Logo BeritaSatu

BNPB: Penanganan Bencana Perlu Pergeseran Paradigma

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:36 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan dalam penanganan bencana di Tanah Air, diperlukan pergeseran paradigma guna mengurangi dampak kerugian dari suatu kejadian.

"Diperlukan pergeseran paradigma penanganan bencana dari hanya paradigma pengurangan risiko semata, ke dalam paradigma gagal kebijakan," kata Suharyanto dalam pembukaan webinar Internasional Membangun Ketangguhan Wilayah dan Komunitas Pesisir di Masa Turbulen di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Menurut dia, banyaknya kejadian bencana tsunami di Indonesia, bahkan sampai memakan ratusan ribu korban jiwa pada tsunami Aceh 2004, harus menjadi pelajaran bagi pemangku kebijakan untuk mengambil keputusan lebih bijak dan tidak menimbun kerawanan di masa mendatang.

Sementara, kondisi turbulen dan ketidakpastian serta krisis multidimensi masa depan di dunia, khususnya di Indonesia ditengarai masih ada mengikuti proses pembangunan nasional, serta membuat penanganan bencana menjadi semakin kompleks.

"Hal ini memerlukan perubahan pendekatan dalam proses pengambilan keputusan dalam pembangunan yang berbasis sains, bukti, fakta, dan pengetahuan," jelasnya.

Suharyanto mengatakan semua itu hanya dapat tercapai dengan menghapus sekat-sekat dan dinding imajiner yang dibangun oleh ilusi ego disipliner dan ego sektoral, antara lain melalui ikhtiar ilmiah interdisipliner, dengan pendekatan transdisipliner yang membumi, dan mendukung proses pengambilan kebijakan publik yang mumpuni.

Dengan demikian, pembangunan dan penanganan kebencanaan perlu menjadi kesatuan yang sistemik dan berkesinambungan, agar melahirkan kebijakan pada ruang berbasis risiko dan menerapkan prinsip-prinsip resiliensi.

Pembangunan yang berbasis risiko bencana, menurut Suharyanto harus sejalan dengan konsep optimalisasi sumber daya perairan dan sumber daya alam lainnya secara tradisional untuk memaksimalkan ekonomi negara, tanpa mengesampingkan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan tanpa memicu atau meningkatkan kerawanan bencana, atau yang saat ini dikenal sebagai ekonomi biru dan ekonomi sirkular.

Ia juga menekankan perlunya memperkuat program nasional dalam pembangunan sistem peringatan dini multi bahaya dan kesiapsiagaan masyarakat. Hal ini guna mengurangi gagal kebijakan, khususnya penguatan pada akumulasi kerawanan yang dapat memicu bencana dari krisis sosial.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PGRI Dorong Penuntasan Tunjangan Profesi bagi 1,6 Juta Guru

PGRI mendorong pemerintah melalui Kemendikbudristek guna menuntaskan 1,6 juta guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Berupaya Evakuasi Terduga Teroris DPO MIT Poso

Personel kepolisian berusaha mengevakuasi jasad terduga teroris Askara alias Pak Guru yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur.

NEWS | 29 September 2022

Ibunda Brigadir J Harap Penegak Hukum Bekerja Jujur

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak berharap penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

NEWS | 29 September 2022

Mbah Mijan Sebut Lesti Kejora dan Rizky Billar Jodoh Panjang, Warganet Bereaksi

"Lesti Kejora dan Rizky Billar berjodoh panjang, Mbah doakan yang terbaik," kata Mbah Mijan dalam akun Twitter pribadinya.

NEWS | 29 September 2022

HT Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso

Ketua UmumPerindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dikukuhkan sebagai ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso (Apmiso) Nusantara.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Minta UU Guru dan Dosen Dikeluarkan dari RUU Sisdiknas

PB PGRI meminta pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang Guru dan Dosen dari Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

NEWS | 29 September 2022

Pertemuan Airlangga dan Puan Akan Buka Peluang Koalisi PDIP-KIB

Pertemuan Airlangga-Puan akan membuka peluang koalisi PDIP dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

NEWS | 29 September 2022

Pakar Hukum Nilai Putri Candrawathi Seharusnya Ditahan

Pakar hukum pidana dari Unsoed, Prof Hibnu Nugroho menilai istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi seharusnya ditahan sebagai bentuk kesamaan di mata hukum.

NEWS | 29 September 2022

Satu Terduga Teroris Poso Berhasil Dilumpuhkan Satgas

Satgas Madago Raya berhasil melumpuhkan satu orang anggota terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

NEWS | 29 September 2022

Jokowi Ungkap Hal Fundamental agar Indonesia Bisa Bersaing

Presiden Jokowi menyebutkan 3 hal fundamental yang harus terus dibenahi dan dibangun agar Indonesia mampu bersaing di kancah global.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Apa Itu KDRT? Lakukan Ini Jika Anda Terjebak di Dalamnya

Apa Itu KDRT? Lakukan Ini Jika Anda Terjebak di Dalamnya

LIFESTYLE | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings