Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KKB Sudah Deklarasikan Perang

Sabtu, 18 September 2021 | 14:59 WIB
Oleh : Tim BeritaSatu / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Pada 2 Desember 2018, Indonesia dihentakkan oleh salah satu serangan teror paling sadis dalam sejarah, mungkin yang paling keji sejak bom Bali 2002.

Puluhan warga sipil tidak bersenjata di Nduga, Papua, diserbu sekelompok orang bersenjata. Mereka dikabarkan diikat dan dibariskan tanpa baju, lalu dihujani tembakan. Ini jenis eksekusi massal seperti yang kerap kita dengar dilakukan oleh kelompok ISIS.

Para korban sebagian besar adalah pekerja konstruksi PT Istaka Karya yang dikirim ke sana untuk membangun infrastruktur demi kemajuan Papua, sebagian lagi adalah pegawai pemerintah.

Jumlah korban tewas masih simpang siur, ada yang menyebutkan hingga 31 orang. Namun, paling tidak 17 warga sipil tidak bersenjata dibunuh dengan darah dingin, dan sebagian lagi dinyatakan hilang, seperti dikonfirmasi penegak hukum.

Kabar yang beredar, kelompok yang melakukan teror di Nduga dipimpin oleh orang bernama Egianus Kogoya.

Peti jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga dibariskan saat serah terima di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, 7 Desember 2018. (Antara)

Serangan serupa terjadi secara sporadis di berbagai wilayah lain di Papua dan dilakukan oleh kelompok berbeda, sebagian ada juga yang langsung menargetkan personel dan fasilitas militer dan kepolisian.

Para pelaku, yang oleh pemerintah disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB), sudah sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan perang lewat tindakannya tersebut.

Di tengah meningkatnya program pembangunan di Papua dan Papua Barat dari pemerintah pusat, krisis keamanan yang tengah terjadi di sana seperti ditanggapi dengan ragu-ragu.

Tragedi di Nduga menjadi alasan untuk melakukan eskalasi tindakan pengamanan, tetapi hasilnya tidak seefektif yang diharapkan, dengan berlanjutnya serangan di berbagai tempat.

Pada 29 April 2021, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan bahwa KKB di Papua sudah resmi dikategorikan sebagai gerakan teroris oleh pemerintah, sesuai dengan ketentuan UU Nomor 5/2018 tentang terorisme.

Keputusan itu dibarengi dengan pengerahan pasukan gabungan Polri dan TNI untuk memburu para anggota KKB, tetapi tidak dalam level yang bisa disebut "operasi militer". Bisa dimengerti, hal demikian masih menjadi isu yang sangat sensitif.

Kebanyakan pengerahan pasukan ke lokasi tempur dilakukan untuk merespons sebuah serangan yang terjadi, bukan serangan pendahuluan atau pre-emptive strike langsung ke markas-markas KKB.

Sebaliknya, justru KKB yang berani langsung mendatangi markas TNI dan polisi.

Contoh paling akhir adalah serangan di pos Koramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, 2 September lalu.

Para pelaku yang diduga jumlahnya sekitar 50 orang beraksi pada dini hari dan menyerang para penghuni pos yang tidak menyangka. Empat personel TNI gugur dalam serangan tersebut.

Polisi memasang baliho Daftar Pencarian Orang (DPO) di Pelabuhan Laut Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 16 September 2021. DPO tersebut berisi 11 terduga oknum penyerangan Posramil Persiapan Kisor, Kabupaten Maybrat, yang menewaskan 4 prajurit TNI AD pada 2 September 2021. (Antara)

KKB disebut kelompok teroris karena tidak membedakan target militer dan sipil.

Pada 13 September, KKB di Kiwirok, Kabupaten Bintang, Papua menyerang tenaga kesehatan. Para pekerja kemanusiaan ini, termasuk sejumlah perawat perempuan, diserang dengan senjata tajam, senjata api, dan tongkat besi. Beberapa terpaksa melarikan diri ke jurang, seorang perawat bernama Gabriella Melani ditemukan meninggal di dasar jurang.

Menurut Kementerian Kesehatan, ada 10 tenaga kesehatan yang bekerja di lokasi ketika serangan terjadi.

Tidak hanya itu, KKB juga menghancurkan dan membakar gedung puskesmas, sekolah, dan bank. Kelompok ini diduga dipimpin oleh orang bernama Lamek Taplo.

Aksi cepat TNI-Polri dalam peristiwa tersebut bisa mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang menjadi korban penyerangan KKB ditandu personel TNI AD, Jumat, 17 September 2021. (Antara)

Banyak sekali kasus serangan maut yang terjadi di Papua dalam beberapa tahun terakhir, baik yang melibatkan pelaku dalam kelompok besar atau kecil.

Dilema bagi aparat keamanan bertambah dengan jadwal Pekan Olahraga Nasional yang akan digelar di Papua dalam beberapa hari mendatang. Sejumlah pejabat sudah mengingatkan agar Papua dan Papua Barat tidak dikondisikan dalam suasana perang.

Namun, KKB sudah sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan perang kepada TNI dan pemerintah pusat dan melancarkan serangan hingga sekarang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Diminta Fee Rp 10 M, Rita Widyasari Anggap Eks Penyidik KPK seperti Malaikat

Rita Widyasari menganggap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju seperti malaikat yang membantunya mengurus perkara, meski diminta fee Rp 10 miliar.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Peparnas XVI Papua Siap Digelar untuk Menjaring Bibit Unggul

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan bahwa Peparnas XVI akan menjadi ajang meningkatkan prestasi para atlet.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mekeng Tolak Wacana Pembubaran Densus 88

Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menolak wacana pembubaran Densus 88 Antiteror Polri. Densus 88 lahir atas amanat UU Pemberantasan Terorisme.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kapolri Minta Anggota Langgar Aturan Ditindak Tegas

Kapolri menerbitkan surat telegram kepada jajaran Polda di Indonesia, merespon terjadinya tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oknum anggota.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Terdakwa Perkara Pembunuhan Anggota FPI Tidak Ajukan Nota Keberatan

Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan, dua anggota Polri yang didakwa membunuh empat anggota Laskar FPI tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan jaksa.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Inovasi Stiker Hologram Pajak Kendaraan Kemendagri Diapresiasi

Inovasi digitalisasi pajak kendaraan dalam bentuk stiker hologram yang diluncurkan Kemendagri bersama Korlantas Polri dan Jasa Raharja diapresiasi.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Sandiaga Memberdayakan Masyarakat Lewat Konservasi Penyu

Konservasi penyu selain menjadi daya tarik wisata juga menciptakan lapangan kerja di mana masyarakat bisa diberdayakan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Pemerintah Minta PTM Anak SD Dilaksanakan dengan Hati-hati

Pemerintah secara terbuka meminta agar sekolah tatap muka, khususnya untuk anak usia muda yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan hati-hati.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek

Jaksa penuntut umum mendakwa dua anggota polisi, Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan telah menganiaya dan membunuh 4 anggota FPI di KM 50 Tol Japek.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Minta Tak Seret Namanya, Azis Syamsuddin Panggil Rita Widyasari dengan Sebutan Bunda

Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memanggil Rita Widyasari dengan bunda saat meminta mantan Bupati Kukar itu tak menyeret namanya jika diperiksa KPK.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Persiapan Tersisa 8 Bulan, Wagub DKI Optimistis Formula E Berjalan Lancar

Persiapan Tersisa 8 Bulan, Wagub DKI Optimistis Formula E Berjalan Lancar

MEGAPOLITAN | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings