Logo BeritaSatu

Julius July Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Bedah Saraf FK UPH

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:53 WIB
Oleh : Chairul Fikri / RSAT

Tangerang, Beritasatu.com - Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) mengukuhkan Prof Dr dr Julius July Sp.BS (K) M.Kes sebagai Guru Besar Ilmu Bedah Saraf, Rabu (15/12/2021). Keputusan pengangkatan Julius sebagai guru besar sesuai dengan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tertanggal 1 Juli 2021.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Pemahaman dan Penerapan Neuroplastisitas Otak; Berawal dari Rehabilitasi Fungsi Otak dalam Bidang Bedah Saraf hingga Proses Belajar dan Psikomotor”, Julius menjabarkan keistimewaan salah satu organ manusia yaitu otak. Melalui paparannya, Julius juga menjelaskan terkait neuroplastisitas otak, yaitu istilah yang menggambarkan kemampuan otak untuk selalu belajar, berubah dan beradaptasi sepanjang hidup kita, baik secara struktur maupun fungsi.

"Selama bertahun-tahun berkecimpung dalam bidang bedah saraf, mulai dari masa sebagai dokter residen bedah saraf hingga saat ini, saya memperhatikan dan mempelajari banyak hal tentang keistimewaan organ manusia yaitu otak. Terutama kemampuan otak untuk pulih dari gangguan fungsi yang kita sebut defisit neurologis. Lantaran banyak kasus AVM kortikal (di permukaan otak) yang juga memperlihatkan hasil yang sama. Hal ini benar-benar membuktikan kemampuan otak untuk pulih dari gangguan fungsi yang kita sebut defisit neurologis," jelas Julius dalam orasi ilmiahnya di Auditorium FK UPH.

Ditambahkan, sebagai seorang dokter spesialis bedah saraf, tidak hanya perlu memahami teknik operasi saja, tetapi juga harus menguasai ilmu dasar seperti mengenal dan memahami bagaimana neuron bekerja, berkomunikasi antara satu neuron dengan neuron lainnya, dan bagaimana kehidupan neuron yang sehat dalam keseimbangan (homeostasis). Hal itu yang coba dirinya aplikasikan saat mengajar di FK UPH.

"Sebagai seorang spesialis bedah saraf, kita harus selalu menerapkan prinsip-prinsip kesehatan untuk pemulihan pasien-pasien kita, disamping tindakan dan obat-obatan yang diberikan. Kita perlu memastikan bahwa nutrisi pasien cukup, oksigenasi harus baik dan memadai, pemulihan fungsi juga harus didukung oleh fisioterapi yang baik dan benar, edukasi pasien dan keluarga juga penting, dan tentunya penatalaksanaan gangguan tidur. Kita senantiasa harus mengingatkan pasien dan keluarga untuk menerapkan berbagai prinsip kesehatan, supaya kita mendapatkan hasil pengobatan yang optimal," tegasnya.

"Kalian akan menjadi generasi penerus bangsa Indonesia, oleh sebab itu kemampuan dan keahlian kalian harus lebih baik. Prinsip dasarnya adalah kita harus selalu mencintai apa yang kita pelajari, dan dalam belajar bukan kecepatan yang utama di tahap awal tetapi kehati-hatian, kerapian, kesempurnaan, dan konsistensi untuk tidak menyerah. Selalu belajar dari kesalahan, tetapi jangan mengulangi kesalahan yang sama. Dan ingat, bahwa membentuk atau merubah otak kita butuh waktu bertahun tahun. Kita perlu melakukan kebiasaan yang baik dan melatih otak kita dengan keterampilan agar tangan kita menjadi terampil, melatih otak kita untuk berpikir analitik, mampu melakukan sintesis dan selalu melakukan evaluasi. Dengan demikian, otak kita akan menjadi otak dokter Indonesia yang kompeten, terampil dan handal," lanjutnya.

Dengan pnegukuhan Julius sebagai guru besar di bidang ilmu bedah saraf ini merupakan prestasi bagi FK UPH. Di mana hingga saat ini FK UPH sendiri sudah punya empat guru besar yang ahli di bidang ilmu kedokteran.

"Ini merupakan prestasi yang membanggakan buat Fakultas Kedokteran UPH. Lantaran dengan penambahan guru besar yang ahli di bidang ilmu kedokteran membuat FK UPH kini makin diperhitungkan oleh dunia kedokteran dan ilmu kedokteran yang ada di Indonesia. Hal tersebut diharapkan akan bisa membantu dunia kedokteran dan sekaligus dunia pendidikan Indonesia agar lebih maju ke depannya," terang Dekan Fakultas Kedokteran UPH Prof Eka J Wahjoepramono.

Rektor UPH Dr (Hon) Jonathan L Parapak menyatakan pengukuhan Julius sebagai guru besar bidang ilmu bedah saraf membuat UPH sebagai universitas yang berkomitmen menghasilkan pemimpin-pemimpin yang kompeten dan profesional yang dilengkapi dengan pengetahuan sejati, dan akan membawa lulusan UPH siap di dunia kerja.

"Yang pasti ini membanggakan bagi UPH sebagai salah satu universitas terbaik di negeri ini. Karena sesuai dengan komitmen kita, bahwa lulusan UPH harus siap memasuki dunia kerja dan harus siap mengabdi dan menjadi perubahan bagi bangsa dan negara. Dan ke depan kita akan terus berupaya mendorong para staf pengajar, dan dosen yang ada di UPH untuk terus maju agar bisa menjadi guru besar," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
WN Latvia Lakukan Skimming, Polisi: Bank Rugi Rp 1,2 Miliar

WN Latvia Lakukan Skimming, Polisi: Bank Rugi Rp 1,2 Miliar

NEWS | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings