Logo BeritaSatu

Kemdikbudristek Adakan Program Bridging Course Vokasi 2021

Minggu, 15 Agustus 2021 | 21:32 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar Program Bridging Course Vokasi Tahun 2021.

Program ini merupakan kursus intensif pembekalan kompetensi bahasa dan akademik pendukung untuk insan vokasi, agar mampu memenuhi persyaratan untuk diterima pada perguruan tinggi di luar negeri.

Dekan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto mengatakan, program Bridging Course Vokasi (BCV) tidak hanya membuat insan vokasi belajar Bahasa Inggris secara kontekstual, tapi yang lebih penting adalah bagaimana dapat aktif dalam studi dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda.

“Saya juga alumnus program seperti BCV. Melalui program ini insan vokasi mendapatkan penguatan kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan akademik pendukung yang diselenggarakan secara terstruktur serta pendampingan-pendampingan profesional agar bisa mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) pada perguruan tinggi impian,” kata Arief dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Minggu (15/8/2021).

Arief menyebutkan, dengan BCV ini insan vokasi yang memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan studi ke program S-2 atau S-3 dapat meningkat. Pasalnya, program BCV ditujukan untuk dosen dan bukan dosen, baik guru dan tenaga kependidikan SMK, instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP), widyaiswara di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Vokasi, maupun masyarakat umum yang memiliki kontribusi langsung pada pendidikan vokasi dan berencana melanjutkan studi S2 atau S3 ke luar negeri.

Dikatakannya, pemerintah telah membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada insan vokasi Indonesia untuk mengakses kesempatan studi di luar negeri. Harapannya, ke depan para insan vokasi dapat mengambil kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuannya. Salah satunya melalui program BCV.

“Sekarang adalah waktunya bagi teman-teman untuk ambil studi ke luar negeri, tapi fokus pada pendidikan vokasi. Kita perlu motivasi yang khusus dan insentif sudah disediakan. Nikmat apa lagi yang tidak kita syukuri. Tinggal kemauan dan tekad bulat,” ujarnya.

Selanjutnya, praktisi human resource dari tim BCV Vokasi, Sandra Siahaan mengatakan, program BCV tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tapi juga keterampilan akademik pendukung lainnya. Tujuan dari program ini adalah membantu peserta program agar tidak kesulitan menjalankan studinya di luar negeri.

“Peserta akan dibantu mempersiapkan tes-tes yang biasanya dipakai di universitas negara tujuan studi. Kita juga akan bantu mempersiapkan esai untuk keperluan studinya. Setelah mengikuti program ini peserta akan merasa lebih siap untuk menjalani studi lanjut tepat waktu dan meraih prestasi yang baik,” terangnya.

Sandra mengatakan, program BCV mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Para pakar terlibat sebagai pemateri di program ini. Contohnya materi bahasa Inggris, Ditjen Pendidikan Vokasi melibatkan ahli dari lembaga-lembaga bahasa Inggris.

“Kita juga melibatkan alumni dan para pendukung dari Ditjen Vokasi. Intinya akan melibatkan pakar sesuai bidangnya,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, lulusan program Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga CEO Eboni Watch, Afidha Fajar Adhitya, mengatakan insan-insan vokasi memerlukan keuletan dan kecepatan untuk beradaptasi.

“Dua hal tersebut menjadi kunci bagi insan vokasi, terutama saat menghadapi krisis seperti selama pandemi Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, berada di industri kreatif yang selalu tumbuh harus adaptif terhadap keadaan dan ilmu-ilmu baru. “Sebagai lulusan pendidikan vokasi, saya menilai kehadiran program-program beasiswa, termasuk Bridging CourseVokasi, sebagai kesempatan yang bagus,” ucapnya.

Ia menambahkan, dahulu banyak insan vokasi, termasuk dirinya, tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Selain itu, pola pikir insan vokasi sebatas melanjutkan studi ke tingkat S1 setelah D3.

Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi kendala bagi insan vokasi untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Oleh karena, Afidha menilai program BCV sangat penting bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

“Sekarang sudah bagus. Pemerintah dan lembaga pendidikan memberikan fasilitas. Kita harus memanfaatkan, harus upgrade diri. Pendidikan adalah cara kita untuk upgrade mengikuti perkembangan karena jika tidak, kita akan tertinggal. Itu harus jadi mindset kita,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings