Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kisah Seorang Jurnalis Berjuang Selamatkan Nyawa Ibunya dari Serangan Covid-19 Varian Delta

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:16 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / EHD

Malang, Beritasatu.com - Merebaknya kasus Covid-19 di Kota Malang, Jawa Timur membuat siapa pun harus berjuang keras menyelamatkan keluarganya yang terpapar Covid-19.

Berjuang melawan Covid-19 tidaklah mudah, harus ada keberanian keluarga dalam merawat pasien terpapar virus corona tersebut.

Keadaan ini saya alami sendiri bersama istri serta keluarga di saat ibu saya dan ibu mertua yang berusia lanjut terkonfirmasi positif Covid-19 secara bersamaan awal Juli 2021.

Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan tes swab dan PCR di salah satu rumah sakit swasta ternama di Kota Malang.

Tentu saja hasil PCR kedua orang tua kami mengejutkan keluarga. Karena selama pandemi mereka tidak pernah keluar rumah sama sekali. Bahkan, bisa dikatakan patuh protokol kesehatan.

Melihat kabar tak sedap ini, kami sekeluarga harus berjibaku menyiapkan segala sesuatu agar virus corona tersebut tidak menular kepada keluarga dan tetangga sekitar rumah.

Saat itu juga, sekeluarga terpaksa melakukan tes swab, tetapi alhamdulillah hasilnya negatif. Walaupun demikian, kami tetap disarankan isolasi mandiri di rumah oleh tim medis untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di masyarakat. Kami sekeluarga pun tunduk dengan imbauan petugas kesehatan.

Namun, di saat kami sekeluarga isolasi mandiri, kondisi kedua orang tua tidak berdaya, mual muntah terus menerus tanpa henti.

Diduga virus corona yang masuk ke dalam organ tubuh kedua orang tua kami ini jenis varian delta. Pasalnya, virus ini menyebabkan demam, pusing kepala yang luar biasa, batuk, flu disertai diare dan mual yang cukup hebat.

Bahkan, untuk makan pun merasa kesulitan, karena setiap makan selalu merasakan mual dan akhirnya muntah. Melihat kondisi kesehatan kedua orang tua menurun, saya langsung melaporkan ke tenaga kesehatan Puskesmas Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang, untuk berkonsultasi tata cara penanganan dan merawat pasien Covid-19 di rumah.

Bagi saya dan keluarga, terpapar Covid-19 bukanlah sebuah aib di masyarakat, sehingga tidak perlu dirahasiakan jika ada keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Keselamatan lebih penting daripada merahasiakan positif Covid-19 yang mengancam jiwa dan nyawa kita.

Usai berkonsultasi dengan pihak Puskesmas, kami pun terpaksa "memenjarakan" ibu untuk isolasi mandiri di kamar sembari menunggu informasi rumah sakit menerima pasien Covid-19.

Pasalnya, pada saat itu, seluruh rumah sakit di Kota Malang dinyatakan penuh dan tidak bisa menerima pasien Covid-19, sehingga kami pun memberanikan diri merawat ibu dengan protokol kesehatan ketat dengan petunjuk dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

Langkah ini kami tempuh karena kita tidak ingin terjadi sesuatu terhadap kedua orang tua kami. Setiap jam, kita harus berkonsultasi via Whatsapp dengan nakes dari Puskesmas tanpa mempedulikan waktu istirahat nakes.

Mulai pagi, siang sampai malam hari kami sekeluarga terus menerus berkonsultasi dengan nakes untuk melaporkan perkembangan kondisi kesehatan ibu.

Hal ini terpaksa kita lakukan karena keluarga merasa sadar diri, bahwa kami bukan ahli dalam bidang medis, sehingga tidak ingin ada kesalahan dalam menangani ibu yang terserang Covid-19. Apalagi mereka sama-sama lanjut usia.

Usia ibu saya 82 tahun, sedangkan ibu mertua 73 tahun, jadi keduanya harus mendapatkan perawatan intensif selama terpapar Covid-19. Semua cara dan petunjuk tim medis kami lakukan demi menyelamatkan nyawa ibu.

Upaya mencegah penularan Covid-19, kami pun menyiapkan handzanitizer dan belasan botol disinfektan yang dibeli dari supermarket.

Setiap waktu kami semprotkan ke dalam kamar tempat isoman ibu dan seluruh ruangan rumah serta kamar mandi dengan harapan tidak ada virus lagi berkeliaran di rumah.

Termasuk pakaian, mukenah, tempat makanan dan minuman yang saban hari digunakan ibu di kamar isoman pun tak luput dari semprotan disinfektan.

Selain itu, kita juga menyiapkan oxycan green atau tabung oksigen untuk persiapan pertolongan pertama pada saat mengalami sesak napas, dan oximeter atau alat saturasi oksigen serta susu cair dan susu bubuk serta sejumlah vitamin dan obat-obatan dari Puskesmas.

Bahkan, lebih tidak tega lagi dan membuat hati kami trenyuh dan air mata meleleh, ketika kami setiap hari harus memberikan makanan dan minuman kepada ibu di dalam kamar isoman yang layaknya "ruang penjara" tanpa harus menemani ibu makan bersama keluarga seperti hari-hari sebelumnya.

Tapi mau bagaimana lagi, kenyataan pahit inilah yang harus kita terima saat itu.
Saran tim medis dan aturan protokol kesehatan terpaksa harus kita patuhi demi keselamatan bersama walaupun kami hanya bisa melihat kondisi ibu sebatang kara dari jendela kamar dan komunikasi via telepon rumah yang sudah saya siapkan di dalam kamar.

Merawat kedua ibu yang sakit di rumah berbeda juga tidak mudah. Jarak rumah keduanya sekitar 300 meter. Untuk memastikan kondisi kesehatan ibu, saya dan istri harus bolak balik ke rumah ibu dan mertua untuk merawat kedua ibu kami.
Terkadang perawatannya dibagi, saya menjaga dan merawat ibu di rumah sendiri, sedangkan istri merawat ibunya.

Setiap hari, bahkan setiap jam, pemeriksaan saturasi oksigen pun selalu kita lakukan. Selama isoman kondisi ibu saya berangsur-angsur kondisinya membaik, saturasi bersahabat berada diangka 95.

Dengan kondisi ini, ibu saya akhirnya bisa melewati masa isolasi mandiri selama dua minggu lebih, kesehatanya kembali pulih dan dinyatakan sembuh oleh pihak Puskesmas.

Berjuang melawan Covid-19 tidak mudah seperti orang yang kena batuk, flu dan pilek. Butuh perjuangan keras melawan wabah mematikan ini.

Selama di dalam kamar isoman, kami harus mendoromg dan tanpa henti memberikan dukungan terhadap ibu saya agar terus berjuang sembuh dari Covid-19 yakni dengan cara selalu memakai masker dalam ruang isoman, memaksakan diri untuk makan yang banyak, banyak minum air hangat, makan buah-buahan, mengkonsumsi vitamin dan minum obat dari dokter puskesmas, rutin berjemur setiap pukul 09.00 -09.30 WIB, dan minum susu, serta secara spiritual menjalankan kewajiban sholat lima waktu, berdzikir, membaca Al Qur'an, dan sholat tahajud.

Sedangkan ibu mertua saat itu masih kesulitan untuk makan dan minum. Setiap makan dan minum selalu muntah, ditambah lagi saturasinya naik turun. Angka saturasi 80 ke bawah sampai membuat kondisinya drop.

Kondisi ini juga dipicu karena sebelumnya ibu mertua dalam keadaan sakit (komorbid). Sebelum dinyatakan positif Covid-19, hampir 3 tahun ibu menderita osteoarthritis atau peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan, dan Osteoporosis yakni kondisi berkurangnya kepadatan tulang yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah. Penyakit inilah yang membuat fisik dan imunitas ibu mertua terus melemah.

Bahkan, setiap hari dengan menggunakan mobil pribadi, keluarga harus membawa ibu yang kondisinya kritis keliling Kota Malang untuk mencari rumah sakit yang bisa merawat pasien Covid-19.

Namun sayang, lagi-lagi usaha menyelamatkan ibu mertua sia-sia, karena ditolak pihak rumah sakit dengan alasan tidak ada ruang perawatan Covid-19 di rumah sakit sehingga harus pulang ke rumah lagi. Hal ini dilakukan selama hampir 5 hari berturut-turut.

Saat itu, kami juga berusaha untuk menghubungi salah satu pejabat di Pemkot Malang yang saya kenal dekat untuk meminta bantuan dan menanyakan keberadaan ruang rumah sakit lapangan Idjen Boulevard maupun di gedung perawatan Covid-19 di Dinas Sumber Daya Manusia Pemprov Jatim Jalan Kawi, Kota Malang pun juga mengabarkan jika ruang pasien Covid sudah penuh. Kami sekeluarga dan ibu mertua hanya bisa pasrah kepada Allah SWT dengan kondisi ini.

Namun, beberapa hari kemudian, keluarga kembali mencari info rumah sakit yang bisa menerima pasien Covid-19. Tapi alhamdulillah akhirnya kami dapat di rumah sakit Lavalette, tetapi saat itu ruangan untuk pasien Covid-19 sudah penuh.

Tim medis UGD Lavalette yang melihat kondisi ibu mertua kritis akhirnya melakukan tindakan medis terhadap ibu mertua.
Semalam di UGD, keesokan harinya kemudian dipindah ke ruang perawatan Covid-19, kami pun mengikhlaskan ibu berada di ruang perawatan dengan harapan agar mendapatkan perawatan terbaik dari tim medis walaupun kita tidak bisa menemui dan bercanda bersama ibu mertua kami lagi.

Selama menjalani perawatan di ruang perawatan Covid-19, kondisi ibu mertua sempat membaik. Dalam kondisi terbaring lemah, ia tetap menjalankan kewajiban sholat lima waktu, dan keesokan harinya meminta kami untuk mengirimkan kitab Majmu' Syarif dan kitab Rotib Al Hadaad.

Bahkan, usai mengaji Majmu' Syarif dan Rotib Al Hadaad, beberapa jam kemudian kondisi ibu mertua ngedrop dan tak sadarkan diri, hingga akhirnya pada Minggu malam 18 Juli 2021, pukul 22.45 WIB ibu mertua dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19 di rumah sakit Lavalette selama 13 hari.

Keluarga pun akhirnya hanya bisa meneteskan air mata sembari melihat, memandikan jenazah dan menggelar sholat jenazah di ruang jenazah rumah sakit Lavalette.

Keesokan harinya, kami sekeluarga bersama satgas Covid-19 mengantarkan ibu mertua ke tempat peristirahatan terakhirnya di alam baka. Selamat jalan Ibu, langgeng sampurna kembali ke Allah SWT, doa kami selalu menyertai panjenengan di alam kelanggengan.

Sedangkan ibu kandung saya, dinyatakan sembuh dari Covid-19 selama dirawat secara mandiri di rumah kami.
Berdasarkan cerita kedua ibu kami yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, kami ingin mengingatkan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan.

Lebih khusus bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang ingin melakukan isolasi mandiri agar tidak segan-segan melapor dan berkonsultasi dengan pihak Puskesmas terdekat, sehingga jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan bisa segera diatasi atau diselamatkan, sehingga tidak ada lagi kabar pasien Covid-19 di Tanah Air meninggal dunia saat isolasi mandiri tanpa diketahui tenaga kesehatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satgas Nemangkawi Akan Lakukan Penegakan Hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan personel Satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB

NASIONAL | 25 September 2021

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) prihatin terhadap ditetapkannya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

NASIONAL | 25 September 2021

Bupati Pegunungan Bintang Dampingi Nakes Gerald Sokoy ke Sentani

Bupati Pegunungan Bintang (Pegbin) Spei Yan Bidana, mendampingi tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kiwirok ke Sentani

NASIONAL | 25 September 2021

Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan 141 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

NASIONAL | 25 September 2021

Jokowi Unggah Video Kisah Mantan Sopirnya Suliadi di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan video mengenai kisah mantan sopirnya di Solo, Jawa Tengah, Suliadi

NASIONAL | 25 September 2021

Mahfud MD Perintahkan Aparat Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah

Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan di rumah ibadah.

NASIONAL | 25 September 2021

2 Perguruan Tinggi Indonesia Masuk Daftar Program Studi MBA Terbaik Dunia

Program Magister Manajemen-Binus Business School menempati klaster peringkat 201-250 bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

NASIONAL | 25 September 2021

Ini Rekomendasi Satgas Covid-19 Saat Menonton Langsung PON XX Papua

Pemerintah berupaya memitigiasi risiko penularan Covid-19 dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

NASIONAL | 25 September 2021

Jelang PON, BNPB Kirimkan 350.000 Masker ke Kabupaten Mimika

BNPB akan mengirimkan 350.000 masker pada tempat-tempat penyelenggaraan PON XX di wilayah Kabupaten Mimika.

NASIONAL | 25 September 2021

Polri: Ada 6 Calon Tersangka Dugaan Penganiayaan M Kace, Salah Satunya Napoleon

Ada enam calon tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kace atau Muhammad Kece, salah satunya Irjen Pol Napoleon Bonapart

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings