Logo BeritaSatu

18 Pegawai KPK Gagal TWK Bersedia Ikuti Diklat Bela Negara

Rabu, 21 Juli 2021 | 09:41 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 18 dari 24 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara dan wawasan kebangsaan bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Diketahui dari 75 pegawai KPK tak lulus TWK, 24 di antaranya masih bisa dibina, sementara 51 lainnya masuk kategori "merah" dan akan diberhentikan pada November 2021.

"Iya sampai saat ini sudah 18 orang yang telah menyatakan kesediaanya untuk mengikuti diklat bela negara," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Ghufron mengatakan, 24 pegawai yang diberi kesempatan mengikuti diklat bela negara merupakan hasil perjuangan KPK agar para pegawai yang gagal dalam asesmen TWK masih diberi kesempatan untuk menjadi pegawai KPK. Namun, kata Ghufron, pihaknya menyerahkan kepada masing-masing pegawai untuk mengambil kesempatan tersebut atau tidak.

"Prinsipnya ini hak dari pegawai untuk mengikuti diklat bela negara sebagai syarat untuk diangkat sebagai ASN KPK, karena itu kami mempersilahkan kepada pegawai untuk menggunakan hak nya atau tidak," kata Ghufron.

Sekjen KPK, Cahya Harefa mengatakan, pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan merupakan bagian dari proses alih status pegawai KPK menjadi ASN. Bekerja sama dengan Kemhan, diklat tersebut akan dimulai pada Kamis (22/7/2021) besok hingga akhir Agustus mendatang.

"Diklat akan digelar di Universitas Pertahanan RI Sentul, Bogor mulai tanggal 22 Juli hingga 30 Agustus 2021," kata Cahya.

Dikatakan, dari 24 pegawai yang diberi kesempatan, tercatat 18 orang telah bersedia untuk mengikuti diklat. Kesediaan itu ditunjukkan 18 pegawai dengan menandatangani formulir kesediaan.

"Dari 18 pegawai yang bersedia, 16 orang akan mengikutinya secara langsung, sedangkan 2 pegawai yang masih menjalani isolasi mandiri Covid-19 akan mengikutinya secara daring," kata Cahya.

Cahya memaparkan, materi diklat meliputi studi dasar, inti, dan pendukung. Studi dasar mencakup wawasan kebangsaan seperti empat konsensus dasar negara, sishankamrata, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta pencegahan dan penanggulangan terorisme/radikalisme dan konflik sosial.

Sementara studi inti yaitu mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan dasar bela negara, sedangkan studi pendukung antara lain pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan, muatan lokal (KPK), serta bimbingan dan pengasuhan

"KPK berharap melalui diklat ini dapat menciptakan dan menumbuhkembangkan kesadaran bela negara serta wawasan kebangsaan bagi Insan KPK dalam menjalankan tugas-tugas pemberantasan korupsi," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

Petrus Bala Pattyona menyampaikan istri Lukas, Yulce Enembe bersama anak menolak pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 5 Oktober 2022

Polisi Telah Terima Hasil Visum Lesti Kejora Buntut Aksi KDRT Rizky Billar

Polisi telah menerima hasil visum Lesti Kejora buntut aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Rizky Billar.

NEWS | 5 Oktober 2022

Dukung Penuh Presidensi G-20, Mendag AS: Indonesia Mitra Penting

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan dukungan untuk Indonesia dalam Presidensi G-20, yang akan digelar di Bali pada November mendatang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KIB Disarankan Usung Capres dan Cawapres dari Hasil Konvensi

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disarankan mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari hasil konvensi.

NEWS | 5 Oktober 2022

Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara, Korban: Kami Puas

Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dituntut 15 tahun penjara oleh JPU, Rabu (5/10/2022), di PN Kota Tangerang

NEWS | 5 Oktober 2022

Rizky Billar Pernah Lempar Lesti Kejora dengan Bola Biliar

Polisi mengungkap Rizky Billar pernah melempar bola biliar ke Lesti Kejora. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Gagal Bayar KSP Sejahtera Bersama

Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri menetapkan ketua pengawas dan anggota pengawas KSP Sejahtera Bersama berinisial IS dan DZ sebagai tersangka.

NEWS | 5 Oktober 2022

Pekan Ini Airlangga Akan Bertemu Puan Maharani

Ketua DPP PDIP Puan Maharani melanjutkan safari politik dalam pekan ini dengan mengunjungi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

NEWS | 5 Oktober 2022

Aster Kasad Berharap Jajaran TNI AD Mampu Adaptif, Aktual dan Responsif

Aster Kasad, Mayjen TNI Karmin Suharna meminta Apkowil TNI AD tidak terlalu buta dengan perkembangan ekonomi secara global.

NEWS | 6 Oktober 2022

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Maharani mendorong agar terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang hingga kini masih berperang.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings