Logo BeritaSatu

Gelar Anev, Kapolri: Jangan Enggan Temui Warga dan Jaga Kepercayaan Publik

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:02 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri harus terus melakukan perubahan untuk mewujudkan polisi yang semakin dicintai dan diharapkan oleh masyarakat.

Guna mewujudkan hal itu, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau pelanggaran. Ke depannya, Sigit menginginkan, personel kepolisian menjadi sosok yang memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Jangan segan-segan turun ke warga, dan jaga kepercayaan publik. Mari terus lakukan perbaikan pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Korps Bhayangkara,” ujar Sigit dalam gelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Polri melalui video conference, Rabu (12/1/2021).

Sigit berharap, dengan analisa dan evaluasi ini, seluruh personel kepolisian dapat menyiapkan program serta melakukan perbaikan yang lebih baik di tahun 2022.

"Terima kasih rekan-rekan yang telah mengikuti rangkaian Anev ini dari pukul 10.00 sampai pukul 18.00 WIB, mungkin ini yang terlama. Semoga ini bermanfaat bagi rekan-rekan untuk mengisi program kegiatan kita di tahun 2022 ini, menjadi lebih baik dari tahun 2021," ujar Sigit kepada seluruh jajarannya.

Sigit menegaskan perubahan harus dilakukan sebagaimana dengan transformasi Polri yang Presisi. Polisi harus mampu menyelesaikan masalah di lapangan, menjadi problem solver, menegakkan hukum dengan tegas dan humanis, serta menjadi representasi kehadiran Negara di kala masyarakat membutuhkan kehadiran Polri.

"Polri harus hadir, dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan adanya nilai keadilan harus terus ditingkatkan. Khususnya responsif terhadap apa yang menjadi kemauan masyarakat," ucap Sigit.

Dalam evaluasi ini, Sigit menekankan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi meningkatkan kepercayaan publik yang belakangan ini menurun. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan turun secara langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Ia menekankan untuk seluruh personel kepolisian terutama di level pimpinan untuk tidak segan dan sungkan menemui masyarakat secara langsung dengan siapa pun dia tanpa memandang status sosial atau pun jabatannya.

Karena, lanjut Sigit, kegiatan temu warga merupakan upaya jemput bola sekaligus langkah proaktif Polri untuk menghilangkan sumbatan komunikasi dan bisa memperkuat hubungan antara polisi dan warga. Tak hanya itu, hal tersebut juga menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat yang hopeless, frustasi dan berpersepsi negatif ke kepolisian.

"Terkait dengan pembinaan dan perbaikan terus kita lakukan untuk meningkatkan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Karena Polri betul-betul bisa hadir melaksanakan tugas pokok secara profesional, kita tidak anti kritik dan perbaiki koreksi-koreksi yang diberikan masyarakat dan betul-betul bisa diperbaiki," tutur Sigit.

Pada kesempatan ini, Sigit juga mengingatkan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal menjaga dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman dan damai.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan, Polri juga harus melakukan kesiapan dan antisipasi sejak dini terkait dengan agenda event nasional maupun internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia saat pandemi Covid-19. Dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan, karena hal itu juga akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

"Proses perjalanan event tersebut, ini pertaruhan Indonesia di mata dunia dan kewajiban Polri dari sisi menjaga kamtibmas dapat berjalan dengan baik. Semua sudah mendengar dari rekan-rekan yang bertugas di bidang pencegahan, penegakan hukum, pemeliharaan harkamtibmas dan kita saat ini dalam posisi menyamakan gerakan," papar Sigit.

Sekali lagi Sigit menegaskan, aspirasi dan harapan masyarakat yang berkembang kepada institusi Polri, itu merupakan masukan dan harapan dari masyarakat untuk menjadikan Korps Bhayangkara sebagai lembaga yang dicintai masyarakat.

“Karena itu, kepolisian jangan lelah untuk terus melakukan evaluasi atas segala masukan yang ada. Kita harus jaga 400.000 lebih anggota dan institusi. Ada harapan yang baik jika bertemu dengan polisi," tutup Sigit.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gagalkan Upaya AS, Tiongkok dan Rusia Veto Sanksi ke Korut

Tiongkok dan Rusia menggunakan hak veto mereka untuk menggagalkan upaya AS agar PBB menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Korut.

NEWS | 28 Mei 2022

Rusia Pertimbangkan Kripto untuk Pembayaran Internasional

Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan mata uang kripto digunakan untuk pembayaran internasional. Diskusi telah berlangsung berbulan-bulan.

EKONOMI | 28 Mei 2022

Ungkap Pembalakan Liar, Kombes Kurniadi Raih Presisi Award

Penanganan perkara lingkungan seperti pembalakan liar atau illegal logging saat ini menjadi tantangan terbesar aparat penegak hukum.

NEWS | 28 Mei 2022

Pasien Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran Tetap 19 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, pada Sabtu (28/5/2022) tidak bertambah atau berkurang tetap 19 orang.

NEWS | 28 Mei 2022

Bima Arya: Guru Bangsa Toleran Seperti Buya Syafii Maarif Sulit Ditemukan

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan guru bangsa yang tidak umbar kebencian seperti Buya Syafii Maarif sulit ditemukan.

NEWS | 28 Mei 2022

Relasi Bogor-Tanah Abang Dihapus, KRL Mania: Ribet!

Hari pertama pemberlakuan perubahan jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor-Jakarta, Sabtu (28/5/2022) diwarnai kebingungan para penumpang.

NEWS | 28 Mei 2022

Rachmat Gobel: Buya Syafii Maarif Pejuang Pluralisme

Meninggalnya Buya Ahmad Syafii Maarif membuat Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel sangat kehilangan sosok negarawan pejuang pluralisme.

NEWS | 28 Mei 2022

Polisi Tembak Mati Pria Bersenjata di Toronto, Kanada

Polisi di kota terbesar Kanada Toronto pada menembak mati seorang pria bersenjata senapan.

NEWS | 28 Mei 2022

Gus Halim: Selamat Jalan Buya Syafii Maarif, Guru Bangsa Kita

Mendes PDTT menilai Buya Syafii Maarif dikenal sebagai salah satu tokoh yang menggalakkan toleransi di Indonesia dengan visi pemikiran kebangsaanya.

NEWS | 28 Mei 2022

WHO: Cacar Monyet Dekati 200 Kasus di 20 Lebih Negara

WHO mengatakan, kasus cacar monyet telah mendekati angka 200 dan dilaporkan di lebih dari 20 negara.

NEWS | 28 Mei 2022


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Panitia Formula E : Soal Sponsor, BUMN Belum Respons

Panitia Formula E : Soal Sponsor, BUMN Belum Respons

NEWS | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings