Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Anak-anak yang Orang Tuanya Bermasalah Hukum Harus Dipedulikan

Jumat, 23 Juli 2021 | 20:33 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kepedulian terhadap anak-anak yang orang tuanya bermasalah hukum harus diperhatikan, karena sangat erat kaitannya terhadap perkembangan masa depan anak. Ini penting diperhatikan oleh pemerintah dan penegak hukum, karena dalam banyak kasus proses hukum terhadap orang tua justru membawa dampak psikologis yang mengganggu pertumbuhan kejiwaan anak dan masa depannya.

Hal itu dikatakan Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, RES Fobia kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2021, menyebutkan, anak yang bermasalah dengan hukum tidak boleh dianggap sebagai penjahat.

Yasonna menyebutkan, masa depan bangsa ini terletak di tangan dan pundak anak-anaknya. Karena itu, melindungi kepentingan terbaik anak, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum, sama artinya dengan melindungi masa depan bangsa.

Sehubungan pernyataan Menteri Hukum dan HAM ini, RES Fobia menyebutkan, apa yang disampaikan Yasonna itu penting, tetapi perlu juga disadari tentang kehidupan anak-anak yang orang tua mereka bermasalah dengan hukum. Sebab, bagaimana pun akan berdampak terhadap anak yang menjadi masa depan bangsa itu.

Terkait hal tersebut, setidaknya ada lima hal yang perlu menjadi perhatian bersama semua pihak. Pertama, orang tua yang bermasalah dengan hukum, bahkan kehidupan secara umum, adalah pencari nafkah untuk pemenuhan kebutuhan anak-anaknya.

"Dalam kondisi bermasalah hukum, konsentrasi orang tua dan kepedulian terhadap anak-anak akan berkurang karena pikiran dan perhatian terpecah. Apalagi, bila sedang ditahan oleh institusi penegak hukum. Anak-anak mereka rentan menjadi korban," kata alumnus Fakultas Hukum UNS dan Graduate School of Policy Studies – Kwansei Gakuin University – Japan ini.

Kedua, faktanya anak-anak yang orang tuanya bermasalah hukum ini mengalami dan merasakan kesedihan tertentu. Ia mengisahkan, awal Juni lalu saat ke Malinau, Kalimantan Utara untuk mengurus suatu kasus, ia bertemu dengan seorang anak cerdas berusia enam tahun, Calvin Luther yang sering dipanggil Apui.

Ayahnya sedang ditahan di Polres Malinau, karena diduga bermasalah hukum. Orang tuanya diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap seorang anak perempuan dari keluarga tertentu. Kemudian, sudah ada proses perdamaian secara adat, tetapi kepolisian setempat terus melanjutkan proses hukumnya karena alasan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Saat itu, salah seorang saudara Apui ini bercerita bahwa pada hari ulang tahunnya, Apui sempat mengeluh ke beberapa saudaranya, ”Pahit sekali hidupku ini, aku berulang tahun tapi tidak bisa bikin apa-apa karena bapakku ditahan." Sebagai informasi, Apui dan keempat saudara kandungnya masih berusia anak-anak.

Dalam kasus seperti ini, kata Res Fobia, proses penegakan hukum perlu diletakkan dalam konteks keadilan sekaligus berlandaskan argumentasi yang ekstensif untuk memaknai dimensi hati nurani. Apalagi sudah ada perdamaian secara adat dengan denda tertentu.

Ia mengutip pernyataan tokoh India, Mahatma Gandhi yang pernah mengatakan, “There is a higher court than courts of justice and that is the court of conscience. It supercedes all other courts - Ada pengadilan yang lebih tinggi dari pengadilan keadilan dan itu adalah pengadilan hati nurani. Ini menggantikan semua pengadilan lainnya".

Ketiga, perlu dipikirkan agar orang tua yang bermasalah hukum, apalagi yang sedang ditahan atau menjalani masa hukuman, tetap dapat berinteraksi secara berkala dengan anak-anak mereka.

"Interaksi ini dapat saja dikelola dalam konteks pembinaan terhadap orang tua. Bersamaan dengan itu, anak-anak kiranya tetap dapat terlindungi kemanusiaannya dalam hubungan dengan orang tua mereka. Bahkan, kalau pun tidak secara langsung berinteraksi misalnya karena alasan tertentu, penjembatanan kemanusiaan ini bisa membuat anak-anak merasakan kehangatan, berpikiran baik, tertuntun berefleksi, dan berkembang kedewasaannya," ujar Mitra Kerja Indeks Demokrasi Indonesia tersebut.

Keempat, kondisi makro Indonesia yang masih diliputi pandemi Covid-19 dan masalah perekonomian, memang membutuhkan saling bekerja sama yang baik.

"Institusionalisasi nilai, semangat dan makna gotong royong di antara negara, pemerintah, masyarakat, keluarga-keluarga, ada dalam panggilan kemanusiaan kolektif untuk bersinergi. Hal-hal baik terus dikerjakan, yang belum berjalan baik dioptimalkan. Kesehatan, perekonomian dan pendidikan harus semakin jadi fokus kepedulian bersama. Arthur Schopenhauer menyebut bahwa compassion is the basis of morality - kasih sayang adalah dasar dari moralitas," papar Res Fobia yang juga seorang advokat ini.

Kelima, prinsip kepentingan terbaik bagi anak-anak harus terus disosialisasikan dan dikerjakan untuk membudayakan kerja bertanggung jawab yang semakin baik dan bermanfaat untuk kehidupan anak-anak.

Prinsip kepentingan terbaik bagi anak ini dapat terus diangkat misalnya ke dalam perbincangan kekeluargaan di rumah-rumah, pokok bahasan di jalur online pendidikan, tema khotbah di tempat-tempat ibadah, gagasan mendasar pada prioritas Musrenbangdes, juga sapaan-sapaan konstruktif di media sosial.

Hal ini penting untuk membentuk puncak tertinggi dari susunan ingatan dan pondasi terdalam dari landasan perhatian kepada anak-anak, yang lantas mengalirkan budaya kerja dan hidup bertanggung jawab.

"Diharapkan kerja strategis ini akan ikut menumbuhkan serta melanggengkan relasi positif dan konstruktif untuk kehidupan anak-anak, dari dan oleh orang tua, masyarakat, pemerintah dan negara," tandas RES Fobia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung langkah TNI-Polri menumpas KKB di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

Fadli Zon: Pemerintah Harus Memperkuat Alutsista

Fadli Zon mengatakan pemerintah harus lebih keras lagi dalam mempertahankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara.

NASIONAL | 21 September 2021

Sandiaga Uno, Menteri Pertama yang Kunjungi Kampung Yoboi di Papua

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menyebut Sandiaga Uno menjadi menteri pertama yang mengunjungi Kampung Yoboi, Kawasan Danau Sentani, Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

SBY dan AHY Kenang Almarhumah Ibu Ageng

SBY dan AHY mengenang Almarhumah Hj. Sunarti Sri Hadiyah binti Danu Sunarto atau Ibu Ageng Sarwo Edhie Wibowo.

NASIONAL | 21 September 2021

Dukung Transformasi Perusahaan Reasuransi Nasional, Indonesia Re dan Kejagung Teken MoU

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menandatangani perjanjian kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara

NASIONAL | 21 September 2021

Matindas Rumambi: Akurasi Data Bansos Harus Sesuai Kondisi Lapangan

Matindas J Rumambi menegaskan akurasi data bansos harus sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.

NASIONAL | 21 September 2021

Pengesahan Perjanjian MLA RI-Rusia Dukung Kerja Sama Hukum Bilateral

Pemerintah dan DPR telah selesai membahas RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara Indonesia dan Rusia tentang Bantuan Hukum Timbal Balik Dalam Masalah Pidana

NASIONAL | 21 September 2021

Begini Ceritanya Napoleon Bisa Masuk dalam Sel dan Diduga Aniaya Muhammad Kece

Penjaga rutan berpangkat bintara, diduga tidak bisa menolak permintaan Napoleon yang merupakan pejabat tinggi dan masih berstatus anggota.

NASIONAL | 21 September 2021

Rektor Uhamka: Mahasiswa Harus Punya Integritas dan Peduli Sesama

Semua mahasiswa Uhamka, lanjut Gunawan, juga harus mampu menghadapi realitas global dan memiliki bekal yang cukup menghadapi masa depan.

NASIONAL | 21 September 2021

Atasi Lapas Overcrowded , PP 99/2012 Diusulkan untuk Dicabut

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 diusulkan untuk dicabut.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings