Logo BeritaSatu

Makian Jadi Alasan Meringankan Vonis Juliari, Saut Situmorang: Siapa Suruh Korupsi Bansos

Senin, 23 Agustus 2021 | 20:59 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyoroti pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dalam menjatuhkan vonis terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara atas perkara dugaan suap bansos Covid-19. Dalam pertimbangan meringankan hakim, Juliari dinilai sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat.

Menurut Saut, caci maki dan hinaan oleh masyarakat merupakan bentuk aksi-reaksi atas perbuatan Juliari menerima duit suap bantuan sosial penanganan Covid-19. Juliari tidak akan dihina jika tidak melakukan korupsi bansos.

"Kalau soal caci maki itu dinamika aksi reaksi , siapa suruh korupsi. Jangankan tersangka koruptor, yang menangkapi koruptor aja dicaci maki dibilang Taliban lah dan lain-lain," kata Saut kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Jika cacian dan makian masyarakat terhadap Juliari dijadikan alasan meringankan hakim, Saut menilai negeri ini semakin lucu. Ditekankan, status Juliari sebagai menteri dan melakukan korupsi dana bansos harusnya jadi alasan untuk memperberat hukuman Juliari.

"Jadi kalau itu jadi alasan yang meringankan maka negeri ini semakin lucu, sebab seorang menteri korupsi itu justru harus jadi pemberatan, di tengah pendemi dan yang disikat itu namanya jelas-jelas dana bansos bencana Covid-19," ucap Saut.

Diketahui, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 12 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan lantaran terbukti menerima suap terkait pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Selain pidana pokok, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan terhadap Juliari berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 14, 5 miliar subsider 2 tahun pidana dan pencabutan hak politik selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Dalam menjatuhkan hukuman ini, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, majelis hakim menilai Juliari dapat dikualifikasi tidak kesatria, ibaratnya lempar batu sembunyi tangan. Hal ini lantaran Juliari berani menerima suap bansos, namun tidak berani bertanggung jawab, dan bahkan menyangkali perbuatannya. Selain itu, tindak pidana ini dilakukan Juliari saat Indonesia dalam keadaan darurat bencana nonalam yaitu pandemi Covid-19.

Sementara untuk hal yang meringankan, majelis hakim menilai Juliari belum pernah dijatuhi pidana. Selain itu, majelis hakim menilai Juliari sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat. Hakim menyebut Juliari telah divonis oleh masyarakat telah bersalah sebelum divonis pengadilan.

"Terdakwa sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat. Terdakwa telah divonis oleh masyarakat telah bersalah padahal secara hukum terdakwa belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," kata hakim saat membacakan putusan Juliari, Senin (23/8/2021).

Hal meringankan lainnya, hakim menilai welama persidangan Juliari hadir dengan tertib, tidak pernah bertingkah macam-macam. Padahal selain sidang untuk dirinya sendiri selaku terdakwa, terdakwa juga harus hadir sebagai saksi dalam perkara Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gempa 6,4 M Guncang Kabupaten Garut

Gempa berkekuatan 6,4 M mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022) pada pukul 16.49 WIB.

NEWS | 3 Desember 2022

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Lokasi Gempa Cianjur

Polisi memberlakukan lalu lintas satu arah untuk mengantisipasi kemacetan di lokasi episentrum gempa Cianjur di Kecamatan Cugenang, Jalan Raya Cianjur-Puncak.

NEWS | 3 Desember 2022

Sosok Inspiratif Bidang Kesehatan Tampil di HUT Ke-65 Astra

Mengusung tema "Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama", HUT ke-65 Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berbagi semangat positif dan optimisme. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Ratusan Korban Banjir Pati Mulai Terserang Penyakit

Ratusan korban banjir pati mulai terserang penyakit. Tim Dokkes Polres Pati bersama Puskesmas Tambakromo pun membuka pengobatan gratis. 

NEWS | 3 Desember 2022

Cerita Petani Jamur Bisa Bikin Wisata Edukasi Berkat Ganjar, Kok Bisa?

Setelah tempat usahanya di Kecamatan Borobudur, Magelang didatangi Gubernur Ganjar Pranowo. Usahanya semakin laris dan dikunjungi hingga 1000-an orang.

NEWS | 2 Desember 2022

Ketua Umum IDI: Vaksinasi Upaya Pencegahan Penyakit Menular

Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi menyatakan, kasus polio di Aceh menjadi pelajaran semua pihak bahwa vaksinasi merupaya upaya pencegahan penyakit menular.

NEWS | 3 Desember 2022

Siapkan SDM Unggul, Jokowi Minta Guru Perhatikan 3 Hal Ini

Dalam sambutan di HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2022, Presiden Jokowi meminta para guru memperhatikan tiga hal dalam menyiapkan SDM unggul. 

NEWS | 3 Desember 2022

Lukisan Karya Anak Disabilitas di Bus Transjakarta Buat Orang Tua Bangga

Guru dan para orang tua bangga karena anak-anak disabilitas sudah tuntas melukis di badan bus Transjakarta pada Hari Disabilitas Internasional.

NEWS | 3 Desember 2022

Polda Sulsel Klarifikasi Video Viral Polisi Bongkar Kebobrokan Polri

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengklarifikasi video viral soal pengakuan seorang polisi Tana Toraja, Aipda Aksan yang membongkar kebobrokan institusi Polri.

NEWS | 3 Desember 2022

Jumlah Pengungsi Gempa Cianjur Terus Berkurang

Dua pekan setelah gempa Cianjur pada 21 November lalu jumlah pengungsi yang tinggal di tenda-tenda pengungsian terus berkurang.

NEWS | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Erick Thohir Pertimbangkan Maju Jadi Caketum PSSI

Erick Thohir Pertimbangkan Maju Jadi Caketum PSSI

BOLA | 43 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE