Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dubes Norwegia: Dunia Tengah Menghadapi Krisis Sampah

Rabu, 1 Desember 2021 | 09:04 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, HE Rut Kruger Giverin mengatakan, saat ini dunia tengah menghadapi sejumlah permasalahan besar, seperti krisis iklim dan pandemi Covid-19. Namun, dunia juga tengah menghadapi krisis yang lain, yaitu krisis sampah.

“Untuk dapat berhasil mengatasi permasalahan sampah ini, kita membutuhkan pendekatan komprehensif. Faktanya, sebagian besar sampah di lautan berasal dari daratan," ujar Rut Kruger dalam sambutan pada peluncuran laporan kajian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan Systemiq secara daring, Selasa (30/11/2021).

Menurut Rut Kruger, pengelolaan sampah yang baik merupakan kunci, dan upaya kita harus melibatkan masyarakat, pemerintah di tingkat lokal dan nasional, serta sektor swasta, sehingga kita dapat mengurangi tingkat kebocoran sampah ke laut.

Laporan kajian yang berjudul “Membangun Tata Kelola yang Kuat dan Pendanaan yang Memadai untuk Mencapai Target-target Pengelolaan Sampah Indonesia” itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Nani Hendiarti.

Acara ini dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari pejabat pemerintah, termasuk perwakilan kementerian, pemerintah kabupaten/kota, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga donor, lembaga pembangunan, dan kedutaan negara asing, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.

Nani menyebutkan dalam kajiannya Systemiq bekerja sama dengan Kemenko Marves, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), dan didukung oleh Kedutaan Besar Norwegia di Indonesia,

Kajian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan Systemiq dilakukan selama kurang lebih 18 bulan, telah berhasil mengidentifikasi akar penyebab dari dua tantangan utama yakni tata kelola dan pendanaan persampahan.

Kajian itu juga telah menentukan faktor-faktor penentu utama untuk mengatasi akar permasalahan untuk mencapai target-target pemerintah khususnya target 70% penanganan sampah di 2025.

Menurut Nani, kajian tersebut melibatkan analisa data dari pembelajaran implementasi di lapangan dalam membangun sistem persampahan di tiga kabupaten di Jawa dan Bali beserta tantangan-tantangan yang dialami.

Selain itu juga ada ulasan ekstensif terhadap berbagai peraturan dan kebijakan terkait pengelolaan sampah, kelembagaan dan pendanaan, analisa sistem pengelolaan sampah di 10 negara yang memiliki ekonomi yang mirip dengan Indonesia, juga konsultasi dan serial FGD terbatas dengan beberapa kementerian, lembaga non-kementerian serta para ahli, praktisi dan akademisi.

Ditambahkan, pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari upaya pengurangan dengan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle), yang pada intinya semaksimal mungkin mengurangi timbunan sampah, sebelum masuk pada upaya penanganannya yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.

“Ada pilihan-pilihan teknologi untuk mengolah sampah agar dapat diambil manfaatnya, dengan mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular,” ujar Nani dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (1/11/2021).

“Kami berharap hasil kajian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan oleh seluruh pemangku kepentingan bagi pengembangan kebijakan dan kolaborasi bersama dalam pengelolaan sampah baik di pusat maupun di daerah,” sambung Nani.

Ketua Umum Apkasi yang juga menjabat Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, kita semua tentu menyadari bahwa masalah persampahan di Tanah Air sudah menjadi permasalahan yang amat serius. Tidak hanya di tingkat pusat tapi juga menjadi masalah bagi pemerintah daerah.

“Karenanya, kami sangat mendukung upaya semua pihak guna mengatasi persoalan krisis persampahan ini.” katanya.

“Dengan terbitnya laporan hasil kajian kebijakan pengelolaan sampah ini, kami dari Apkasi berharap laporan ini dapat dijadikan referensi bagi rekan-rekan bupati dalam mengelola persampahan di daerah masing-masing, sehingga pemerintah kabupaten dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di bidang persampahan,” tambah Sutan.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan permasalahan persampahan ini juga sudah menjadi permasalahan secara nasional, sehingga sangat diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang tepat dan akurat antara pusat dan daerah.

“Kajian ini bukan saja berdasarkan pengalaman dan data-data riil dari implementasi di lapangan tetapi juga menganalisa praktik-praktik terbaik di negara lain, dan temuan-temuan awal dikonsultasikan dengan kementerian, para ahli dan pemangku kepentingan terkait untuk mendapatkan hasil kajian yang komprehensif,” ujar Lincoln Rajali Sihotang, Program Manager Policy and Governance Systemiq.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemendagri Dukung Polisi Usut Temuan Kerangkeng Manusia di Langkat

Kemendagri mendukung kepolisian mengusut temuan kerangkeng manuia di rumah Bupati Langkat non-aktif Terbit Rencana Perangin Angin.

NASIONAL | 25 Januari 2022

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Korupsi Rahmat Effendi ke Keluarganya

KPK akan mendalami soal dugaan aliran uang korupsi Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi ke keluarganya.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Ketua DPRD Kota Bekasi Akui Diserahi Uang Rp 200 Juta oleh Rahmat Effendi

Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro mengakui dirinya diserahi sejumlah uang senilai Rp 200 juta dari Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Diapresiasi, Komitmen Kapolri Tindak Tegas Oknum Polisi Langgar Aturan

Komitmen Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas oknum polisi yang melakukan pelanggaran, menuai apresiasi sejumlah kalangan.

NASIONAL | 25 Januari 2022

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Temuan Kerangkeng Manusia di Langkat

Polisi didesak untuk mengusut tuntas penemuan kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat non-aktif, Terbit Rencana Perangin Angin.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Asabri Bantu Warga Terdampak Banjir di Jayapura

PT Asabri (Persero) melaksanakan kegiatan pembagian sembako untuk para korban banjir di Jayapura, Papua.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Partai Golkar Akan Gelar Natal Nasional di Salatiga

Partai Golkar akan menyelenggarakan Perayaan Natal Nasional 2021 di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

NASIONAL | 25 Januari 2022

KPK Perpanjang Masa Penahanan Rahmat Effendi

KPK memperpanjang masa penahanan terhadap Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, DPR: Perampasan Kemerdekaan

Kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat non-aktif Terbit Rencana Perangin Angin merupakan tindak pidana berat.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Ombudsman Prihatin Indeks Persepsi Korupsi Indonesia di Bawah Rata-rata

Ombudsman prihatin terhadap masih rendahnya Indeks Persepsi Korupsi di Indonesia.

NASIONAL | 25 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Genjot Penjualan, Paramount Land Luncurkan Dua Produk Komersial

Genjot Penjualan, Paramount Land Luncurkan Dua Produk Komersial

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings