Logo BeritaSatu

Kejagung Pastikan Periksa dan Telisik Aset Mitra Tersangka Kasus Asabri

Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:43 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan siap mengusut tuntas siapapun yang turut menikmati hasil korupsi dari pengelolaan saham di PT Asabri, juga menyeret mitra para tersangka termasuk Heru Hidayat.

Tim penyidik tengah gencar memburu sejumlah aset milik tersangka untuk menutupi jumlah kerugian negara dalam kasus Asabri yang mencapai Rp 22 triliun lebih itu. Hal itu diungkapkan Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus, Supardi dalam keterangannya pada media, Kamis (14/10/2021).

"Saat ini tim masih berupaya terus guna mengungkap mega skandal korupsi di Asabri. Munculnya fakta baru akan menjadi dasar penyidik untuk menyeret semua pihak yang terlibat. Kita akan kejar (mitra tersangka - red), kalau memang hartanya hasil korupsi pasti kita kejar terus," ungkap Supardi.

Ditambahkannya, penyidik sejauh ini telah menyita sejumlah aset milik terdakwa Benny Tjokrosaputro, yang menurut pengacaranya di beberapa media melebihi nilai kerugian yang dia tanggung. Bahkan tak berhenti di sini, adiknya Teddy Tjokro pun juga telah ditetapkan sebagai tersangka yang aset- asetnya telah disita.

Sebaliknya, dalam penanganan terdakwa Heru Hidayat, penyidik hingga saat ini masih belum melakukan penyitaan yang memadai. Bahkan dua mitranya, yakni AP (selaku mitra pada kepemilikan saham FIRE, IIKP, TRAM, SMRU) dan AR (selaku mitra dan pemilik saham FIRE) belum dilakukan proses hukum.

"Makanya kita lihat ada fakta baru ke sana nggak, kita akan kejar," tegasnya.

Sementara itu pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Muzakir meminta tim penyidik Kejaksaan Agung agar mengusut kasus dugaan korupsi PT Asabri secara komprehensif dan jeli. Terutama dalam menutup jumlah kerugian negara dengan menyita sejumlah aset yang diduga hasil korupsi.

"Kalau mau komprehensif angkat saja perbuatannya. Siapa saja yang terlibat libas saja semuanya," ujar Muzakir yang dihubungi terpisah.

Diterangkannya pula oleh Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch Akbar Hidayatullah, para pihak yang diduga memiliki keterkaitan dan keterlibatan dengan perkara Asabri harus diperiksa. Sehingga dengan keterangan saksi tersebut akan terang perbuatan melanggar hukumnya.

"Itu semua mesti diperiksa dengan tujuan untuk memastikan apakah terperiksa adalah pelaku atau bukan," ujar Muzakir menambahkan. "Dan menurut saya kalau ada keganjilan nanti publik mengira-ngira ada tebang pilih atau bagaimana. Ada satu pihak diperiksa tapi satu pihak cenderung aman. Apalagi dalam hal yang tidak wajar, semua yang tidak wajar harus dipanggil dan diperiksa. Tidak boleh ada tebang pilih," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan pemerintah melalui Kejaksaan Agung RI hingga kini terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus megakorupsi PT Asabri. Penyidik telah menetapkan dan menyita sejumlah aset milik terdakwa Benny Tjokrosaputro. Selain itu ada Teddy Tjokro dan Heru Hidayat yang namanya juga dijadikan tersangka karena diduga terlibat dalam kasus tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPAI Minta Negara Hadir pada Anak Korban Tragedi Kanjuruhan

Negara harus bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Pasukan Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa di Teheran

Pasukan keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa universitas terkemuka di Teheran pada Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Kelompok HAM: Israel Tahan 798 Warga Palestina Tanpa Diadili

Israel menahan 798 warga Palestina tanpa pengadilan atau tuntutan, jumlah tertinggi sejak 2008, ungkap sebuah kelompok HAM.

NEWS | 3 Oktober 2022

Mahfud MD Gelar Rakor Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Menurut Mahfud MD, pemerintah serius untuk menindaklanjuti, merehabilitasi, dan menyelesaikan masalah yang timbul akibat tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pasukan Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa di Teheran

Pasukan Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa di Teheran

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings