Logo BeritaSatu

BNPT Dinilai Tidak Sedang Stigmatisasi Pesantren

Sabtu, 29 Januari 2022 | 00:06 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinilai tidak sedang melakukan stigmatisasi pondok pesantren (ponpes). Hal tersebut disampaikan Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI), Muhammad Makmun Rasyid dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).

Rasyid mengatakan, BNPT merupakan lembaga yang memiliki misi dalam penanganan krisis secara cepat dan tepat dalam meminimalisasi dampak dari tindak pidana terorisme. Untuk itu, hasil temuan yang didapatkan BNPT dapat dijadikan bentuk kewaspadaan bagi masyarakat.

“Saya melihat pernyataan BNPT ini merupakan rangkaian dari penjelasannya saat RDP di DPR. Semuanya disiarkan secara terbuka. Jika kita melihat secara utuh, maka BNPT sedang tidak stigmasisasi pondok pesantren sebagai tempat yang memproduksi, tetapi hasil temuan mereka bahwa ada kelompok teroris yang berlindung di balik istilah dan kesakralan pondok pesantren untuk program-program rekrutmen dan penguatan ideologi,” kata Rasyid.

Rasyid mengatakan kelompok terduga teroris dan ideolog-ideolog radikal-terorisme dalam kajian pergerakan memang sengaja menggunakan istilah-istilah baku dan sakral. Dicontohkan, istilah kotak amal, ponpes, kajian bulanan dan sejenisnya.

“Bukti pernyataan BNPT tidak sedang stigmatisasi itu kan bisa kita lihat dari jumlah pesantren atau 68 pesantren yang terafiliasi atau di dalamnya terdapat orang-orang yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah dan 119 pesantren yang terafiliasi jaringan teroris,” katanya.

Dikatakan, ponpes di Indonesia berjumlah sekitar 26.000 sebagaimana terdata di Kementerian Agama (Kemenag). Semenjak dahulu, pelajaran utama pesantren adalah mendidik siswa siswi untuk taat dalam beragama, mencintai NKRI dan nasionalisme.

“Saya membaca semua pernyataan yang dikeluarkan BNPT soal pesantren ini. Saya tidak melihat adanya generalisasi, misalnya mengatakan ‘pesantren di Indonesia ini berjejaring dengan kelompok teroris’ atau lainnya. Angka yang disebutkan menunjukkan secara jelas bahwa dari ribuan pondok pesantren di Indonesia, ada sebagian yang berjejaring atau terafiliasi dengan kelompok terlarang,” ungkapnya.

Rasyid mengakui, terdapat pernyataan yang dikeluarkan dengan tidak sempurna. Misalnya, terkait cara menetapkan pesantren yang didata, berjejaring atau terlibat kelompok radikal-teroris.

“Memang ada ketidaksempurnaan dalam membuka data. Jadi, para pihak bukan menyoal keresahan yang akan ditimbulkan, itu tidak relevan. Secara akademis, kita bisa mempertanyakan metode penetapannya. Urusan ini, hanya pihak BNPT yang bisa menjelaskannya sebagai kelanjutan dari pernyataan-pernyataan sebelumnya,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jakarta Kembali PPKM Level 1

Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta dan sekitarnya kembali masuk level satu mulai Rabu (6/7/2022) ini

NEWS | 6 Juli 2022

Pakar: Kasus Covid-19 Naik Berpotensi Muncul Varian Baru

Pakar kesehatan menyoroti jikakasus Covid-19 terus meningkat, maka potensi terbentuknya varian baru menjadi lebih besar.

NEWS | 6 Juli 2022

AKHLAK Award BUMN 2022, Keterbukaan BUMN Diapresiasi

Founder ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi atas keterbukaan BUMN untuk diukur oleh pihak luar yang independen.

NEWS | 6 Juli 2022

Soal KIB, PAN Pastikan Golkar Tak Tergoda Rayuan Demokrat

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay memastikan Partai Golkar tidak akan tergoda dengan rayuan Partai Demokrat untuk berkoalisi di Pilpres 2024.

NEWS | 6 Juli 2022

Asosiasi Dokter Medis Sedunia Hanya Akui IDI di Indonesia

Asosiasi Dokter Medis Sedunia atau World Medical Association (WMA) hanya mengakui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Indonesia.

NEWS | 6 Juli 2022

Ada 198 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Rabu (6/7/2022) berjumlah 198.

NEWS | 6 Juli 2022

2022, Muhammad Jadi Nama Bayi Laki-laki Favorit di Inggris

Muhammad menjadi nama paling populer untuk bayi laki-laki di Inggris tahun 2022. data itu terungkap dari perusahaan media daring BabyCentre.

NEWS | 6 Juli 2022

Ganjar Sebut soal Zonasi Menjadi Masalah Utama PPDB

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut soal zonasi sebagai masalah utama dalam pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2022/2023 di wilayahnya.

NEWS | 6 Juli 2022

Rusia Menggempur Kota Donetsk setelah Merebut Luhansk

Pasukan Rusia menyerang sasaran di seluruh wilayah Donetsk timur Ukraina pada Selasa (5/7/2022) setelah merebut Luhansk.

NEWS | 6 Juli 2022

Kemensos Cabut Izin Pengumpulan Uang dan Barang ACT

Kemensos akhirnya mencabut izin penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang telah diberikan kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tahun 2022

NEWS | 6 Juli 2022


TAG POPULER

# Kepala RS Tewas Ditikam


# Inflasi


# Bob Tutupoly Meninggal


# Polisi Gadungan


# Update Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jakarta Kembali PPKM Level 1

Jakarta Kembali PPKM Level 1

NEWS | 9 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings