Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat Sosial UI Sebut Ada Resep 3B dalam Merawat Persatuan Indonesia

Kamis, 9 September 2021 | 23:06 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menyebutkan, ada resep 3B dalam merawat dan menumbuhkan sikap toleransi sebagai wujud menjaga persatuan di tengah pluralisme dan keberagaman di Tanah Air. Tiga resep itu, adalah bersyukur, berbeda, dan belajar.

"Ya, sebenarnya sederhana, pertama, kita ini harus lebih banyak bersyukur. Karena di tengah beragamnya suku, agama, ras, bahasa, dan budaya yang dimiliki bangsa ini, kita ini masih dalam kondisi yang sangat harmoni," ungkap Devie Rahmawati, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Devie menegaskan, Indonesia merupakan negara yang paling kaya akan keragaman, salah satunya agama. Saat ini ada enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.

Oleh karena itu, semua warga negara dituntut untuk mampu saling bertoleransi satu sama lain, mengingat toleransi dapat mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai.

Menurut dia, karena toleransi itu sendiri sejatinya bukan untuk saling bertukar kepercayaan dengan penganut agama lain, melainkan lebih dari itu bahwa toleransi memiliki makna hidup berdampingan dan saling menghormati.

Ketua Program Studi (Prodi) Vokasi Komunikasi UI ini mengatakan bahwa masyarakat dapat belajar dari kondisi negara di Timur Tengah yang memiliki kesamaan sejarah dan bahasa. Namun, negara tersebut terus berada dalam pusaran konflik berkepanjangan.

Berbeda
"Kedua, untuk bisa memahami bagaimana hidup dalam perbedaan, harus membiasakan diri untuk hidup bersama dengan orang-orang yang berbeda," ujarnya.

Sejak awal 2020, kata dia, seluruh negara di dunia dilanda pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk tidak berkegiatan di luar sehingga membuat mereka bak hidup di dua alam, yaitu daring dan luring.

Ia mengemukakan, kecanggihan teknologi informasi telah memanjakan penggunanya untuk memilih hidup di ruang-ruang yang mereka sukai saja, yang justru menjadi homogen yang membuat masyarakat menjadi sensitif dan sukar menerima perbedaan karena larut dalam pergaulan yang homogen di ruang digital.

Selanjutnya, ketiga adalah belajar terus untuk mengenal dan saling menerima perbedaan itu. Ketika sudah bertemu dengan orang yang berbeda tetapi tidak berusaha memahami orang yang berbeda tersebut, menurut Devie, keharmonisan sulit tercapai.

Untuk memahami perbedaan tersebut, lanjut dia, tidak cukup hanya melalui teori semata, tetapi perlu dipraktikkan salah satunya dengan membiasakan diri bertemu, berinteraksi, dan berada dalam lingkungan dengan orang-orang yang berbeda-beda, baik dari segi agama, suku, ras, maupun pekerjaan, sehingga akan memiliki pengalaman untuk mengenali dan memahami indahnya perbedaan.

"Jadi, tahapannya ialah 4P agar masyarakat bisa toleran dengan perbedaan. Pertama, tidak cukup hanya lewat pengetahuan, tetapi juga harus punya pengalaman sehingga punya pemahaman. Ujungnya adalah P yang terakhir, memiliki penerimaan terhadap perbedaan yang ada," ujarnya.

Kenyamanan
Terkait dengan praktik intoleransi yang kian hari menjamur di tengah masyarakat, Devie berpendapat bahwa motif dan justifikasi terkait dengan munculnya praktik intoleransi sendiri karena sifat manusia yang cenderung mencari kenyamanan.

Devie menyebut hal tersebut didapatkan ketika berada di tengah lingkungan dan masyarakat yang memiliki persamaan.

"Manusia itu pada dasarnya akan mencari kenyamanan. Memang akan menjadi lebih nyaman kalau kemudian hanya berbicara, bersama, dengan berdekatan dengan orang yang menurutnya sama. Akan tetapi, hal itu tidak akan membangun peradaban di antara sesama manusia karena Tuhan yang menciptakan adanya perbedaan itu," kata Devie.

Direktur Kemahasiswaan UI ini pun menambahkan bahwa kenyamanan tersebut bukanlah berarti keamanan untuk peradaban, karena hal tersebut cenderung membuat seseorang lari dari kemanusiaan dan menolak rahmat yang Tuhan berikan melalui penciptaan manusia yang berbeda-beda dari fisik, wilayah, kemampuan, dan lainnya.

Untuk itulah, Devie pun menyarankan langkah strategis yang bisa dilakukan oleh para tokoh masyarakat dan pemuka agama agar bisa bersama-sama mengikis intoleransi di negeri ini demi mewujudkan Indonesia yang harmoni.

"Para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda harus menjadi teladan. Apa sih maksudnya teladan di sini? Mempraktikkan lelaku toleransi agar masyarakat dapat langsung menirunya, dan pelan–pelan merasakan manfaat dari damainya perbedaan," ucapnya.

Untuk itu, Devie mengatakan kunci dari kemajuan bangsa ialah kemampuan untuk berdamai dengan realitas sosial dan bersyukur telah dianugerahi surga perbedaan, yang akan menjadi kunci memimpin peradaban dunia.

"Tolerasi secara sederhana ialah berupaya memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain," kata Devie.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Anggaran Program Matching Fund Kemendikbudristek Naik 6 Kali Lipat Jadi Rp 1,5 T

Sekretaris Ditjen Diktiristek, Paristiyanti menuturkan anggaran program matching fund yang tahun ini Rp 250 miliar akan dinaikkan menjadi Rp 1,5 triliun.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

KPK Kumpulkan Bukti Terkait OTT di Kuansing Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengumpulkan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Kompetisi Robotik Madrasah 2021 Ditutup, Ini Daftar Pemenangnya

Robotika adalah cabang sains yang akan memegang peran sentral di masa depan yang trennya mengandalkan teknologi digital dan otomasi.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Wapres Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dengan Bangun SDM Unggul

Wapres KH Ma'ruf Amin mengajak semua pihak belajar dari teladan Rasulullah dalam penyempurnaan akhlak dengan membangun SDM unggul.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

OTT KPK di Riau, Satgas Periksa Pejabat

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi (Kuansing) Riau.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Benahi Pendidikan Vokasi, LP3I Hadirkan TOLS 2021

LP3I akan menggelar Temple of Learning Summit (TOLS) 2021, didukung oleh Vokraf yakni platform edukasi online yang fokus meningkatkan kemampuan

NASIONAL | 19 Oktober 2021

KPK Gelar OTT di Riau

KPK sedang lakukan OTT di wilayah Riau.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Kemenag: Geser Hari Libur Tak Kurangi Kekhidmatan Maulid Nabi

Kemenag menyatakan, menggeser hari libur tidak akan mengurangi makna dan kekhidmatan perayaan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Pemilihan Panglima Diharapkan Tak Ganggu Soliditas TNI

Pergantian Panglima TNI diharapkan tidak menganggu bahkan mengancam soliditas internal TNI.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Kunjungi Kaltara, Presiden Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

NASIONAL | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Merah Putih


# Penembakan Laskar FPI


# Cuaca Ekstrem


# Pasien Covid-19


# Ganjar Pranowo



TERKINI
AMI Awards 2021 Bagikan Penghargaan untuk 55 Kategori Terbaik

AMI Awards 2021 Bagikan Penghargaan untuk 55 Kategori Terbaik

HIBURAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings