-an, terminologi khalifah, sejarah, misalnya, itu kampanye-nya harus simultan dan berkesinambungan," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Viral Video Polantas Ejek hingga Jilat Kue HUT TNI

Viral di media sosial, video yang memperlihatkan aksi seorang anggota polisi menjilat kue perayaan HUT TNI ke-77.

NEWS | 6 Oktober 2022

Dicurigai Bom, Polisi Jepang Hanya Temukan Mainan Orang Dewasa

Polisi Jepang yang menurunkan tim penjinak bahan peledak saat mendapat laporan ada paket mencurigakan, ternyata hanya menemukan “mainan orang dewasa".

NEWS | 6 Oktober 2022

Penjilat Kue HUT TNI Dikurung dalam Rutan Polda Papua Barat

Dua anggota polantas penjilat kue HUT TNI telah dikurung dalam rumah tahanan (rutan) Polda Papua Barat.

NEWS | 6 Oktober 2022

2 Polisi Jilat Kue HUT TNI, Dirlantas Polda Papua Barat Minta Maaf

Dua anggota polantas menjilat kue HUT TNI. Video perbuatan tak terpuji itu menjadi viral di media sosial.

NEWS | 6 Oktober 2022

Iwan Setiawan Minta Camat Antisipasi Geng Motor di Bogor

Iwan Setiawan meminta camat memperketat keamanan wilayah untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dari geng motor di Bogor.

NEWS | 6 Oktober 2022

KBRI Sofia Promosi Wisata Indonesia di Halte Bus Bulgaria

KBRI Sofia promosi wisata Indonesia di Bulgaria melalui tampilan gambar-gambar di halte bus Kota Sofia.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kuota Perempuan Minim, Pendaftaran Panwascam Kota Bekasi Diperpanjang

Pendaftaran panwascam Kota Bekasi diperpanjang, karena kuota keterwakilan perempuan masih minim.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tiongkok Keluarkan Peringatan Waspada Gelombang Dingin

Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok (NMC) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap gelombang dingin di berbagai wilayah negara tersebut.

NEWS | 6 Oktober 2022

Pengguna Layanan MySiloam dan Homecare SILO Semakin Meningkat

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat ada peningkatan yang signifikan dalam adopsi platform digital MySiloam selama pandemi Covid-19.

NEWS | 6 Oktober 2022

Istri Lukas Enembe Mangkir, KPK Sampaikan Wanti-wanti

Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda dan anaknya, Astract Bona Timoramo Enembe mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dicurigai Bom, Polisi Jepang Hanya Temukan Mainan Orang Dewasa

Dicurigai Bom, Polisi Jepang Hanya Temukan Mainan Orang Dewasa

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings