Logo BeritaSatu

Perlu Dipahami Masyarakat, Faktor Ini Penyebab Gelombang Baru Covid-19

Rabu, 6 Oktober 2021 | 07:53 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menilai, pentingnya bagi semua pihak termasuk masyarakat memahami faktor penyebab lonjakan kasus Covid-19 atau yang sering disebut sebagai gelombang baru Covid-19.

“Perlu dipahami bahwa virus itu sendiri tidak bisa dijadikan sebagai entitas tunggal penyebab persebaran penyakit. Perlu melihat faktor-faktor lain yang menstimulasi persebarannya. Misalnya dinamika evolusinya dan perilaku manusia yang mendukung peningkatan transmisinya yang cukup khas di tiap-tiap wilayah," kata Wiku pada konferensi pers virtual tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” Selasa (5/10/2021).

Wiku menyebutkan, melihat lebih dalam, penyebab gelombang pertama di hampir seluruh negara dikarenakan masih rendahnya pemahaman terkait penyakit ini termasuk para ahli dan ilmuwan di bidang penyakit menular.

Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dari Wuhan ke negara-negara lain terjadi akibat mobilitas yang besar antarnegara saat itu.

Mobilitas yang besar ini, kata Wiku, menyebabkan Covid-19 selanjutnya menjadi pandemi. Dampak yang terjadi dengan meningkatnya jumlah kasus-kasus, khususnya kasus perawatan di rumah sakit disebabkan oleh belum ditemukannya obat-obat atau vaksinasi yang mendukung upaya kuratif saat itu.

Selanjutnya, penyebab gelombang kedua, menurut Wiku, kemunculan dan Variant of Concern (VoC) seperti Alfa, Beta, Gamma dan Delta di beberapa negara yakni Inggris, Afrika Selatan dan India menyebabkan kemunculan gelombang kedua. VoC yang tidak disertai dengan penjagaan mobilitas antarnegara menyebabkan gelombang ikutan ke negara-negara tetangga.

Bahkan negara di Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia.

“Jika merujuk pada studi dari Rusia tahun 2021 mengenai analisis regresi data Covid-19 dari 35 negara di dunia, menyatakan bahwa mayoritas penyebaran varian baru di beberapa negara tersebut terjadi akibat pergerakan domestik yang memperparah penyebaran varian impor,” paparnya.

Sementara di Spanyol, Jepang dan Korea Selatan, Wiku menuturkan, peningkatan signifikan terjadi akibat penularan di komunitas atau klaster, sehingga penderita Covid-19 umumnya berasal dari kelompok yang sama. Contohnya, ibu hamil dan anak-anak untuk di Spanyol dan kasus di perkantoran untuk di Jepang.

Sementara untuk gelombang ketiga yang terjadi di Kentucky, Amerika Serikat (AS), disebabkan oleh distribusi varian baru yaitu R1 dan varian Mu di Kolombia. Selain itu pembukaan sektor sosial ekonomi yang tidak disertai kepatuhan protokol kesehatan (prokes) yang tinggi, menyebabkan lonjakan kasus di Singapura, beberapa negara di Eropa dan Afrika.

Untuk itu, kata Wiku, walaupun saat ini Indonesia telah mulai melakukan kegiatan produktif secara bertahap bertingkat, dan berlanjut, namun masyarakat harus tetap berhati-hati dalam beraktivitas.

“Jangan serta merta melupakan pentingnya proteksi protokol kesehatan baik memakai masker menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Kepatuhan ini merupakan kunci mencegah timbulnya gelombang baru," pungkas Wiku.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Instruksi Penting PDIP bagi Kader untuk Kemenangan Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan instruksi penting kepada para kadernya, khususnya tiga pilar partai.

NEWS | 3 Desember 2022

Jelang Nataru, IDI Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Covid-19

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Ketua Umum PB IDI Dr Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap ancaman Covid-19.

NEWS | 3 Desember 2022

PKB Dorong Karyawan Startup Bentuk Serikat Pekerja Imbas Marak PHK

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak karyawan-karyawan startup segera membentuk serikat pekerja.

NEWS | 3 Desember 2022

Kasad Bakal Perintahkan Jajaran Tonton Film Tegar, Ada Apa?

Kasad Jenderal Dudung Abdurachman menyatakan akan memerintahkan jajaran TNI AD untuk menonton film Tegar.

NEWS | 3 Desember 2022

Hasto: Pesan Bu Mega Hindari Sikap Lupa pada Rakyat Saat Menjabat

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpesan agar para kader PDIP tidak melupakan rakyat saat menjabat.

NEWS | 3 Desember 2022

Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal Jadi 334 Jiwa

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, hingga hari ini, Sabtu (3/12/2022) mencapai 334 jiwa.

NEWS | 3 Desember 2022

Banjir Rob Rendam Tiga Kecamatan di Kabupaten Pemalang

Banjir rob yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Pemalang berdampak pada 1.272 kepala keluarga (KK) atau 3.900 jiwa.

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut, BMKG: Aktivitas dalam Lempeng Indo-Australia

Gempa bumi yang terjadi di Garut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut 6,4 M, Warga Cianjur Dibuat Panik Tak Keruan

Warga Cianjur yang masih trauma akibat gempa kembali berhamburan keluar dari dalam rumah dan perkantoran menuju lapangan terbuka, Sabtu (3/12/2022).

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut M 6,4 Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Garut terjadi pada Sabtu pukul 16.49 WIB dan dirasakan getarannya di wilayah Garut, Ciamis, Kalapanunggal, Sumur, Tasikmalaya dan Pamoyanan.

NEWS | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Argentina vs Australia: Statistik Sangat Jomplang Sebelah

Argentina vs Australia: Statistik Sangat Jomplang Sebelah

SEMESTA BOLA 2022 | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE