Logo BeritaSatu

Bupati Langkat Diduga Siksa dan Kerangkeng 40 Pekerja Sawit

Senin, 24 Januari 2022 | 18:44 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin diduga menyiksa sekitar 40 pekerja sawit dengan memasukkan mereka ke dalam kerangkeng di rumahnya. Dugaan penyiksaan dan perbudakan modern yang melibatkan Terbit Rencana itu dilaporkan Migrant Care ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (24/1/2022).

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja," kata Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

Anis mengatakan kerangkeng itu ada di belakang halaman rumah Terbit Rencana. Bentuknya mirip penjara dengan tambahan gembok agar para pekerjanya tidak keluar masuk sembarangan.

Selain dijebloskan ke dalam kerangkeng, Terbit Rencana juga diduga melakukan sejumlah bentuk penyiksaan lainnya. Salah satunya berupa pemukulan.

"Sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka," ujar Anis.

Akses para pekerja di dalam kerangkeng itu juga terbatas. Para pekerja hanya diberi makan dua kali dalam sehari.

"Selama bekerja mereka tidak pernah menerima gaji," ungkap Anis.

Anis menekankan perbuatan Terbit Rencana terhadap para pekerja perkebunan sawit miliknya tersebut sangat keji dan di luar nalar kemanusiaan. Kepala daerah yang seharusnya melindungi warga justru menggunakan kekuasaannya untuk bertindak sewenang-wenang.

"Kami melaporkan ke Komnas HAM karena prinsipnya itu sangat keji, baru tahu ada kepala daerah yang mestinya melindungi warganya, tapi justru menggunakan kekuasaannya untuk secara sewenang-wenang melakukan tindakan yang melanggar prinsip HAM, antipenyiksaan dan antiperdagangan manusia, dan lain-lain," kata Anis.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Migrant Care. Dikatakan, Komnas HAM akan segera mengirim tim untuk mendalami kasus ini.

"Kami akan segera kirim tim ke sana, ke Sumatera Utara, terus juga berkomunikasi dengan berbagai pihak," kata Choirul Anam.

Anam mengatakan pihaknya menerima banyak informasi berupa foto, dan video terkait penggunaan kerangkeng di rumah Terbit itu. Ditekankan, Komnas HAM akan bergerak cepat mengusut dugaan penyiksaan ini.

"Kami harus cepat karena karakter kasus semacam ini dalam konteks skenario hak asasi manusia memang harus cepat apalagi jika ada dugaan penyiksaan," kata Choirul Anam.

Seiring dengan itu, Choirul Anam mengatakan, Komnas HAM akan meminta bantuan kepolisian untuk mencari keberadaan 40 pekerja korban penyiksaan untuk memastikan kondisi mereka.

"Sehingga ketika kami datang ke sana bisa menjelaskan di mana mereka karena itu bagian dari tugas kepolisian," kata Choirul Anam.

.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

6 Tahun Jadi Tersangka, Eks Dirjen Hortikultura Kementan Ditahan KPK

KPK menahan mantan Dirjen Hortikultura Kementan, Hasanuddin Ibrahim yang telah berstatus tersangka selama enam tahun atas kasus dugaan korupsi pupuk hayati.

NEWS | 20 Mei 2022

Terawan Ajak Rekan Sejawat Bangun Kesehatan Masyarakat

Terawan mengajak rekan sejawatnya untuk bergabung dalam Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) agar bisa berkontribusi membangun kesehatan masyarakat

NEWS | 20 Mei 2022

Kemendagri Dorong Digitalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong implementasi elektronifikasi dan digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

NEWS | 20 Mei 2022

Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Bonyamin Saiman mendatangi kantor KPPU guna memberikan data tambahan dugaan monopoli minyak goreng (migor)

NEWS | 20 Mei 2022

Pemkot Bogor Mempermudah Pembuatan E-KTP bagi Pelajar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempermudah pembuatan identitas kependudukan e-KTP bagi pelajar.

NEWS | 20 Mei 2022

Ribuan Santri di Jatim Berselawat untuk Ganjar Pranowo

Ribuan santri menggelar gebyar selawat dan doa bersama dalam rangka ‘Mengetuk Pintu Langit’ agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

NEWS | 20 Mei 2022

Dipecat IDI, Terawan Janji Ikut Membesarkan PDSI

Mantan Menkes Terawan Agus Putranto, bergabung dan berjanji membesarkan Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) usai dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

NEWS | 20 Mei 2022

Kasus Mafia Tanah Cipayung, Kejati DKI Geledah Rumah di Pesona Khayangan

Kejati DKI Jakarta menggeledah sebuah rumah mewah di Pesona Khayangan, Depok terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah atau mafia tanah di Cipayung Jaktim.

NEWS | 20 Mei 2022

Ancaman Kekurangan Pangan Perburuk Krisis di Sri Lanka

Ancaman kekurangan pangan diyakini akan semakin memperburuk krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka.

NEWS | 20 Mei 2022

Jadi Tim Ahli Wantimpres, Kader Golkar Henry Indraguna Siap Bantu Jokowi

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Henry Indraguna yang mendapatkan kepercayaan menjadi tim ahli Wantimpres menyatakan kesiapannya membantu Presiden Jokowi.

NEWS | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hadapi Tantangan Global, Jokowi: Utamakan Produk Lokal

Hadapi Tantangan Global, Jokowi: Utamakan Produk Lokal

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings