Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

ICW: Tuntutan terhadap Juliari Ganjil dan Mencurigakan

Kamis, 29 Juli 2021 | 13:25 WIB
Oleh : Fana S Suparman / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai tuntutan terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Batubara ganjil dan mencurigakan. Tuntutan jaksa terhadap Juliari dinilai sangat ringan mengingat tindak pidana korupsi yang dilakukannya layak dituntut hukuman seumur hidup.

Hal tersebut disampaikan peneliti ICW Almas Sjafrina dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (29/7/2021).

"Ringannya tuntutan tersebut semakin menggambarkan keengganan KPK menindak tegas pelaku korupsi bansos. Tuntutan KPK ini terkesan ganjil dan mencurigakan. Sebab, pasal yang menjadi alas tuntutan, yaitu Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebenarnya mengakomodasi penjatuhan hukuman hingga penjara seumur hidup dan denda Rp 1 miliar," kata Almas Sjafrina.

Sebelumnya, jaksa KPK menuntut Juliari dijatuhi hukuman 11 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan serta pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 14,5 miliar dan pencabutan hak politik selama 4 tahun. Jaksa meyakini Juliari terbukti bersalah dalam perkara suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Almas juga menilai tuntutan pidana tambahan dengan membayar uang pengganti Rp 14,5 miliar masih jauh dari memuaskan. Pasalnya, besaran uang pengganti tersebut kurang dari 50% dari nilai suap Rp 32,48 miliar yang diterima Juliari Batubara seperti dalam surat dakwaan jaksa.

"Tuntutan yang rendah ini kontradiktif dengan semangat pemberantasan korupsi, padahal pimpinan KPK telah sesumbar menyatakan akan menghukum berat koruptor bansos Covid-19," tegasnya.

Almas mengingatkan penegak hukum, termasuk KPK, merupakan representasi negara dan korban yang bertugas meminta pertanggungjawaban atas kejahatan pelaku. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 5 huruf d UU 19/2019 tentang KPK. Regulasi itu menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, KPK mengedepankan asas kepentingan umum.

"Alih-alih dijalankan, KPK justru lebih terlihat seperti perwakilan pelaku yang sedang berupaya semaksimal mungkin agar terdakwa dijatuhi hukuman rendah," katanya.

Dalam sidang perkara suap ini terungkap peran Juliari yang didakwa menerima suap Rp 32,4 miliar. Juliari disebut telah menarik fee dari 109 penyedia bansos melalui kuasa pengguna anggaran (KPA), Adi Wahyono dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

"Perbuatan korupsi yang diduga terjadi dalam distribusi bansos Covid-19 ini diduga kuat tidak hanya terkait dengan suap-menyuap, juga berpotensi merugikan keuangan atau perekonomian negara. Potensi tersebut dapat muncul dari besaran keuntungan yang tidak wajar yang diambil oleh para penyedia, yang minim pengalaman atau bahkan tidak memiliki pengalaman sama sekali, sebagai produsen utama program bansos," paparnya.

Juliari, kata Almas, diduga turut mengoordinasikan atau membagi-bagi pengadaan agar dilakukan oleh penyedia tertentu yang proses penunjukannya mengabaikan ketentuan pengadaan darurat. Para penyedia yang minim pengalaman tersebut kemungkinan dipilih karena kedekatan atau afiliasi politik tertentu. Perbuatan itu menggambarkan kesengajaan para terdakwa dalam menghambat upaya pemerintah memberikan perlindungan sosial kepada warga dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini semestinya menjadi dasar pemberat bagi penuntut umum dalam menyusun surat tuntutan kepada Juliari.

Untuk itu, ICW meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengambil langkah progresif dengan menjatuhkan hukuman maksimal terhadap Juliari, yakni pidana penjara seumur hidup.

"Juliari layak dijatuhi hukuman maksimal lantaran banyak warga terdampak pandemi yang haknya dilanggar akibat korupsi tersebut. Ke depan, vonis maksimal tersebut diharapkan berdaya cegah terhadap potensi terjadinya kasus serupa, terutama di tengah kondisi pandemi," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satgas Nemangkawi Akan Lakukan Penegakan Hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan personel Satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB

NASIONAL | 25 September 2021

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) prihatin terhadap ditetapkannya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

NASIONAL | 25 September 2021

Bupati Pegunungan Bintang Dampingi Nakes Gerald Sokoy ke Sentani

Bupati Pegunungan Bintang (Pegbin) Spei Yan Bidana, mendampingi tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kiwirok ke Sentani

NASIONAL | 25 September 2021

Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan 141 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

NASIONAL | 25 September 2021

Jokowi Unggah Video Kisah Mantan Sopirnya Suliadi di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan video mengenai kisah mantan sopirnya di Solo, Jawa Tengah, Suliadi

NASIONAL | 25 September 2021

Mahfud MD Perintahkan Aparat Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah

Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan di rumah ibadah.

NASIONAL | 25 September 2021

2 Perguruan Tinggi Indonesia Masuk Daftar Program Studi MBA Terbaik Dunia

Program Magister Manajemen-Binus Business School menempati klaster peringkat 201-250 bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

NASIONAL | 25 September 2021

Ini Rekomendasi Satgas Covid-19 Saat Menonton Langsung PON XX Papua

Pemerintah berupaya memitigiasi risiko penularan Covid-19 dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

NASIONAL | 25 September 2021

Jelang PON, BNPB Kirimkan 350.000 Masker ke Kabupaten Mimika

BNPB akan mengirimkan 350.000 masker pada tempat-tempat penyelenggaraan PON XX di wilayah Kabupaten Mimika.

NASIONAL | 25 September 2021

Polri: Ada 6 Calon Tersangka Dugaan Penganiayaan M Kace, Salah Satunya Napoleon

Ada enam calon tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kace atau Muhammad Kece, salah satunya Irjen Pol Napoleon Bonapart

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Sepupu Maverick Vinales Tewas Saat Balapan di Spanyol

Sepupu Maverick Vinales Tewas Saat Balapan di Spanyol

OLAHRAGA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings