Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Passing Grade P3K Ketinggian, P2G Minta Pemerintah Pertimbangkan Afirmasi untuk Guru

Selasa, 7 September 2021 | 16:18 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Seleksi kompetensi untuk pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Guru akan segera digelar. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemPANRB) dua seleksi, yaitu seleksi administrasi dan seleksi kompetensi.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, passing grade atau ambang batas skor guru PPPK pada 2021 yang sudah dikeluarkan KemPANRB melalui Surat Keputusan Nomor 1127 Tahun 2021 tentang nilai ambang batas seleksi kompetensi pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja formasi guru pada instansi daerah dirasakan terlalu tinggi.

Pasalnya, passing grade nilai yang harus didapatkan peserta ujian PPPK 2021, yakni kompetensi teknis berkisar antara 220 sampai 325 dalam skala 500.

“Artinya, peserta ujian harus dapat menjawab benar 44 nomor dari 100 soal. Bahkan di banyak mata pelajaran peserta guru harus menjawab soal dengan benar sebesar 65 % atau 65 dari 100 soal tes. Hal ini terjadi karena setiap mata pelajaran dan setiap jenjang pendidikan memiliki standar passing grade tersendiri alias berbeda-beda,” kata Satriwan, Selasa (7/9/2021).

Kepala Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri juga menyayangkan keputusan MenPANRB terlalu tinggi menetapkan passing grade dan tidak memperhatikan aspek peserta tes yang terdiri dari guru dan tenaga honorer K-2, yang umumnya sudah lanjut usia dan mengabdi lebih dari 18 tahun. Bahkan ada yang mencapai 25 tahun.

"P2G menilai perlakuan pemerintah pusat sangat tidak adil yang memberikan afirmasi hanya 10% bagi guru K-2 yang usianya mayoritas di atas 50 tahun," kata Iman.

Iman menambahkan, afirmasi 10% mestinya ditambah dengan afirmasi 15% bagi guru honorer berusia 35 tahun ke atas sehingga total afirmasi menjadi 25%. Skema ini dirasa cukup berkeadilan khususnya bagi honorer K-2 dan honorer tua lainnya.

“Afirmasi ini juga memperkuat fakta sekaligus bukti empiris bahwa usia dan masa kerja guru honorer seperti K-2 adalah berbanding lurus,” ucapnya.

Menurut Iman, afirmasi sesungguhnya akan sangat membantu meningkatkan capaian skor para guru honorer peserta tes PPPK 2021.

"Sangat wajar tambahan afirmasi diberikan bagi guru honorer, mengingat masa pengabdian mereka sudah belasan tahun bahkan ada yang mencapai 25 tahun, ditambah usia yang sudah tak lagi muda. KemPANRB dan Kemendikbudristek hendaknya mengedepankan prinsip keadilan," ucap Iman.

Selanjutnya, Muhaimin, Ketua P2G Provinsi NTB, yang juga guru honorer di SMK Negeri 1 Bolo Kabupaten Bima mengatakan, passing grade yang ditetapkan oleh Men PANRB dinilai terlalu mengada-ada.

"Jika standar passing grade yang ditetapkan pemerintah seperti ini, maka kami yakin kejadian pada seleksi CPNS tahun 2018 akan terulang kembali, dimana persentase peserta yang lolos passing grade sangat sedikit," kata Muhaimin.

Muhaimin menambahkan, jika dibandingkan dengan Seleksi Kompetensi Bidang CPNS 2019, yang formatnya sejenis dengan kompetensi teknis pada seleksi PPPK sekarang, maka rata-rata perolehan nilai peserta tidak banyak yang melampaui 50% benar. Sementara itu, passing grade PPPK untuk kompetensi teknis, mengharuskan peserta memenuhi skor minimal sampai 65%.

Belum lagi peserta harus memenuhi nilai kompetensi sosiokultural 130 dari 200 nilai maksimal dan nilai wawancara sebesar 24 dari 40 nilai maksimal.

“Kenyataannya sekarang, guru-guru yang sudah mengetahui informasi tingginya passing grade seleksi PPPK 2021 sudah mulai khawatir, resah, bahkan pesimis,”ucapnya.

Ia mengatakan, para guru honorer di Kabupaten Bima, NTB, mencoba membandingkan passing grade P3K dengan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diadakan Pemerintah Provinsi NTB belum lama ini. Standar minimal/ambang batas yang ditetapkan Pemerintah Provinsi adalah skor 55 dari skala 0-100.

“Untuk passing grade 55 saja, tingkat kelulusan guru peserta UKG terbilang rendah. Apalagi dengan standar passing grade PPPK 2021 yang lebih tinggi,” paparnya.

Selanjutnya, selain diskriminatif dalam penentuan passing grade, seleksi guru PPPK 2021 lainnya, juga dirasakan para guru mata pelajaran Pendidikan Agama.

Sodikin, guru honorer K2 Pendidikan Agama Islam SDN Karawang, Jawa Barat mengatakan, untuk guru mata pelajaran Pendidikan Agama nilai ambang batas kompetensi teknis adalah 325. Sedangkan, untuk kompetensi teknis guru kelas sebesar 320, guru Bahasa Indonesia sebesar 265, guru Bahasa Inggris, guru Bimbingan Konseling, dan IPA masing-masing sebesar 270.

Kemudian bagi guru IPS sebesar 305, guru Matematika sebesar 205, guru Penjasorkes sebesar 280, guru PPKN sebesar 330, guru Prakarya sebesar 280, guru Seni Budaya sebesar 280, dan guru TIK sebesar 235.

“Jelas tampak ambang batas kompetensi teknis guru Pendidikan Agama paling tinggi di antara beberapa pelajaran lainnya. Kami mempertanyakan fakta diskriminatif ini, mengapa guru agama dibedakan sendiri dari guru lain,” ucapnya.

Sodikin berharap dalam proses rekrutmen dan seleksi guru PPPK ini pemerintah pusat memperlakukan semua guru mata pelajaran sesuai dengan asas penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan Pasal 2 UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

"UU ASN memerintahkan agar manajemen ASN termasuk PPPK diselenggarakan berdasarkan asas proporsionalitas, akuntabilitas, nondiskriminatif, keadilan, dan kesetaraan," ujar Ketua P2G Provinsi Jawa Barat ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Cegah Bupati Hulu Sungai Utara Bepergian ke Luar Negeri

KPK meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencegah Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus suap proyek.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Jengkel Jadi Khilaf, Alasan Eks Kapolres Nunukan Hajar Anak Buahnya

Mantan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya lantaran emosi dan khilaf.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Sesuai Konstitusi, TNI dan Polri adalah Komponen Utama Pertahanan dan Keamanan

Ketua Setara Institute Hendardi menyatakan, pengujian UU 23/2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN)di MK

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Kishore Mahbubani Dorong Indonesia Aplikasikan Musyawarah Mufakat sebagai Presidensi G-20

Akademisi dari Singapura, Profesor Kishore Mahbubani mengusulkan Indonesia membawa prinsip musyawarah dan mufakat dalam perannya sebagai Presidensi G20.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Survei IPI: Generasi Z dan Milenial Paham Isu Perubahan Lingkungan

Mayoritas generasi Z (Gen Z) dan milenial cukup mengetahui terhadap isu perubahan iklim dunia khususnya di Indonesia

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Franka Makarim Ingatkan Membaca Sangat Penting Bagi Anak

Penasihat Darma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbudristek, Franka Makarim mengatakan, membaca sangat penting bagi anak-anak

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Survei IPI: Mayoritas Anak Muda Khawatir Isu Korupsi dan Kerusakan Lingkungan Hidup

Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menemukan bahwa mayoritas anak muda sangat khawatir terhadap masalah korupsi dan kerusakan lingkungan

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Soal Pembinaan Polisi, ICPW: Kalau Perlu 6 Bulan Sekali Anggota Dibina

Polri seharusnya bergerak cepat melakukan evaluasi pembinaan psikologi dan administrasi anggota.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Doyobi Bantu Tingkatkan Kualitas Guru di Sekolah

Doyobi akan meluncurkan kursus dan pelatihan kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

UBL Gelar Wisuda, Ini Pesan Erick Thohir dan Anies Baswedan

Universitas Budi Luhur telah menetapkan 15 wisudawan terbaik dari 1.049 wisudawan.

NASIONAL | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Valentino Rossi


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Cristiano Ronaldo


# Anies Baswedan


# Timnas U-23



TERKINI
Bertemu Parlemen Remaja, Ini Pesan Gubernur Jateng

Bertemu Parlemen Remaja, Ini Pesan Gubernur Jateng

PEMDA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings