Logo BeritaSatu

FKPT Jabar Sayangkan Fenomena Ujaran Kebencian

Sabtu, 15 Januari 2022 | 23:17 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Agama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Barat (Jabar) KH Utawijaya Kusumah menyayangkan fenomena ujaran kebencian dan provokasi di tengah masyarakat Indonesia, yang berlindung di bawah kebebasan sebagai negara demokrasi.

Menurutnya, hal itu terjadi akibat degradasi rasa syukur sebagai anak bangsa sehingga mereka menyalahgunakan kebebasan di negara demokrasi menjadi kebebasan liar, bukan kebebasan yang bertanggung jawab.

"Akibat hilangnya rasa syukur ini, mereka memanfaatkan kebebasan sebagai negara demokrasi, tetapi cenderung sebagai kebebasan yang liar, bukan kebebasan yang bertanggung jawab,” ujar KH Utawijaya Kusumah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

Lebih lanjut, Utawijaya mengatakan, fenomena ujaran kebencian dan provokasi tidak terlepas dari kondisi ketika peraturan perundang-undangan yang ada sering dinafikan oleh bangsa Indonesia.

Dengan demikian, kata dia, fenomena saling lapor, saling tuduh, dan saling gugat makin mudah dijumpai. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Utawijaya mengimbau masyarakat memiliki kesadaran untuk menahan diri dan tidak mudah terpengaruh ujaran kebencian melalui dua tindakan.

“Pertama adalah bagaimana melakukan satu upaya jangan menjadi sumbu pendek, sedikit-sedikit marah. Yang kedua, negara ini dipimpin oleh pemerintahan yang perlu diikuti. Kalau ada yang kurang, ya didiskusikan, kita bicarakan, kita musyawarahkan sesuai dengan dasar negara kita, yaitu Pancasila. Ada musyawarah. Nah, itu kan kita jadi pemaaf,” jelas Utawijaya.

Di samping itu, pendiri Forum Pondok Pesantren (FPP) ini pun memandang maraknya ujaran kebencian ikut pula dipengaruhi faktor kepentingan terselubung sehingga negara diwajibkan belajar dari pengalaman masa lalu, yaitu Kerajaan Majapahit.

"Negara harus belajar dari sejarah masa lalu Majapahit di mana bangsa Indonesia bisa berjaya di dunia dengan tri tantu, yakni tata salira, tata negara, dan tata buana. Ketiganya saling berkaitan," kata Utawijaya.

Ia menjelaskan tata salira berkaitan dengan penataan kesejahteraan lahir batin warga negara. Lalu, tata negara berkaitan dengan ratusan suku bangsa yang bersatu dalam NKRI sehingga harus menjadi kekuatan yang patut disyukuri.

Berikutnya, tata buana adalah menjaga hubungan baik dengan Tuhan serta hubungan dengan manusia dan alam yang perlu untuk saling menghormati.

“Pembelajaran dari masa lalu inilah yang berguna untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

3 Peran
Selanjutnya, Utawijaya juga mengatakan pemerintah memiliki 3 peran dalam menghadapi fenomena ujaran kebencian.

Pertama adalah sosialisasi terhadap seluruh komponen masyarakat bahwa Indonesia memiliki undang-undang tentang ujaran kebencian sehingga jika dilakukan, akan ada hukumannya.

"Kedua adalah pembinaan, yaitu melakukan pembinaan terhadap elemen organisasi masyarakat (ormas) sebagaimana ormas sendiri memiliki massa yang dapat digerakkan dan disadarkan terkait bahaya ujaran kebencian," lanjutnya.

Kemudian yang ketiga, bimbingan untuk mereka yang sudah mengujarkan kebencian agar tidak memengaruhi orang lain untuk ikut melakukan kesalahan yang sama.

Utawijaya pun mengajak para tokoh agama untuk bekerja sama membangun negara tanpa ujaran kebencian dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tabayyun atau meneliti informasi yang diterima.

Dengan demikian, ujar dia, masyarakat tidak terjerumus pada ujaran kebencian dan provokasi yang justru dapat merusak persatuan dan keutuhan bangsa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemendagri Dorong Digitalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong implementasi elektronifikasi dan digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

NEWS | 20 Mei 2022

Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Bonyamin Saiman mendatangi kantor KPPU guna memberikan data tambahan dugaan monopoli minyak goreng (migor)

NEWS | 20 Mei 2022

Pemkot Bogor Mempermudah Pembuatan E-KTP bagi Pelajar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempermudah pembuatan identitas kependudukan e-KTP bagi pelajar.

NEWS | 20 Mei 2022

Ribuan Santri di Jatim Berselawat untuk Ganjar Pranowo

Ribuan santri menggelar gebyar selawat dan doa bersama dalam rangka ‘Mengetuk Pintu Langit’ agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

NEWS | 20 Mei 2022

Dipecat IDI, Terawan Janji Ikut Membesarkan PDSI

Mantan Menkes Terawan Agus Putranto, bergabung dan berjanji membesarkan Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) usai dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

NEWS | 20 Mei 2022

Kasus Mafia Tanah Cipayung, Kejati DKI Geledah Rumah di Pesona Khayangan

Kejati DKI Jakarta menggeledah sebuah rumah mewah di Pesona Khayangan, Depok terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah atau mafia tanah di Cipayung Jaktim.

NEWS | 20 Mei 2022

Ancaman Kekurangan Pangan Perburuk Krisis di Sri Lanka

Ancaman kekurangan pangan diyakini akan semakin memperburuk krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka.

NEWS | 20 Mei 2022

Jadi Tim Ahli Wantimpres, Kader Golkar Henry Indraguna Siap Bantu Jokowi

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Henry Indraguna yang mendapatkan kepercayaan menjadi tim ahli Wantimpres menyatakan kesiapannya membantu Presiden Jokowi.

NEWS | 20 Mei 2022

Peringati HUT Ke-57, Lemhannas Kembali ke Titik Nol

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan perayaan HUT ke-57, Lemhannas kembali ke titik nol.  

NEWS | 20 Mei 2022

Terawan Ajak Sejawat Dokter untuk Bergabung ke PDSI

Terawan Agus Putranto mengajak sejawat dokter untuk bergabung bersama Persatuan Dokter Seluruh Indonesia atau PDSI.

NEWS | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

NEWS | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings