Logo BeritaSatu

KPK Cecar 3 Anak Rahmat Effendi Terkait Pengelolaan Aset Ayahnya

Senin, 28 Maret 2022 | 21:55 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar tiga anak Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi mengenai pengelolaan aset sang ayah. Hal ini dilakukan tim penyidik saat memeriksa ketiga anak Rahmat Effendi, yakni Ramdhan Aditya selaku Direktur Utama (Dirut) Arhamdhan Ireynaldi Rizky; Irene Pusbandari selaku Direktur PT AIR; serta Reynaldi Aditama selaku Komisaris PT AIR pada Senin (28/3/2022).

Ketiganya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek dan lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi yang menjerat Rahmat Effendi.

"Ketiga saksi hadir dan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MY (Mulyadi alias Bayong), tim penyidik mengonfirmasi antara lain terkait pengelolaan aset-aset dari tersangka RE (Rahmat Effendi)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (28/3/2022).

Selain ketiga anak Rahmat Effendi, tim penyidik juga memeriksa Kadispenda Kota Bekasi, Aan Suhanda; Camat Cisarua, Deni Humaedi Alkasembawa; dan seorang PNS bernama Engkos. Terhadap ketiganya, tim penyidik mendalami mengenai aliran uang yang diterima Rahmat Effendi. Tak hanya itu, tim penyidik KPK juga mencecar ketiganya mengenai aset-aset yang dibeli dari aliran uang tersebut.

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan aliran sejumlah uang yang diterima oleh tersangka RE dari para camat di Kota Bekasi dan dugaan adanya pembelian aset dari penerimaan uang-uang tersebut," kata Ali.

Diketahui, Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022).

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo Ali Amril, Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta, serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi.

KPK juga menjerat Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin, Lurah Jati Sari Mulyadi alias Bayong, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi, dan Camat Jatisampurna Wahyudin.

KPK menduga Rahmat Effendi menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Jokowi Ukraina


# Pengawasan Intelijen


# MyPertamina


# Roy Suryo


# Mars


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jakarta Timur Dinilai Potensial untuk Investasi Properti

Jakarta Timur Dinilai Potensial untuk Investasi Properti

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings