Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kubu Juliari Kukuh Minta Jaksa KPK Buktikan Suap Bansos Covid-19

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 19:38 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Kubu mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara kukuh meminta jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan adanya aliran suap yang diterimanya terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Juliari, melalui kuasa hukumnya, Maqdir Ismail merasa tuntutan jaksa agar kliennya dihukum 11 tahun penjara dan hak politiknya dicabut belum memenuhi rasa keadilan. Hal ini lantaran Maqdir menilai tidak ada fakta persidangan yang membuktikan adanya aliran suap kepada kliennya.

"Tiga orang saksi, yaitu Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, dan Eko Budi Santoso sebagai orang yang disebut penerima perantara tidak mengakui pernah menerima uang untuk diserahkan kepada terdakwa Juliari P. Batubara. Terdakwa juga membantah telah menerima uang. Suap itu harus ada bukti suapnya bukan dengan asumsi," kata Maqdir dalam keterangannya, Sabtu (7/8/2021).

Selvy, Kukuh dan Eko Budi Santoso merupakan mantan sespri, staf ahli dan ajudan Juliari. Meski demikian, Maqdir menyatakan, tidak patut jika keterangan ketiga saksi itu disebut hanya dalih membela orang yang pernah menjadi atasan mereka. Begitu juga halnya dengan penolakan oleh Penuntut Umum atas keterangan saudara Juliari selaku terdakwa.

"Seharusnya diakui secara jujur bahwa Saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, dan Eko Budi Santoso tidak mempunyai kepentingan selain untuk menyampaikan kebenaran ketika mereka menyatakan tidak pernah menerima uang dari Adi Wahyono untuk disampaikan kepada Terdakwa Juliari P. Batubara. Fakta ini harus dimaknai bahwa secara hukum mereka tidak pernah menerima uang dan hal ini adalah benar adanya," tegas Maqdir.

Maqdir meyakini, ketiga mantan anak buah Juliari tersebut tidak memberikan keterangan bohong. Maqdir mengingatkan mereka dapat dijerat Pasal 21 dan Pasal 22 UU Tipikor jika terbukti berbohong dalam persidangan. Di sisi lain, Maqdir menilai, kedudukan keterangan saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, dan Eko Budi Santoso berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh dua mantan pejabat pembuat komitmen Kemsos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Dikatakan, Matheus dan Adi yang juga terdakwa perkara ini mempunyai kepentingan untuk berbohong dalam rangka melindungi diri mereka dari ancaman hukuman yang tinggi.

"Dengan adanya keterangan mereka bahwa ada sejumlah uang telah diserahkan kepada terdakwa Juliari melalui saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, dan Eko Budi Santoso, maka seolah-olah yang terjadi bahwa keduanya hanya menjadi perantara dalam penerimaan uang dan mereka sudah menyerahkan uang yang mereka kumpulkan untuk kepentingan Terdakwa Juliari P. Batubara," papar Maqdir.

Lebih jauh, Maqdir mengatakan, keterangan atau dalih Matheus dan Adi terkait aliran uang perlu dikesampingkan. Apalagi, jika memperhatikan cara hidup dan kesusilaan Matheus Joko Santoso bersama Daning Saraswati, sebagaimana terungkap dalam proses persidangan dan juga BAP.

"Gaya hidup dan kesusilaan yang ditunjukkan ini, bukanlah kesusilaan yang baik sehingga keterangannya tidak dapat dipercaya sebagaimana dimaksud oleh Pasal 185 ayat 6 huruf d KUHAP," katanya.


Maqdir juga menyesalkan, uang sebesar Rp29,25 miliar hanya bersumber dari keterangan Matheus Joko Santoso. Dikatakan, pernyataan terkait uang itu bentuk kebohongan dari Matheus Joko Santoso.

"Ada saksi yang tidak pernah diperiksa oleh penyidik, akan tetapi dikatakan memberikan uang kepada Matheus Joko Santoso," tegas Maqdir.

Diberitakan, Jaksa Penuntut KPK menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 11 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara. Jaksa meyakini Juliari terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Tak hanya pidana penjara dan denda, Jaksa juga menuntut agar Juliari dijatuhi hukuman tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 14,5 miliar. Apabila Juliari tidak dapat membayar uang pengganti dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya akan disita untuk menutupi uang pengganti. Apabila harta benda tidak cukup untuk membayar uang pengganti, maka Juliari dihukum pidana badan selama dua tahun.

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menuntut agar Majelis Hakim mencabut hak politik Juliari selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.


Belakangan, KPK membuka penyelidikan baru yang merupakan pengembangan dari perkara ini. Penyelidikan ini dilakukan KPK untuk mengungkap adanya dugaan pidana korupsi yang merugikan keuangan negara terkait pengadaan bansos Covid-19 di Kemsos. Dalam penyelidikan ini, KPK telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk Juliari, pada Jumat (6/8/2021) kemarin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Komitmen Pemerintah Pulihkan Ekonomi Papua Diapresiasi

Pemerintah terus berupaya menunjukkan komitmen memulihkan ekonomi, khususnya bagi wilayah Papua.

NASIONAL | 29 November 2021

Kandidat Mangkunegara, KRMH Roy Dinilai Minim Kontroversi

KRMH H Roy Rahajasa Yamin dipandang memiliki kelebihan nilai positif dibanding kandidat lain.

NASIONAL | 29 November 2021

Luhut Minta BBI Masuk Kurikulum Pendidikan

Luhut Binsar Pandjaitan meminta, karakter Bangga Buatan Indonesia (BBI) bisa masuk dalam kurikulum pendidikan

NASIONAL | 29 November 2021

Keributan Kopassus dan Brimob di Papua Sudah Selesai

Keributan antara anggota Kopassus dan Brimob di Papua dinyatakan sudah selesai.

NASIONAL | 29 November 2021

EF EPI 2021: RI Peringkat 80 dari 112 Negara Dunia

EF Education First meluncurkan Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris (English Proficiency Index/EPI_ 2021.

NASIONAL | 29 November 2021

YKDI Gelar Serbuan Vaksin Covid-19 di Pelosok Jabar

Yayasan Kridha Dhari Indonesia (YKDI) menggelar serbuan vaksin Covid-19 hingga ke pelosok Jabar.

NASIONAL | 29 November 2021

Amankan Nataru, 179.814 Personel Gabungan Bersiaga

Sebanyak 179.814 personel gabungan TNI, Polri, Pemda, dan instansi lainnya bakal dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan saat Nataru

NASIONAL | 29 November 2021

Polisi Endus Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 Sultra

Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengendus adanya dugaan penyelewengan pengelolaan anggaran penanganan pandemi Covid-19 tahun anggaran 2021

NASIONAL | 29 November 2021

Reuni 212, Masyarakat Diminta Bijak Lihat Situasi Pandemi

Mabes Polri mengimbau, kepada masyarakat agar bijak melihat situasi yang saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, terkait adanya rencana reuni 212

NASIONAL | 29 November 2021

Jokowi: Pangkas Regulasi yang Hambat Pelayanan

Jokowi menegaskan, setiap anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) harus berada di garda terdepan dalam reformasi birokrasi

NASIONAL | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Pemerintah Fokus Kejar Target 2 Dosis Vaksin

Pemerintah Fokus Kejar Target 2 Dosis Vaksin

KESEHATAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings