Logo BeritaSatu

Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

Senin, 27 September 2021 | 11:41 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan soal siapa yang benar atau salah dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkannya biar pengadilan yang membuktikan.

Luhut menyatakan akan mengikuti semua prosedur hukum terkait perkara dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

Siapa yang benar dan salah nanti semuanya akan dibuktikan di pengadilan. Termasuk, soal permintaan kuasa hukum Haris Azhar terkait adu data tentang dugaan keterlibatannya di Blok Wabu, Papua.

"Ya itu saya bilang, biar saja di pengadilan nanti. Biar kita lihat, karena saya tidak ada sama sekali bisnis di Papua. Sama sekali tidak ada. Apalagi itu dibilang di pertambangan-pertambangan itu kan berarti jamak. Saya tidak ada," ujar Luhut, di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/9/2021).

Dikatakan Luhut, nanti semuanya akan dibuktikan dan terbuka di pengadilan siapa yang benar dan salah.

"Jadi biarlah dibuktikan di pengadilan. Nanti kalau saya salah ya, saya dihukum. Tapi kalau yang dilaporkan itu salah ya, dia dihukum. Kita kan sama di mata hukum. Ini saya kira penting. Jadi semua pembelajaran buat kita semua jangan sembarangan ngomong. Jadi jangan berdalih hak asasi manusia atau kebebasan berekspresi yang membuat orang lain jadi susah," ungkapnya.

Luhut menyampaikan, sebelum membuat laporan pihaknya sudah meminta agar Haris dan Fatia meminta maaf, namun tidak ditanggapi dengan baik.

"Saya kan sudah minta supaya mereka maaf, dua kali somasi tidak dipenuhi. Kan saya sudah lakukan, semua prosedur hukum saya ikuti, saya juga diperiksa di Polda saya ikuti. Tidak ada yang tidak saya ikuti," katanya.

Luhut mengingatkan, jangan sekali-sekali berlindung kepada hak asasi atau kebebasan berekspresi, yang bisa mencederai orang. "Dan saya tidak akan berhenti. Saya ulangi saya tidak akan berhenti, saya membuktikan bahwa saya benar," tegasnya.

Luhut menambahkan, pihaknya juga tetap akan mengajukan gugatan dengan tuntutan ganti rugi sebanyak Rp 100 miliar.

"Ya perdata tetap saja. Biar dia suruh bayar Rp 100 miliar, nanti saya bisa kasihkan orang-orang yang membutuhkan di Papua atau di tempat lain," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, tentang kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah penyebaran berita bohong, dengan nomor laporan polisi: LP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertangal 22 September 2021.

Laporan itu terkait unggahan konten video di kanal Youtube milik Haris Azhar berjudul, "Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!"



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden juga menjamin bahwa Amerika tidak akan pernah mengakui wilayah pencaplokan di Ukraina sebagai bagian dari Rusia.

NEWS | 1 Oktober 2022

Resolusi PBB Bela Ukraina Langsung Diveto Rusia

Meskipun hanya Rusia yang menentang, tetapi dia adalah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto.

NEWS | 1 Oktober 2022

Zelensky Minta Jalur Prioritas Jadi Anggota NATO

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa membelanya dalam perang melawan Rusia saat ini.

NEWS | 1 Oktober 2022

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan.

NEWS | 1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Tunggu Hari Baik Umumkan Capres-Cawapres

PKB dan Gerindra tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jumat Berkah, Sahabat Ganjar Salurkan Paket Sembako

Sahabat Ganjar, relawan Ganjar Pranowo, menggelar Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Soppeng.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin menyatakan kasus Sudrajad Dimyati yang dijerat KPK menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja peradilan.

NEWS | 30 September 2022

Alasan Bawaslu Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Anggota Bawaslu Puadi mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies Baswedan terkait tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 30 September 2022

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agar Lukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK mengungkapkan adanya pihak yang membangun opini agar Gubernur Papua, Lukas Enembe menghindari pemeriksaan sebagai tersangka. 

NEWS | 30 September 2022

Fadel Muhammad Akhirnya Laporkan La Nyalla ke Badan Kehormatan DPD

Wakil Ketua MPR dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fadel Muhammad akhirnya melaporkan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalliti ke BK DPD.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
September Kelabu di Wall Street, S&P 500 Turun 9%

September Kelabu di Wall Street, S&P 500 Turun 9%

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings