Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kandidat Mangkunegara, KRMH Roy Dinilai Minim Kontroversi

Senin, 29 November 2021 | 19:17 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Surakarta, Beritasatu.com - Dari tiga kandidat Mangkunegoro X yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan cucu Raja Mangkunegara VIII yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin. Serta terakhir yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin dipandang memiliki kelebihan nilai positif dibanding kandidat lainnya.

Pengamat sejarah, Raden Surojo dan KRTH Hartono Wicitrokusumo, Ketua Yayasan Tridarmo Mangkunegaran kepada wartawan secara terpisah, Senin (29/11/2021) mengatakan bahwa sebagai pimpinan adat budaya sekaligus panutan bagi segenap kerabat Mangkunegaran yang didirikan melalui peperangan panjang Pangeran Sambernyowo didukung Punggawa Baku Kawan Doso melawan penjajah.

"Figur Mangkunegoro X haruslah yang terbaik. Berwibawa, bisa ngayomi kawula, punya kemampuan manajerial dan itu nampaknya hanya pada Kanjeng Roy Rahajasa," papar Pengamat Sejarah Raden Surojo yang diamini Hartono.

Raden Surojo dan KRTH Hartono Wicitrokusumo, Ketua Yayasan Tridarmo Mangkunegaran mengatakan sesuai sejarah Mataram Islam yang melahirkan konsep catur sagotra (Kraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Pura Paku Alam dan Pura Mangkunegaran).

"Ingkang jumeneng nata atau raja juga secara moral oleh Wali Sanga diberi gelar Sayidin Panata Gamaatau raja pemimpin negara juga menata agama. Ini sejarah jangan diingkari," KRTH Hartono Wicitrokusumo.

Sementara Raden Surojo dan Hartono menyatakan bahwa raja yang jumeneng juga memiliki nilai positif kalau didampingi istri yang selalu memberi dukungan kepada suaminya yang tengah berada dalam pusaran kekuasaan baik fisik maupun spiritual.

"Peran istri atau nanti prameswari sangat penting dalam sejarah kerajaan di Jawa," ujar Surojo dan Hartono.
Diakui Hartono bahwa KRMH Roy juga punya nilai minus karena tidak bergelar Gusti Pangeran Haryo (GPH).

“Tapi kapasitas beliau sebagai pemimpin sudah diakui. Apalagi kini yang dibutuhkan adalah manajerial agar membuat Mangkunegaran bangkit secara ekonomi. Yang kini justru dipertanyakan pilih substansi kompetensi bisa mengatasi permasalahan atau sekadar gelar bangsawan yang menyatakan anak raja namun ya berhenti di atas kertas itu, " papar Hartono dan Surojo.

Kanjeng Roy, menurut Surojo bak berperan seperti pendahulunya KGPAA Mangkunegoro VI yang bertakhta pada tahun 1896. Mangkunegoro VI adalah anak Mangkunegoro IV jadi bukan putra Adipati yang berkuasa sebelumnya. Pasalnya selain memiliki jiwa militer, tetapi dikenal sosok yang sangat mumpuni secara manjerial dan pebisnis hebat kala itu.

Seperti Mangkunegoro VI, orangnya tegas punya prinsip. Mangkunegoro VI tegas berani memotong pengeluaran kerabat Mangkunegaran yang tidak ada hubungan dengan perusahaan pabrik gula baik Colomadu dan Tasikmadu. "Ketegasan memiliki prinsip itu kalau dipadankan dalam keyakinan Jawa, orang yang kuat mampu menerima wahyu keprabon," tutur Surojo.

Suksesi di Mangkunegaran lanjut Surojo berjalan dengan sangat rasional. Mangkunegoro II juga bukan putra Raja Mangkunegoro I namun sesuai dengan kebutuhan saat itu. Mangkunegoro VI dilantik menduduki jabatan tatkala pada masa akhir pemerintahan Mangkunegoro V, Puro Mangkunegaran tengah dilanda krisis ekonomi. Saat itu Raja Mangkunegoro VI berhasil mengatasi krisis bahkan merintis industri sangat maju, seorang kepala pemerintahan dan enterprenuerhebat," pungkas Surojo.

Ditambahkan Surojo sesuai keyakinan Jawa dalam hal suksesi sebuah kerajaan memang terdapat aturan tidak tertulis yang menjadi acuan. Namun antara Pura Mangkunegaran tidak bisa disamakan dengan Kraton Kasunanan Surakarta yang secara tegas mengatur kalau raja pengganti harus keturunan raja yang berkuasa.

"Kalau di Pura Mangkunegaran polanya tidak baku, pengganti raja yang baru meninggal bisa anaknya, bisa cucu bahkan keponakan raja. Tidak harus putra dari raja yang berkuasa seperti kraton Kasunanan Surakarta," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiga Prajurit Gugur di Papua, Wapres: TNI Jangan Emosi

Ma’ruf Amin berharap TNI tidak emosi tekait kondisi pascapenyerangan pos TNI di Papua yang menewaskan tiga prajurit.

NASIONAL | 29 Januari 2022

Bareskrim Layangkan Pemanggilan Kedua dan Perintah Membawa Edy Mulyadi

Bareskrim Polri melayangkan surat panggilan kedua kepada Edy Mulyadi sekaligus  perintah membawanya memenuhi panggilan penyidik.

NASIONAL | 29 Januari 2022

Pengembang 45 Antasari Diingatkan Tidak Melupakan Pelanggaran Hukum

Tim Advokasi Pidana Pembeli Apartemen 45 Antasari mengingatkan pengembang agar jangan pura-pura lupa dengan pelanggaran hukum yang terjadi.

NASIONAL | 28 Januari 2022

BNPT Dinilai Tidak Sedang Stigmatisasi Pesantren

Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai BNPT tidak sedang melakukan stigmatisasi pondok pesantren (ponpes).

NASIONAL | 29 Januari 2022

Penegak Hukum Diminta Tangkap Mafia Pupuk Bersubsidi

Aparat penegak hukum diminta menangkap para mafia pupuk bersubsidi yang merugikan para petani. 

NASIONAL | 28 Januari 2022

Jokowi: Perubahan Budaya Korpri Jangan Mengawang

Dalam Munas IX Korpri, Presiden Jokowi menyatakan, perubahan budaya Korpri jangan mengawang

NASIONAL | 28 Januari 2022

Menko Polhukam: Pendekatan Baru TNI di Papua Jaga Keselamatan Sipil

Mahfud MD mengatakan pendekatan baru TNI di Papua untuk menjaga keselamatan warga sipil dari ancaman gerakan separatis dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

NASIONAL | 28 Januari 2022

Aset Tommy Soeharto 2,4 T Tak Laku Dilelang, Ini Langkah Pemerintah

Aset Tommy Soeharto senilai Rp 2,4 triliun yang disita Tim Satgas BLBI hingga kini belum juga laku dilelang.

NASIONAL | 28 Januari 2022

18 Pegawai KPK Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 18 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes polymerase chain reaction (PCR).

NASIONAL | 28 Januari 2022

Pernyataan ST Burhanuddin Tuai Kontroversi, Kejagung Beri Klarifikasi

Kejagung memberi klarifikasi terkait pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin soal korupsi di bawag Rp 50 juta cukup mengembalikan kerugian negara

NASIONAL | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Bitcoin Cs Masih Terjebak Fase Bearish, Bagaimana Proyeksi ke Depan?

Bitcoin Cs Masih Terjebak Fase Bearish, Bagaimana Proyeksi ke Depan?

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings