Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

Kamis, 16 September 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Subang, Beritasatu.com - Penyidik Polres Subang dibantu penyidik dari Polda Jawa Barat dan Bareskrim Mabes Polri, hingga kini masih belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak Tuti (55) dan anak gadisnya Amelia Mustika Ratu (23). Peristiwa pembunuhan yang menggemparkan pada Rabu (18/9/2021) tersebut hampir memasuki empat pekan, dan hingga kini masih menyisakan misteri.

Ricky Vinando mengungkapkan bahwa terjadi berbagai petunjuk penting dalam peristiwa pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Polisi masih terus melakukan pendalaman, bahkan setelah hasil Laboratorim Forensik (Labfor) keluar, polisi kembali memeriksa beberapa saksi pada Senin (13/9/2021), sore hingga malam hari. Saksi yang diperiksa salah satunya adalah suami korban, Yosef. Dan hari ini Kamis (16/9/2021), Yosef beserta istri mudanya, Mimin kembali menjalani pemeriksaan. Bagi Yosef ini pemeriksaan untuk yang ke -10 kalinya. Fakta terbaru adalah mengenai bercak darah pada jakef Yosef.

Praktisi Hukum Ricky Vinando memberi apresiasi bagi Bareskrim Polri yang telah turun langsung ke TKP di Subang agar kasus ini cepat terungkap. Dia juga kembali angkat bicara atas ditemukannya bercak darah pada jaket Yosef. Menurutnya hal ini dapat menjadi bukti petunjuk utama dalam memecahkan kebuntuan dalam pengungkapan kasus ini.

"Apresiasi yang luar biasa kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi yang telah menerjunkan tim ke TKP. Dan kasus ini sebenarnya sudah begitu banyak bukti petunjuk yang mengarah pada terduga Yosef sehingga kepada agar segera dapat menetapkan Yosef sebagai tersangka," kata Ricky melalui keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Lebih lanjut Ricky membeberkan beberapa bukti kuat terkait kasus pembunuhan Amel dan ibunya.

"Bukti petunjuk pertama dan paling kuat itu antara lain adanya bercak darah di jaket Yosef. Bercak darah diduga kuat darah anak dan istrinya saat terjadinya peristiwa tersebut terjadi karena bagian kepala korban luka parah. Dan sangat tidak logis apabila 18 Agustus pagi setelah kejadian berdarah, Yosef datang ke TKP langsung membuka jaket dan meletakkan sembarangan jaketnya di TKP karena di TKP banyak darah," imbuh Ricky.

Menurut Ricky, Yosef juga pintar karena dia tidak mungkin menaruh secara sembarangan jaket di tempat yang ada darah. Selain itu menurutnya tidak logis darah dari haid Mimin istri muda Yosef begitu pula dengan pernyataan bahwa itu darah dari kucing atau anjing yang terciprat di jaket Yosef.

Menurutnya, terlebih lagi Yosef hari ini juga akan kembali menjalani pemeriksaan secara maraton yang ke 9 kali. Pemeriksaan seolah dikebut setelah Senin (14/9/2021) juga menjalani pemeriksaan yang ke-8 tak lama setelah hasil Labfor keluar termasuk hasil DNA. Sehingga menurutnya, kasus ini jangan mengandalkan bukti keterangan saksi, tapi bukti bukti petunjuk dan keterangan Yosef sendiri yang sejak awal telah mengarahkan dirinya diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ini.

Bukti petunjuk kedua dari keterangan Yosef yang mana Yosef sendiri mengarahkan orang fokus ke dia salah satunya adalah ucapan Yosef saat diwawancara wartawan yaitu Yosef mengucapkan: "ancur, mungkin ada pembunuhan", yang kemudian benar ternyata ada pembunuhan.

"Begitu kata Yosef saat wawancara sama wartawan, padahal Yosef belum lihat mayat saat datang ke TKP. Datang kedua kali baru liat mayat di mobil. Saat masuk ke dalam rumah semua berantakan kok bisa langsung bilang, 'Ancur, mungkin ada pembunuhan'? Normalnya ketika seorang suami mencari istri dan anaknya dan tidak ditemukan di dalam rumah, seorang suami tidak akan memakai kata 'ancur, mungkin ada pembunuhan", karena kan harusnya tak tahu apa-apa yang telah terjadi," papar Ricky.

Perkataan tersebut menurut Ricky terkesan Yosen sudah yakin telah terjadi pembunuhan bukan mengatakan telah terjadi penganiayaan atau penganiayaan berat dalam rumahnya.

Ricky juga menerangkan keterangan lain Yosef saat diwawancarai awak media bisa dianggap sebagai petunjuk ketiga, yaitu Yosef mengatakan kepada wartawan,"Coba lihat saja." "Dia mengarahkan orang yang mewawancarainnya agar masuk melihat yang diyakininya ada pembunuhan di dalam rumah tersebut," kata Ricky.

Sementara petunjuk keempat juga dari perkataan Yosef sendiri. Yosef sempat mengatakan "Saya tak otak-atik mobil".

Menurut Ricky seharusnya Yosef tidak mengatakan seperti itu, karena saat pertama kali datang ke TKP dia belum melihat jenazah, tetapi yang bersangkutan justru bisa bilang "saya tidak otak atik mobil".

"Tetapi ternyata kemudian di bagasi ditemukan ada 2 mayat. Kenapa bisa kebetulan ada 2 mayat? Peristiwa terjadi saat Yosef meninggalkan rumah dan anak istrinya telah tewas saat Yosef kembali ke TKP. Kenapa banyak yang kebetulan? Dia datang untuk kedua kalinya ke TKP baru lihat mayat di bagasi mobil setelah balik dari Polsek Jalancagak. Itu adalah empat bukti petunjuk yang sangat kuat".

Dirinya juga mencontohkan kasus-kasus yang penetapan tersangka tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan hanya berdasarkan banyaknya bukti petunjuk dan keterangan ahli yaitu dalam kasus Anggeline dan Wayan Mirna Salihin.

"Tetapkan saja Yosef sebagai tersangka. Dulu dalam kasus Anggeline tak ada pengakuan dari Margareth Megawe, tetapi penetapan tersangka dilakukan karena adanya keterangan ahli dan banyaknya bukti petunjuk saat itu total 51 bukti petunjuk salah satunya soal Anggeline diculik. Sedangkan dalam kasus Jessica Kumala Wongso juga tak ada pengakuan, tapi semua bukti adalah bukti petunjuk dan ahli," papar Ricky.

Kendati begitu Jesisca tetap divonis 20 tahun walau dia tidak bersalah dan bukti petunjuk yang sangat lemah hanya karena dia menutupi gelas memakai paper bagdan mengaruk-garuk telapak tangannya. Fakta tangannya tak hancur atau luka bakar akibat korosifnya sianida. Petunjuk lain adalah celana dibuang diduga karena ada sianida, faktanya pahanya tidak luka bakar akibat sianida ungkap Ricky.

"Jadi bukti petunjuk yang lemah banget saja bisa membawa Jessica ke penjara. Tentu tak fair itu bagi dia. Hal yang sama harus dipraktikkan terhadap Yosef pakai bukti petunjuk dan ahli saja. Nah kasus Yosef kan kuat sekali semua bukti petunjuk mengarah ke Yosef sendiri terutama bercak darah. Masak Mimin kalau mens darahnya dilap pake jaket Yosef, bau amis donk, masa Yosef tidak jijik pakai jaket yang sudah dilap mens Mimin, masa tidak ada jaket lain kenapa harus pake jaket itu kok bisa pakai jaket yang ada darah berbarengan dengan kejadian itu? Jadi tetapkan saja Yosef sebagai tersangka diduga ya, karena tak mungkin itu darah kucing atau mens Mimin," tandasnya.

Ricky menyebut Yosef yang pagi-pagi pada 18 Agustus 2021 pulang ke TKP mau ambil stik golf adalah rangkaian alibi yang sengaja diskenariokan agar seolah-olah Yosep tidak tahu apapun yang terjadi rentang sejak dia meninggalkan TKP hingga pagi setidak-tidaknya jam 05:00 WIB dan agar dapat menjauh dari locus delicti. Dia juga menyebut dengan adanya bercak darah di jaket Yosef, maka alibi Yosep ada di rumah istri muda saat kejadian telah terpatahkan.

"Jadi dia pulang ke TKP untuk ambil stik golf itu adalah berdrama, skenario dan usahanya menjauhkan dirinya dari locus delicti. Dia datang ke TKP seolah-olah tak tahu apa-apa. Tapi kenapa belum lihat mayat sudah bisa bilang mungkin ada pembunuhan? Kok bisa bilang saya tak otak-atik mobil? Tetapi ternyata ada mayat di mobil itu," ujarnya.

"Kenapa semua kebetulan? Soal Yosef saat kejadian dikatakan ada di rumah istri mudanya Mimin, saksi-saksinya Mimin dan anak Mimin, jawaban saya dengan adanya bercak darah di jaket Yosef, maka saat ini Yosef tak punya bukti apapun saat kejadian ada dirumah Mimin dan tidak di TKP. Jadi, alibi bahwa Yosef ada dirumah istri muda saat kejadian telah terpatahkan. Karena sekali lagi mau ambil stik golf itu diduga hanya untuk menjauhkan dirinya dari locus delicti saja" tandasnya.

"Kemudian kata Yosef, sepatu olahraga warna putih yang ditemukan di sekitaran kebun yang tak jauh dari TKP adalah milik Amel, ini tak bisa dipercaya karena Amel sudah tewas, Yosef bebas bisa bicara apapun, jadi sebaiknya sepatu itu juga diperiksa Labfor, Apakah sepatu itu pernah dipakai Yosef atau tidak pernah?" papar Ricky.

"Juga tudingan Yosef kepada Danu dan Yoris, kata Yosef, keduanya punya akses ke rumah yang jadi TKP juga tidak logis, karena secara logika hukum pidana, Danu dan Yoris tidak bisa menguasai penuh TKP dan waktu di TKP karena keduanya tidak pernah tahu kapan Yosep akan tidur di rumah istri mudanya, sehingga bisa leluasa di TKP tanpa Yosef, tak logislah jauh-jauh hari Yosef laporan dulu sama Yoris dan Danu bahwa Yosef mau bobo sama istri muda tanggal 17 Agustus malam, masa mau tidur sama istri muda aja laporan dulu kayak penting aja, kayak anak kecil aja, makanya tudingan Yosef terhadap Danu dan Yoris melawan akal sehat," tutup Ricky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penabur Apprentice Bekali Peserta Didik untuk Siap Berwirausaha

Penabur Apprentice mengajarkan peserta didik untuk mengenal serta mempelajari wirausaha langsung dari pebisnis profesional.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

Mantan Mensesneg Sudi Silalahi Meninggal Dunia di RSPAD

Sudi Silalahi meninggal dunia pada hari, Senin (25/10/2021) malam pukul 23.50 di RSPAD karena sakit.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

Keterangan Azis Syamsuddin Berbeda dengan Saksi Lain, Hakim Curiga Ada yang Berbohong

Keterangan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin berbeda dengan saksi lainnya. Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mencurigai ada yang berbohong.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

Penganiaya Anjing di Aceh Singkil Sepatutnya Diproses Hukum

Haris Azhar meminta penganiaya anjing di Aceh Singkil, Aceh diproses hukum. Apapun alasannya, penyiksaan terhadap hewan tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Anggota Polres Lombok Timur Tewas Ditembak Oknum Polisi

Briptu Khairul Tamimi alias Momon, anggota Polres Lombok Timur, Senin (25/10/2021), ditemukan tewas di rumahnya akibat ditembak rekan seprofesinya

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Pacu Ekspansi Bisnis

Peluang ekspansi bisnis tidak hanya terbuka untuk Kota Bandung dan Jakarta saja, tetapi juga kawasan di sekitar stasiun pemberhentian, terutama di Karawang.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Kompolnas: Praktik Militeristik Tak Layak Diterapkan di Polri

Kompolnas menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kapolres Nunukan

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Pukul Anggota, Kapolres Nunukan Dinonaktifkan

Polda Kaltara akan menerbitkan SKEP Penonaktifan Kapolres Nunukan setelah beredar video pemukulan kepada anggota polisi yang diduga dilakukan Kapolres Nunukan

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Ratusan Rumah Warga di Mamuju Terendam Banjir

Menurut warga setempat, bencana banjir tersebut sudah menjadi langganan ketika musim hujan.

NASIONAL | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Ikuti Perkembangan Zaman, NU Miliki Media Sosial Khusus

Ikuti Perkembangan Zaman, NU Miliki Media Sosial Khusus

NASIONAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings