Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

P2G Soroti Nasib Guru Honorer Lulus Seleksi P3K Tahap I, tetapi Tak Ada Formasi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2021 tahap II akan berlangsung November mendatang. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyoroti nasib para guru honorer yang telah lulus passing grade seleksi P3K tahap I, namun tidak ada formasi dan tidak dapat formasi karena mereka tidak berasal dari sekolah induk.

“Padahal nilai mereka di atas passing grade (PG). P2G memohon kepada KemenPAN RB dan BKN, agar mereka yang nilainya di atas PG tidak perlu mengikuti tes tahap 2 dan 3 lagi. Artinya otomatis dinyatakan lulus dan ditempatkan. Cukup banyak anggota P2G yang hasil nilai tesnya di atas passing grade dalam P3K tahap 1, tetapi tidak ada formasi di sekolah tempat mereka mengajar atau mereka tak lolos karena bukan berasal dari sekolah induk, ini kan kasihan sekali,” kata Satriwan saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (16/10/2021).

Satriwan menambahkan, terkait masih minimnya formasi yang diajukan sekolah ke pemerintah daerah (pemda) maupun yang disetujui pemda dan pemerintah pusat menjadi fakta menyedihkan secara nasional. Ia mencontohkan, kasus di Kabupaten Garut, Jawa Barat, formasi yang disetujui pemda hanya 196 formasi, sedangkan jumlah kebutuhan formasi guru honorernya mencapai angka 8.801 formasi.

Sementara itu dalam tes P3K tahap 1, Satriwan menyebutkan, peserta yang lulus passing grade diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Sayangnya, mereka tak bisa menjadi P3K karena minimnya formasi yang tersedia. Oleh karena itu, P2G berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo untuk menambah jumlah formasi guru P3K.

“Kami betul-betul memohon kepada Mas Menteri Nadiem Makarim dan MenPAN-RB untuk menambah jumlah formasi guru P3K, mendorong pemerintah pusat berkoordinasi dan mendesak pemda, agar mengusulkan tambahan formasi guru P3K, sedapat mungkin disesuaikan dengan angka kebutuhan yang riil di daerah, agar dapat mengakomodir semua guru honorer,” ucapnya.

Satriwan mengatakan, perlu memenuhi kebutuhan angka riil di lapangan karena formasi guru P3K yang tersedia terbatas. Untuk 2021, pemda hanya mengajukan 506.252 formasi. Padahal Mendikbudristek membuka 1.002.616 formasi.

“Ini kan masalah pokoknya. P2G meminta pemda dan pemerintah pusat mengalkulasi dan membuat roadmap guru honorer yang lulus P3K nanti. Bagaimana penempatan mereka setelah lulus, mendapatkan SK dari pemerintah daerah. Sebab, perlu diingat keberadaan guru P3K bisa berpotensi menggeser keberadaan guru honorer yang sudah ada di sekolah tersebut. Bisa-bisa para guru honorernya terbuang, lalu mau dikemanakan,” ucap Satriwan.

Satriwan menjelaskan, persoalan guru honorer kategori 2 (K-2) di daerah yang tidak lulus tes P3K tahap 1 adalah tidak adanya formasi di sekolah induk. Mayoritas guru pendidikan agama Islam (PAI) dan bahasa daerah atau bahasa asing selain bahasa Inggris.

Untuk itu, G2G mengusulkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menambah formasi guru PAI dan Muatan Lokal (Mulok) agar berlaku nasional, sehingga terserap dan sesuai kebutuhan riil daerah guru muatan lokal, misalnya Bahasa Sunda, mereka terpaksa mendaftar P3K ke formasi mata pelajaran lain.

“Ini terjadi karena formasi untuk Bahasa Sunda tidak ada,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

Indonesia akan all out untuk mengupayakan agar Yuri Octavian Thamrin dapat terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO periode 2021-2025.

NASIONAL | 28 November 2021

Temianus Magayang Bawa Senpi dan Amunisi Saat Ditangkap

Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Temianus Magayang membawa senjata api rakitan yang dilengkapi amunisi saat ditangkap Satgas Nemangkawa

NASIONAL | 27 November 2021

KKB Temianus Magayang Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

Anggota KKB yang juga anggota KNPB Temianus Magayang yang ditangkap Satgas Nemangkawi terlibat kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo, Hendrik Jovinski.

NASIONAL | 27 November 2021

Unhan dan PII Bentuk Badan Kejuruan Teknik Militer

Dengan kehadiran Badan Kejuruan Teknik Militer, penguasaan teknologi militer dan industri pertahanan di Indonesia dapat diakselerasi secara signifikan.

NASIONAL | 27 November 2021


Dudukkan Penangkapan Anggota MUI Secara Proporsional

Ridlwan Habib mengatakan, masyarakat hendaknya mendudukkan masalah penangkapan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas dugaan kasus terorisme secara proporsional.

NASIONAL | 27 November 2021

Kabupaten Banggai Raih Piagam Penghargaan Pembangunan Daerah

Kabupaten Banggai menerima piagam penghargaan dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 yang digelar Kementerian PPN/ Bappenas.

NASIONAL | 27 November 2021

Sekolah Yayasan Kanaan Siap Hasilkan Lulusan Berkualitas

Berbekal SDM pendidik yang mumpuni serta berbagai fasilitas yang menunjang, sekolah-sekolah di bawah Yayasan Kanaan siap menghasilkan lulusan berkualitas.

NASIONAL | 27 November 2021

Yohanes Lon Jadi Guru Besar Unika Santo Paulus Ruteng

Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Paulus Ruteng, Prof Dr Yohanes Servatius Lon MA dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu religi dan budaya.

NASIONAL | 27 November 2021

Revisi UU Ciptaker, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah-DPR

Terdapat sejumlah hal yang harus dilakukan pemerintah dan DPR dalam memperbaiki UU Cipta Kerja setelah diputus MK inkonstitusional bersyarat.

NASIONAL | 27 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

NASIONAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings